Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 40 - Menara Pelatihan Pedang (2)


__ADS_3

"Selamat datang di menara pelatihan pedang Nona Elisa, apakah ada yang bisa saya bantu." Ucap pelayan ini sambil tersenyum dan membungkuk kepada Nona Elisa di depannya.


Pada saat ini, di menara pelatihan pedang banyak orang yang memperhatikan Elisa yang datang dengan pemuda yang tidak dikenal.


Elisa melihat ini hanya mengangguk lalu berkata: "Shin, kau dapat berlatih di menara lantai pertama menara ini, lalu aku akan pergi, jika kau membutuhkan sesuatu bisa temui aku di bangunan utama Klan Pedang." Ucap Elisa.


"Baiklah, terima kasih!" Jawab Shin.


Setelah itu Elisa segera menghilang dari tempat dimana dia berdiri sebelumnya.


Di menara pelatihan pedang ini, terdapat pintu untuk memasuki lantai pertama, lalu Shin berjalan ke pintu lantai pertama ini.


Ketika Shin memasuki menara lantai pertama, dia melihat di depannya terdapat batu besar dengan tulisan di tengahnya.


Di depan batu besar ini ada banyak orang yang sedang duduk sila dengan mata terpejam, melihat ini Shin mengerti, tampaknya orang-orang ini sedang memahami sesuatu.


Shin berjalan menuju batu besar ini, lalu duduk di tempat yang kosong. Segera menutup matanya dan memfokuskan energi spiritualnya ke batu besar ini.


Ketika energi spiritualnya menyentuh batu besar, tiba-tiba muncul sederetan informasi di benaknya, Shin membaca informasi ini dia merasa seperti sedang berlatih Teknik Tubuh Gorila pada saat pikiran spritualnya menyentuh batu giok berwarna biru.


Namun pada saat ini informasi yang muncul adalah sekumpulan teknik pedang dan muncul seorang yang sedang berlatih pedang di benaknya, merasakan ini Shin terkejut, hal ini seperti dirinya sedang meningkatkan keterampilan melalui sistem dan yang berbeda adalah gerakan yang dibuat adalah dirinya.


Shin bingung karena ini? Apakah semua orang yang berlatih di batu besar ini akan merasakan hal yang sama dengannya? Lalu Shin bertanya kepada sistem melalui benaknya.


"Sistem, apa yang terjadi saat ini?" Ucap Shin dalam benaknya.


[Saat ini saya telah membantu anda untuk memvisualkan gerakan keterampilan yang ada di prasasti depan anda.]


Mendengar ini Shin terkejut, ternyata gerakan seseorang yang ada di benaknya adalah visual yang di berikan oleh sistem, dan batu besar ini tampaknya adalah prasasti.


Merasakan ini, Shin tampak senang dan berterima kasih kepada sistem, tanpa sistem ini mungkin akan sulit untuk memvisualkan gerakan keterampilan yang ada di prasasti ini.


Lalu bertanya: "Apakah batu besar ini bernama prasasti? Lalu apa itu prasasti?" Tanya Shin sambil memperhatikan gerakan-gerakan yang ada dalam benaknya.


[Prasasti adalah sebuah peninggalan seseorang pejuang kuat di masa lalu, dan keterampilan yang ada di dalam prasasti di depan anda adalah buatan seorang pejuang yang kuat.]


Mendengar penjelasan singkat ini, Shin akhirnya mengerti, ternyata prasasti di depannya adalah peninggalan seorang pejuang yang kuat di masa lalu.


"Lalu, apakah dalam gerakan ini ada aturan pedang?" Tanya Shin.


[Tentu ada, namun anda harus menggunakan pemahaman anda untuk dapat merasakan aturan pedang ini, tapi tenang saja, saya akan membantu anda untuk memberikan petunjuk, karena kecepatan peningkatan anda sangat lambat dan tampak lemah jadi saya akan membantu anda dalam beberapa hal!]


Mendengar ini, Shin tertegun sejenak, lalu berkata: "Baiklah, terima kasih!" Ucap Shin.


[Saya sudah menjawab ini sebelumnya, anda tidak perlu berterima kasih kepada saya, karena ini sudah tugas saya untuk membantu anda!]

__ADS_1


Setelah pembicaraan sebentar, Shin fokus melihat gerakan yang ada dalam benaknya, seperti yang dikatakan sistem, dia melihat sedikit petunjuk dalam gerakan ini.


Petunjuk ini adalah beberapa cahaya yang muncul dalam gerakan tubuh dan pedang, melihat ini Shin tentu saja senang.


Hanya dalam 15 menit Shin memperhatikan gerakan ini, dia merasa pemahaman pedangnya bertambah, banyak gerakan yang baru dan tampak ada misteri pada setiap gerakan.


Setelah 30 menit Shin merasa misteri dalam gerakan orang yang sedang berlatih dalam benaknya semakin jelas.


Dan ketika Shin merasakan misteri ini semakin jelas lalu dia memasuki tahap pencerahan.


[Selamat! Anda telah memahami aturan pedang kecepatan!]


[Selamat Anda telah memahami aturan pedang ketajaman!]


[Selamat! Anda telah memahami aturan pedang lambat!]


...


Setelah 5 jam Shin memasuki keadaan pencerahan, lalu membuka matanya, pada saat membuka matanya, di mata Shin muncul cahaya lalu menghela nafasnya.


"Aku tidak berharap akan memahami aturan pedang hingga 7 aturan hanya dalam 5 jam!" Gumam Shin sambil mengepalkan tangannya dan merasa bersemangat karena ini.


"Aku tidak tahu ada berapa banyak aturan pedang dalam lantai pertama ini, menurut pemahaman yang aku ketahui setelah berlatih tampaknya aturan pedang ini dapat di gabung kedalam keterampilan!" Ucap Shin.


Saat ini dia merasa senang, dengan aturan yang dia pelajari ini tampaknya keterampilan yang dia punya akan bertambah kuat! Shin tidak tahu seberapa kuat itu tapi tetap saja kekuatannya telah meningkat!


***


"Nona Elisa, bagaimana dengan pemuda bernama Shin itu?" Ucap Tetua Ardan sambil menatap Elisa yang sedang minum teh di depannya.


Elisa yang sedang minum teh lalu menaruhnya kembali ke meja, lalu menjawab: "Shin? Aku sudah mengantarnya ke menara pelatihan pedang, jadi mungkin sekarang dia sedang berlatih." Jawab Elisa sambil melihat air teh dalam gelas di atas meja.


"Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah Shin ini benar-benar memiliki bakat?" Ucap Tetua Ardan sambil mengelus-elus janggut putihnya.


"Menurut firasatku Shin ini sangat berbeda dari orang biasa, aku tidak tahu mengapa?, tapi kita tunggu sampai mana dia dapat berlatih di menara pelatihan pedang." Jawab Elisa.


Mendengar ini Tetua Ardan memperhatikan Nona Elisa di depannya, lalu berkata: "Hmm... Aku harap Shin ini sesuai dengan firasatmu, jadi mungkin aku akan pergi mendatangi Shin nanti." Ucap Tetua Ardan.


Mendengar ini Elisa mengangguk lalu melanjutkan meminum tehnya.


Lalu datang seorang pria yang berpakaian mewah dan wajahnya tampan, pria ini berjalan menuju tempat dimana Tetua Ardan dan Elisa sedang duduk di balkon.


Melihat kedatangan pria ini, Elisa sedikit mengerutkan alisnya, dia mengenali orang ini.


***

__ADS_1


Shin yang sedang berlatih dia memahami beberapa aturan lagi, dan total aturan yang dia pahami sekarang menjadi 14 aturan, dan di setiap aturan ini Shin merasa pemahaman dirinya tentang pedang semakin meningkat!


Setelah memahami 14 aturan pedang, Shin beralih ke informasi keterampilan yang ada dalam prasasti ini.


Seperti sebelumnya, dalam benak Shin saat ini terdapat banyak gambaran orang yang sedang berlatih keterampilan tertentu, saat ini Shin melihat ada gerakan pedang bernama 'Sky Sword Art', dan segera berlatih.


Waktu terus berlalu, dan karena bantuan sistem akhirnya suara sistem terdengar dalam benaknya.


[Berhasil melatih keterampilan Sky Sword Art ke Level 1!]


Setelah mendengar suara sistem, Shin membuka matanya dan ingin melihat tingkat apa keterampilan Sky Sword Art ini.


Sistem, buka daftar keterampilan saat ini, Ucap Shin dalam benaknya.


[Keterampilan: Pedang Dasar ( Level 6 ) (+), Gerakan Dasar ( Level 6 ) (+), Sword Slash ( Putih Rendah Level 4 ) (+), Sword Moon Art ( Putih Rendah Level 4 ) (+), Shadow Step (Putih Tinggi Level 2) (+), Teknik Pedang Roh (Biru Menengah Level 3) (+), Sword Bone Art (Putih Menengah Level 2) (+), Wind Slash (Putih Rendah Level 1) (+), Teknik Tubuh Gorila (Putih Menengah Level 1) (+), Sky Sword Art (Biru Tinggi Level 1) (+).]


Melihat daftar keterampilan, Shin merasa beruntung, karena keterampilan yang dia latih berada di Biru Tingkat Tinggi! karena di benua ini, tingkat keterampilan Oranye itu hanya ada dalam legenda, namun beberapa orang dapat berlatih tingkat Oranye hanya yang memiliki latar belakang yang kuat.


Dan untuk tingkat Ungu pun sama, kebanyakan dari mereka hanya di lelang karena tingkat ungu sangat jarang. Sekarang Shin memiliki keterampilan Biru tingkat Tinggi tentu saja senang!


Setelah berlatih di lantai pertama ini, Shin segera bangun dan keluar.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 10. (Update untuk tanggal 11 akan di update besok, terima kasih!)


...Daftar nama yang sudah vote:...


1. Zulfa Jabbar \= Vote 200 Poin


2. {DwiS(DarkBlaze)} \= Vote 120 Poin


3. dayat bin edi \= Vote 100 Poin


4. Lidya Mariska \= Vote 100 Poin


5. Drexsseleer \= Vote 40 Poin


6. Yoga Saputra \= Vote 30 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.

__ADS_1


——————————————————————————


Silahkan di like dan komen dan semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2