
Walaupun ia sedikit membuat masalah di disini, Shin tidak terlalu memikirkannya. Ia melihat tatapan orang-orang sekitar menatap dirinya dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.
Melihat ini, Shin mengabaikannya lalu bangun dan segera pergi dari Menara Pelatihan Pedang. Karena sekarang sudah hari ke-20, seperti yang ia rencanakan sebelumnya ia akan pergi ke Kerajaan Tesaria yang jaraknya membutuhkan waktu 1 hari jika ia berlari dengan kecepatan yang Shin miliki, dan 3 hari jika Shin menunggangi kuda.
Penjaga itu melihat pemuda itu bangun dan segera pergi, ia menghela nafasnya dan menatap orang-orang sekitarnya terlihat beberapa orang yang kesal dan akan melakukan sesuatu, ia segera berkata, "Aku sarankan kalian untuk tidak mengacau di ruang ini, kalau tidak bersiaplah dihukum!" Ujarnya sambil memperingati orang-orang sekitar.
Mendengar ini, orang-orang di ruangan lantai 3 menatap orang yang berbicara itu dan sedikit kesal, karena orang yang berbicara itu adalah seorang penjaga di lantai 3 Menara Pelatihan Pedang ini.
Orang-orang yang awalnya akan melakukan sesuatu dan setelah mendengar ini mereka mengurungkan niatnya. Mereka hanya menatap kepergian Shin dan menggertakkan giginya.
Penjaga itu melihat ini ia mengangguk dan menatap kepergian Shin dan berkata, "Sepertinya aku harus melaporkan berita ini kepada Wakil Pemimpin Gavin."
Sementara itu berita Shin yang telah menerobos ke Pendekar Pedang Tingkat Atas segera menyebar dengan cepat.
Ini adalah berita yang sangat penting dan membuat semua orang yang mendengarnya merasa terkejut, karena pemuda yang dibawa oleh Nona Elisa itu belum 1 bulan bergabung dengan Klan Pedang. Dan sekarang mendengar berita kalau seorang pemuda yang dibawa oleh Nona Elisa berlatih kurang dari 1 bulan kecepatan berkembangnya benar-benar sangat cepat.
Hanya satu kata yang ada dalam pikiran orang-orang ini, ini adalah seorang berbakat dan jenius Pendekar Pedang!
Dan pada saat yang sama saat ini di Ruang konferensi utama Klan Pedang, di ruangan ini terdapat meja bundar besar dan kursi yang berjumlah 15 kursi yang mengelilingi meja bundar.
Di ruangan ini terdapat 5 orang yang sedang duduk di setiap kursi dan saat ini seorang pria yang usianya berumur 35 tahun menatap ke-empat orang lainnya.
Saat ini di ruangan ini sangat sepi dan tenang, namun disamping rasa sepi dan tenang ini, ada tekanan yang kuat dikeluarkan oleh pria yang berusia 35 tahun itu.
Tiba-tiba suasana keheningan ini menjadi pecah oleh suara seorang pria yang menatap ke-empat orang di sekitarnya.
"Aku baru saja mendengar kalau ada seorang pemuda yang umurnya kurang dari 20 tahun baru saja menerobos Pendekar Pedang Tingkat Atas? Apakah berita ini benar?" ujarnya dengan tatapan dingin di matanya.
Jika seorang pejuang biasa menatap tatapan ini, mereka akan merasakan seperti pedang sedang menusuk-nusuk dirinya yang bahkan membuat seseorang berkeringat dingin dan tidak dapat bergerak. Di dalam tatapan matanya seperti ada cahaya bintang dan aura tajam.
Ke-empat orang ini adalah Tetua Dane, Tetua Ardan, Wakil Pemimpin Gavin, dan seorang pria tua dengan janggut putih dengan senyuman di wajahnya.
Setelah mendengar ini, yang pertama menjawab pertanyaan ini adalah Tetua Dane, "Pemimpin, berita yang saat ini tersebar itu memang benar, aku sudah mengawasinya selama kurang dari 1 bulan ini dengan menyuruh seseorang untuk mengawasinya, dan baru saja orang aku suruh memberitahuku kalau pemuda itu memang baru saja berhasil menerobos Pendekar Pedang tingkat atas." jawab Tetua Dane dengan senyuman di wajahnya, ia sudah mengawasi Shin selama ini, karena ia tahu pemuda ini berbeda dengan orang biasa.
Pria yang bertanya itu tampaknya adalah pemimpin dari cabang Klan Pedang ini, dan setelah mendengar dari ucapan Tetua Dane, Pemimpin ini menyipitkan matanya dan mengangguk lemah, "Jadi berita itu ternyata benar …," ucapnya lalu menutup matanya dan diam sesaat, lalu melanjutkan, "Karena kau sudah mengawasinya, aku akan mengatakan kalau pemuda itu akan menjadi kandidat turnamen yang diadakan di Kerajaan Tesaria ini." lanjutnya.
Mendengar pernyataan dari Pemimpin ini, para tetua dan pria tua itu tampaknya tidak ada yang keberatan dengan keputusan ini dan hanya mengangguk setuju.
Turnamen yang diadakan oleh Raja dari Kerajaan Tesaria ini mereka sudah tahu tentang dibalik alasan mengapa Raja dari Kerajaan Tesaria ini mengadakan turnamen.
Alasan mengapa Raja dari Kerajaan Tesaria ini mengadakan turnamen adalah karena mereka tahu kalau istri dari Raja sedang dalam kondisi sakit dan dengan diadakannya ini Raja dari Kerajaan Tesaria akan membuka ruang rahasia kecil yang menghubungkan ke dunia lain. Di dunia misterius ini akan ada percobaan berburu harta karun.
Alasan mengapa Pemimpin ini memasukan Shin menjadi kandidat turnamen nanti adalah karena di dunia misterius ini akan ada banyak sumber daya yang akan didapatkan.
"Tetua Dane, aku tahu kalau Elisa memiliki hubungan tertentu dengan pemuda itu, dan bisakah kau beritahu Elisa untuk memberitahukan kepadanya untuk menyampaikan kepada pemuda itu kalau ia dapat mengikuti turnamen nanti." ujar Pemimpin sambil memberi perintah kepada tetua Dane.
Tetua Dane tahu informasi tentang turnamen ini karena dirinya adalah salah satu dari keluarga Kerajaan Tesaria. Dan setelah mendengar perintah Pemimpin ini ia mengangguk dan menjawab, "Baik, aku akan memberitahukan ini kepada Elisa." jawabnya.
Walaupun dirinya memang sangat percaya diri dengan tingkat kekuatannya, dibandingkan pemimpin di depannya, Tetua Dane tahu kalau tingkat kekuatan dari pemimpin ini berada di tingkat Kaisar Setengah Langkah!
***
Saat ini Shin akhirnya keluar dari Menara Pelatihan Pedang dan berjalan menuju kandang kuda untuk mengambil kudanya.
Setelah mengambil kudanya, ia menaikinya dan segera pergi dari Klan Pedang dan Kota Ogria.
__ADS_1
Shen Tianyun menunggangi kudanya di jalan utama menuju Kerajaan Tesaria, ia memacu kudanya dengan kecepatan penuh.
Dan beberapa menit kemudian tiba-tiba sebuah serangan muncul dari arah hutan yang berada di samping kirinya, banyak tombak dengan cepat terbang ke arah kuda perang Shin.
Shin melihat ada serangan muncul dari sisi kirinya ia terkejut dan dengan refleks segera menarik tali kudanya untuk berhenti, namun karena kudanya berada di kecepatan tinggi, pada saat Shin menarik tali kudanya, Shin kehilangan kendali atas kudanya dan terlempar.
Ketika Shin terlempar dari kudanya, ia melihat kuda perangnya yang berada di depannya terkena serangan tombak. Ia melihat tombak-tombak itu menusuk di beberapa bagian tubuh kudanya dan bahkan satu tombak menembus leher kudanya.
"Sirius!!!" Teriak Shin dengan nada marah.
Melihat ini, Shin tentu saja marah, ia segera menyebarkan pikiran spiritualnya ke sekitarnya. Jarak pikiran spiritual ini dengan cepat menyebar hingga jarak 500 meter.
Dalam jarak 50 meter di dekatnya Shin melihat ada sekelompok orang di pinggiran hutan dengan jumlah 12 orang dengan ekspresi tertawa, dari arah serangannya Shin merasa orang-orang ini yang menyerangnya.
Karena kesal dan marah, Shin segera menyebarkan Aura Pedangnya dan mengeluarkan Pedang Kegelapannya dari penyimpanan sistem lalu menggunakan Shadow Step dan melesat ke arah orang-orang ini.
"Brengsek!!! Aku bersumpah akan membunuh kalian!" teriak Shin sambil membentuk 5 Pedang Rohnya dengan menyatukan ke 102 aturan pedangnya kedalam setiap Pedang Roh.
Dengan kecepatan Shin, hanya dalam 1 detik Shin akhirnya sampai di tempat orang-orang ini dan pada saat yang sama mengendalikan 5 pedang rohnya ke arah orang-orang ini.
Kelima pedang roh ini dengan segera menusuk 5 orang dengan kecepatan yang sangat cepat. Ketika 5 pedang roh ini menusuknya seketika jiwanya terkena serangan pedang roh Shin dan hancur seketika.
[Mendapatkan 9.700 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 9.250 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 8.440 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 8.600 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 9.550 Energi Jiwa!]
Mereka tidak mengira kalau orang yang mereka serang adalah seorang ahli.
"I-Ini …" ucap seorang sambil tergagap karena aura yang dikeluarkan oleh pemuda di depannya sangat kuat sehingga ia tidak dapat bergerak.
Namun salah seorang dari orang-orang ini merasa ia menyerang seorang ahli segera ketakutan dan berkata, "T-tuan aku minta maaf atas kejadian ini, aku akan mengkompensasi kuda yang telah mati itu …" ucap seorang pria paruh baya yang tampaknya adalah seorang pemimpin dari orang-orang ini.
Shin yang saat ini marah tampak tidak peduli dengan ucapan orang-orang ini, namun melihat kalau pria paruh baya ini tampaknya seorang pemimpin, Shin mengayunkan pedangnya sambil memasukan aturan kedalamnya.
Shin yang hanya mengayunkan pedangnya, ia mengeluarkan 7 energi pedang berisikan aturan pedang di dalamnya dengan kecepatan yang sangat cepat mengarahkan 7 orang di samping pria paruh baya.
Splat!!!
Splat!!!
Splat!!!
…
[Mendapatkan 7.680 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 8.100 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 8.890 Energi Jiwa!]
__ADS_1
…
Seketika ketujuh orang ini meninggal dengan tubuh terbelah menjadi dua bagian, dan pemimpin melihat orang-orang di sekitarnya mati seketika, ia merasakan ketakutan yang sangat hebat dan bahkan membuat kedua kakinya bergetar sehingga tidak mampu menopang berat tubuhnya, lalu terjatuh ke tanah dengan ekspresi pucat dan ketakutan melihat pemuda di depannya.
Mengabaikan suara serangkaian sistem dalam benaknya, ia menatap pria paruh baya ini dan berjalan perlahan dengan memfokuskan auranya kepada orang di depannya.
Pria paruh baya itu menatap pemuda di depannya berjalan perlahan ke arahnya, membuat wajahnya semakin memutih dan ketakutan yang ia rasakan semakin memuncak, bahkan ia tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.
"Katakan identitasmu jika kau ingin selamat!" tanya Shin dengan tatapan dingin di matanya.
Pria paruh baya ini menatap pemuda di depannya sambil membuka dan menutup mulutnya yang tampak kesusahan berbicara.
"A-aku … A-aku adalah T-tuan M-muda dari Geng Tengkorak Hitam. Aku memohon kepadamu kalau-" jawab pria paruh baya itu namun terpotong ketika ada sesuatu yang memasuki kepalanya dan berteriak kesakitan.
Saat ini Shin akhirnya sudah tahu kalau identitas pria paruh baya ini adalah seorang dari Geng Tengkorak Hitam, dan pada saat yang sama ia mengontrol kelima pedang rohnya untuk memasuki kepala pria paruh baya ini.
"Aaahhhh …" teriak kesakitan dari pria paruh baya itu, ia merasa kalau ada sesuatu yang menusuk rohnya yang membuat rasa sakit ini sangat menyakitkan.
Shin sengaja tidak menghancurkan rohnya, ia menyiksa pria paruh baya ini dengan energi pedang rohnya sambil mengontrol untuk menghancurkan rohnya.
Teriakan demi teriakan yang mengerikan terdengar di hutan ini, Shin tidak peduli dengan teriakan ini dan terus merusak roh pria paruh baya itu.
Pria paruh baya ini terus berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya dan berguling-guling di tanah yang dipenuhi darah orang-orang yang baru saja mati dan membuat penampilan pria paruh baya ini sangat mengerikan jika dilihat oleh orang biasa.
Setelah setengah jam menyiksa pria paruh baya ini akhirnya ia meninggal dan Shin menatap orang-orang ini sama seperti sebelumnya tampak dingin dan tidak peduli, lalu ia menengok ke arah kudanya yang ia namakan Sirius dengan kondisi yang buruk lalu menghela nafasnya.
Shin menutup matanya sebentar, lalu setelah 5 menit ia tersadar karena bau darah di sekitar sini semakin kuat lalu membuka matanya dan pergi. Shin tidak peduli dengan barang-barang orang-orang yang telah ia bunuh.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 20. (Update untuk tanggal 21 akan di update besok, terima kasih!)
Daftar nama yang sudah vote:
1. Silence \= Vote 450 Poin
2. Najwa Setyawardani \= Vote 100 Poin
3. Arim Z \= Vote 40 Poin
4. Aziz afandi9999 \= Vote 30 Poin
5. Drexsseleer \= Vote 20 Poin
6. Lidya Mariska \= Vote 10 Poin
7. Yoga Saputra \= Vote 10 Poin
8. NONE \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
__ADS_1
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!