Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 44 - Latih Tanding (1)


__ADS_3

Setelah menghilang dari ruang utama Klan Pedang, kakek tua itu hanya dalam 3 menit sampai di gerbang menara pelatihan pedang.


Saat ini banyak orang yang merupakan anggota dari Klan Pedang melihat kakek tua ini datang ke menara pelatihan segera berhenti dan membungkuk hormat sebagai tanda menyapa lalu melanjutkan perjalanannya.


Kakek tua ini pergi ke resepsionis menara pelatihan pedang dan pelayan wanita yang sedang bekerja melihat kedatangan kakek tua di depannya segera mengenalinya lalu menunduk hormat.


"Selamat datang di menara pelatihan pedang, tetua Dane." Ucap pelayan itu sambil membungkuk hormat, pelayan ini tahu orang di depannya adalah seorang penatua dari cabang Klan Pedang yang berada di Kota Ogria.


Kakek tua yang bernama Dane ini, melihat ke arah pelayan dan mengangguk sebagai jawaban, lalu dia melanjutkan pergi ke ruang tes yang berada di lantai pertama.


Melihat tetua Dane memasuki lantai pertama menara, banyak orang bingung dan bahkan membicarakan mengapa tetua Dane datang ke menara pelatihan pedang ini? Karena tetua Dane adalah salah seorang yang sangat jarang terlihat di Klan Pedang, dan ketika orang-orang melihat tetua Dane datang ke menara pelatihan pedang tentu saja ini sangat jarang.


Semua orang di Klan Pedang mengetahui identitas tetua Dane ini, bukan hanya memiliki kekuatan yang sangat kuat, tapi memiliki identitas yang sama kuatnya, bahkan tetua Dane ini memiliki julukan 'Pembunuh Dingin'!


Mengapa tetua Dane memiliki julukan ini? Karena pada saat tetua Dane bertarung dengan musuhnya, dia akan menunjukkan sikap dingin dan tampak acuh dalam membunuh musuhnya, bahkan berita tentang tetua Dane saat Klan Pedang bertempur dengan Klan Iblis, tetua Dane berhasil membunuh lebih dari 250.000 Klan Iblis tanpa mengedipkan matanya dan memiliki ekspresi dingin dan acuh.


Ketika sampai di ruang tes lantai pertama, tetua Dane membuka gerbang ruangan itu dan berjalan memasukinya.


Saat ini, di ruangan tes terlihat ada bekas tanda pertarungan yang baru saja terjadi, dan aura di ruangan ini masih penuh dengan energi yang membuat seseorang merinding ketakutan.


Pria paruh baya yang adalah penjaga sekaligus orang yang menjadi pengawas tes untuk memasuki lantai kedua ini melihat kedatangan tetua Dane, segera membungkuk hormat.


Tetua Dane berjalan ke arah pria paruh baya ini, lalu berkata, "Apakah seseorang baru saja mengikuti tes untuk memasuki lantai dua menara?" Ucap tetua Dane.


"Ya, baru saja seorang pemuda melakukan tes untuk memasuki lantai kedua menara ini, apakah ada sesuatu?"


Mendengar ini, tetua Dane segera menebak orang yang baru saja mengikuti tes,"Lalu bagaimana dengan tesnya?" Tanya tetua Dane, dia sudah menebak orang yang mengikuti tes ini, tampaknya pemuda itu benar-benar mengikuti tes untuk memasuki lantai kedua menara pelatihan pedang.


Pria paruh baya itu tampak terkejut sekaligus bingung mendengar pertanyaan dari tetua Dane ini, apakah pemuda sebelumnya yang mengikuti tes memiliki latar belakang yang kuat?


"Pemuda itu telah lulus tes lantai pertama dan dapat memasuki lantai kedua, tetua Dane." Jawab pria paruh baya.


Tetua Dane setelah mendengar jawaban ini, dia merasa terkejut dalam hatinya, walaupun di permukaannya tidak menampilkan ekspresi terkejut, namun dalam hatinya dia sangat terkejut.


Karena pemuda yang lulus tes ini adalah seorang yang baru saja berlatih di menara pelatihan pedang, dan hanya kurang dari 2 hari pemuda itu berhasil lulus tes yang dapat dikatakan pemuda itu berhasil memahami 10 aturan pedang!


Mendengar ini, tetua Dane memancarkan cahaya di matanya, dia segera menyeringai, tampaknya dia menemukan bibit yang bagus. Namun, setelah mengingat pemuda itu adalah orang yang dibawa oleh Nona Elisa, dia sedikit mengernyit.


"Baiklah, itu saja. Terima kasih sudah memberitahu, kau lanjutkan pekerjaanmu." Ucap tetua Dane lalu berbalik pergi.


Setelah melihat kepergian tetua Dane, pria paruh baya itu memikirkan pemuda yang mengikuti tes sebelumnya, tampaknya dia mengerti satu hal, pemuda itu memiliki identitas yang kuat!


***


Saat ini Shin sedang berjalan di jalan utama Klan Pedang yang mengarah ke daerah timur Klan Pedang, dia saat ini sedang menuju arena latih tanding yang tempatnya berada di area timur.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya Shin sampai di tempat arena latih tanding, tempat ini memiliki bangunan besar yang, lalu Shin memasuki arena latih tanding dan ketika baru saja masuk dia melihat seorang pemuda yang dia kenali sebelumnya, pemuda ini adalah seorang yang memiliki sifat aneh.

__ADS_1


Shin melihat pemuda itu sedang duduk yang tampak sedang menunggu seseorang.


Melihat ini Shin segera mengerti, tampaknya pemuda ini sudah menunggunya sejak lama, lalu Shin berjalan ke arahnya.


Pemuda ini melihat kedatangan Shin, segera menatapnya dan berkata, "Apakah kau sudah siap? Jika kau sudah siap mari kita pergi meminjam ruang latih tanding." Ucap pemuda itu.


Mendengar ini, Shin tersenyum masam, dan berkata dalam benaknya, seperti biasa, orang ini berbicara langsung pada intinya…, ucap Shin dalam benaknya.


"Ya, aku sudah siap, kalau begitu mari kita pergi." Jawab Shin.


Hanya pembicaraan singkat, akhirnya keduanya berjalan memasuki ruang latih tanding yang tidak digunakan. Ketika Shin berjalan di ruang koridor dia melihat banyak ruangan yang sedang dipakai yang tampaknya ada yang sedang bertanding disini.


Ketika memasuki ruangan latih tanding, Shin melihat ruangan ini seperti Dojo yang biasa ada di tempat berlatih seni bela diri di bumi sebelumnya.


Saat ini, pemuda yang di depan Shin berjalan kedepan dan berdiri di seberang Shin dan mengeluarkan pedangnya dari pinggangnya.


"Jika kau sudah siap, keluarkan senjatamu dan jika kau masih belum siap, aku akan menunggumu sampai kau siap." Ucap pemuda itu sambil menatap Shin.


"Tentu aku sudah siap, jadi sekarang bicarakan peraturan latih tanding." Jawab Shin lalu mengeluarkan pedang kegelapannya dari sistem dan berkata bahwa dirinya sudah siap.


"Berbicara tentang peraturan, peraturan pertama adalah dilarang membuat seseorang menjadi cedera serius, kedua dilarang bertarung hingga salah satu orang meninggal, ketiga dapat menggunakan segala macam keterampilan …" Ucap pemuda itu sambil menjelaskan peraturannya.


Shin setelah mendengar isi dari peraturan ini dia mengangguk setuju, karena inti dari dirinya dan pemuda itu latih tanding adalah untuk melihat siapa yang memiliki keunggulan dalam pemahaman maupun kekuatan.


Memikirkan ini, Shin tampaknya melihat pemuda aneh di depannya memiliki niat yang bagus, karena dirinya sangat jarang bertemu dengan seseorang yang mau berlatih dengannya.


"Tentu saja kita bisa memulainya sekarang, aku akan memberikan tanda sebagai dimulainya pertarungan latih tanding ini dengan melemparkan batu kecil ini, ketika batu kecil ini sampai menyentuh tanah, itu berarti pertarungan dimulai." Jawabnya.


Setelah mendengar ini, Shin mengangguk sebagai jawaban dan mulai bersiap-siap sambil menatap fokus pemuda di depannya.


Karena Shin sekarang telah memahami 25 aturan pedang, sepertinya dia tidak akan menggunakannya sejak awal, dia akan menikmati latih tanding ini, karena situasi ini sangat jarang terjadi padanya.


***


Di rumah utama Klan Pedang, saat ini di ruang tamu terdapat beberapa orang sedang membicarakan sesuatu, orang-orang ini termasuk Elisa dan tetua Ardan di antaranya.


Elisa dan tetua Ardan saat ini sedang berbicara dengan seorang pria yang menggunakan jubah berwarna biru dengan 4 orang yang berada di sekitarnya yang adalah bawahan dari pria yang memakai jubah berwarna biru ini.


Elisa melihat orang ini tampak acuh dan tidak peduli, dia mengenali orang ini, orang ini adalah Alfan Gifartus, dia adalah seorang dari keluarga Gifartus yang berada di kekaisaran.


Keluarga Gifartus adalah salah satu dari 10 keluarga yang memiliki pondasi kuat di kekaisaran, dan Alfan Gifartus adalah salah satu anak dari pemilik keluarga Gifartus.


Elisa tampak terkejut melihat Alfan ini datang ke tempatnya jauh-jauh, melihat kedatangan ini pasti ada tujuan tertentu.


"Nona Elisa, sudah lama aku tidak bertemu denganmu, bagaimana kabarmu?" Ucap Alfan Gifartus dengan senyuman di wajahnya.


"Ya, Alfan. Tampaknya kita sudah tidak bertemu sejak lama, kabarku saat ini seperti biasanya." Jawab Elisa dengan nada acuh dan tanpa memandang Alfan Gifartus di depannya.

__ADS_1


Melihat sikap Elisa di depannya, Alfan tidak terlalu memikirkannya, "Senang mendengarnya, ngomong-ngomong kedatanganku kemari adalah memberikan surat undangan kepadamu untuk menghadiri acara ulang tahun ayahku." Ucap Alfan Gifartus lalu mengeluarkan kartu undangan dari cincin penyimpanannya.


"Maaf tampaknya aku memiliki beberapa urusan, jadi aku tidak bisa datang." Jawab Elisa dengan singkat dan menolak undangan yang diberikan oleh Alfan Gifartus.


Mendengar penolakan dari Elisa, dia sedikit mengerutkan alisnya, dia sudah jauh-jauh datang dari kekaisaran untuk mengundang Elisa, namun undangannya ditolak.


Alfan Gifartus mengundang Elisa karena dirinya sangat menyukai Elisa ini, bukan hanya karena memiliki kecantikan terbaik tetapi memiliki bakat yang sangat tinggi!


Mendengar Elisa memiliki urusan, dia tersenyum lalu berkata, "Jadi begitu, maaf sudah mengganggumu. Kalau begitu, aku akan tinggal di penginapan kota ini, jadi jika kau memiliki sesuatu kau bisa mencariku di penginapan kota." Ucapnya lalu segera bangun dari kursi dan berjalan pergi dengan diikuti bawahannya di belakang.


Saat ini di ruang tamu hanya tersisa Elisa dan tetua Ardan, tetua Ardan melihat sikap Nona Elisa di sampingnya yang menolak undangan dari keluarga Gifartus sedikit menggelengkan kepalanya.


"Nona Elisa, apakah dengan menolak undangan itu akan baik-baik saja?" Tanya tetua Ardan sambil tersenyum masam, dia mengetahui undangan ini adalah acara ulang tahun pemilik dari keluarga Gifartus, dengan menolak undangan ini sama seperti merobek wajah Alfan Gifartus.


"Kau tidak perlu khawatir, hanya keluarga Gifartus kita tidak harus takut atau khawatir." Jawab Elisa dengan nada acuh dan tidak peduli di wajahnya.


Melihat ini, tetua Ardan hanya menghela nafasnya, "Jika itu keputusanmu, aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi." Ucap tetua Ardan.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 13. (Update untuk tanggal 14 akan di update besok, terima kasih!)


...Daftar nama yang sudah vote:...


1. Hit Listrik \= Vote 300 Poin


2. Sumok \= Vote 200 Poin


3. Kelwin Rian \= Vote 110 Poin


4. Arya Hartawan \= Vote 100 Poin


5. Drexsseleer \= Vote 30 Poin


6. Gito Chan \= Vote 20 Poin


7. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin


8. said Irfan \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————

__ADS_1


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2