
Ketika mendengar suara tawa ini, Pemimpin Remand dan yang lainnya termasuk Shin menatap ke arah sumber suara tawa ini.
Mereka melihat ke arah sumber suara, ada sekelompok orang datang satu persatu dari hutan di depannya, Pemimpin Remand menatap orang-orang yang datang ini dengan tatapan marah dan emosi yang terus memanas dari pikirannya.
Pemimpin Remand melihat kalau para penjaga desanya telah terbunuh dan terluka akibat serangan dari sekelompok orang yang tidak dikenal ini.
Namun pada saat menatap orang yang tertawa itu Pemimpin Remand merasa tekanan dari orang itu. Ia merasa orang-orang yang datang ini kekuatan mereka berada di atas kekuatannya yaitu di tingkat Prajurit!
"Kalian cepat kemari dan abaikan barang-barang yang ada di gerobak itu!" teriak Pemimpin Remand kepada para penjaga desa yang telah diserang oleh orang-orang tidak dikenal.
Para penjaga desa mendengar ini segera mengabaikan gerobak itu lalu kembali ke arah Pemimpin Remand.
Pemimpin Remand berdecak lalu berlari ke arah penjaga yang terluka parah untuk segera menyelamatkannya. Namun karena kecepatannya tidak secepat serangan yang dilakukan oleh orang-orang ini, penjaga desa yang terluka parah itu terbunuh.
Melihat ini Pemimpin Remand merasa tidak berdaya dan emosinya semakin meningkat, "Brengsek! Aku bersumpah akan membunuh kalian!" teriak Pemimpin Remand yang saat ini dalam pandangannya ia melihat penjaga desa itu terbunuh dengan tatapan tidak berdaya.
Pemimpin Remand merasa sedih sekaligus marah melihat ini, perasaan campur aduk ini membuat dirinya tidak fokus dan bahkan dalam pikirannya ia hanya memiliki satu tujuan yaitu membunuh orang-orang yang telah menyerang penjaga desa ini.
Dan pria yang tertawa itu mendengar dan melihat seorang pria paruh baya berlari ke arahnya ia merasakan kalau tingkat orang itu berada di tingkat Setengah Prajurit ia menyeringai.
"Oh? Seseorang sepertinya sedang mencari kematiannya." ujar pria itu sambil menyeringai dan menatap pria paruh baya yang sedang berlari ke arahnya dengan ekspresi marah.
Annie dan Nisha melihat kejadian ini mereka benar-benar terkejut, terutama Nisha yang saat ini masih kecil. Nisha melihat ada pembunuhan di depannya ia merasa gemetaran dan memegangi baju kakaknya Annie dan bersembunyi di belakangnya.
"Kakak …" ucap Nisha dengan wajah yang ketakutan.
Annie melihat ini dirinya merasa sedih dan menatap Shin yang saat ini ia merasa kalau pemuda ini memiliki tingkat kekuatan yang sangat kuat, dan ia tidak tahu apa yang harus dilakukan saat ini.
Dan Shin yang melihat ini, ia menyipitkan matanya melihat sekelompok orang yang tiba-tiba menyerang tanpa basa-basi. Shin merasa kalau ini adalah kenyataan yang sangat pahit di dunia ini lalu menatap Nisha yang saat ini terlihat gemetar ketakutan di belakang Annie.
"Hah … Apakah aku tidak bisa bersantai sebentar saja …" gumam Shin sambil menghela nafasnya lalu menatap ke arah Pemimpin Remand yang terlihat sangat marah dan kehilangan ketenangannya.
"Membunuh orang di hadapan anak kecil, orang-orang ini benar-benar menjengkelkan!" ucap Shin yang saat ini menatap ke arah Pemimpin Remand yang sedang kehilangan ketenangannya.
Lalu Shin memasukkan kembali pedang besi biasanya kedalam cincin penyimpanannya dan mengganti dengan Pedang Kegelapannya yang ia keluarkan dari sistem lalu menyebarkan aura tubuh dan aura pedangnya secara bersamaan.
Annie merasakan tekanan yang dikeluarkan oleh Shin ia merasa terpana dan terkejut melihat kekuatan asli miliknya. Dan Nisha menatap kakaknya Annie yang merasakan tubuh kakaknya gemetaran ketika melihat Shin ia bingung.
Shin menengok ke arah Annie dan Nisha ia memasang wajah tenang dan berkata, "Kalian berdua tidak perlu khawatir, aku akan menangani sekelompok orang-orang yang menjengkelkan ini." kata Shin.
Annie mendengar dan melihat ekspresi Shin yang memiliki wajah tenang namun dengan memancarkan aura yang sangat kuat ia tanpa sadar wajahnya memerah melihat ini lalu mengangguk.
Melihat ini, Shin segera melesat dengan menggunakan 'Shadow Step' nya dan tiba-tiba menghilang dari tempat dimana ia berdiri sebelumnya digantikan oleh bayangan afterimage keterampilan 'Shadow Step'.
__ADS_1
Shin melesat dengan cepat ke arah Pemimpin Remand yang saat ini sudah dekat dengan orang-orang di depannya ia menepuk pundaknya dan menghentikannya.
Pemimpin Remand merasa pundaknya dipegang ia secara tidak langsung berhenti karena merasakan kekuatan yang kuat dan aura kuat dari belakangnya di genggaman ini lalu menengok ke arah orang yang menepuk pundaknya.
"Shin, mengapa kau menahan ku!" ujar Pemimpin Remand yang saat ini sedang dalam keadaan marah dan kehilangan ketenangannya.
"Pemimpin Remand, kau harus menenangkan dirimu terlebih dahulu, setelah kau tenang terserah apa yang akan kau lakukan selanjutnya!" jawab Shin sambil memberitahukan Pemimpin Remand untuk segera menenangkan diri.
"Tapi, apakah kau tidak melihat kalau para penjaga desa kita telah terbunuh tanpa alasan? Aku tidak bisa membiarkan ini!" balas Pemimpin Remand yang saat ini ia merasa perasaannya campur aduk.
"Aku tahu, tapi kau harus menenangkan dirimu terlebih dahulu, apakah kau tidak melihat lawanmu memiliki tingkat kekuatan di atasmu? Menyerang dengan pikiran kosong akan sangat berbahaya bagimu, dan untuk saat ini biarkan aku yang mengurusnya! Dan setelah kau tenang, kau ingin membantuku ataupun tidak itu terserah padamu." ujar Shin menjelaskan bahayanya bertarung dengan pikiran kosong dan marah, apalagi lawannya berada di atas tingkat kekuatan miliknya.
Mendengar ini, Pemimpin Remand menggertakkan giginya dan mengangguk setuju, karena dirinya juga seorang instruktur di Desa Careth ini, oleh karena itu ia tahu tentang ini.
"Baiklah, aku mengerti, tapi kau harus berhati-hati melawan orang-orang ini!" ujar Pemimpin Remand sambil menenangkan dirinya, ia merasa tingkat kekuatan pemuda ini sangat kuat dan bahkan membuat dirinya merasa tertekan dan membuat susah bergerak.
Shin melihat ini, ia mengangguk lalu menatap orang-orang yang menyerang penjaga desa ini.
Sekelompok orang yang menyerang desa ini merasa ada aura kuat yang dipancarkan oleh pemuda di depannya mereka terkejut.
Dan pria yang sebelumnya tertawa merasakan aura yang dikeluarkan memiliki tekanan kuat terhadapnya, ia mengerutkan keningnya.
"Mengapa desa kecil ini memiliki seorang yang kuat!" ujar pria itu sambil menatap pemuda di depannya dengan perasaan takut yang muncul dari dirinya.
"I-Ini … bisakah kita mengabaikan kejadian ini? Aku akan mengkompensasi apa yang telah terjadi sebelumnya. Aku harap kau mengerti karena aku berasal dari Geng Tengkorak Hitam jadi kita tidak akan memperburuk masalah ini lebih lanjut.
Oleh karena itu, bisakah kita melupakan kejadian ini? Karena berhubung orang-orang kita ada banyak kau tidak akan terluka.
Jadi bagaimana?" ucap pria itu sambil mencoba bernegosiasi dengan sedikit ancaman terhadap pemuda ini.
Shin yang mendengar ini ia tertawa, apakah ini yang dinamakan negosiasi? Bahkan ia tahu dalam negosiasi ini ada ancaman terhadapnya.
"Hahaha … Apakah kau sedang bercanda? Kau ingin bernegosiasi denganku tapi kau sendiri yang mengancam ku? Hahaha ..." tawa Shin setelah mendengar ini.
Setelah selesai tertawa, ia merasa sakit di perutnya akibat tertawa berlebihan, lalu menghela nafasnya dan menatap kembali pria di depannya.
"Jadi kau adalah orang-orang dari Geng Tengkorak Hitam? Aku tidak mengira kalau orang-orang Geng Tengkorak Hitam ini benar-benar bodoh … bahkan sama seperti yang dilakukan oleh Tuan Muda mu sebelumnya!" ucap Shin sambil menyindir Tuan Muda dari Geng Tengkorak Hitam dengan nada dingin.
Orang-orang dari Geng Tengkorak Hitam mendengar kata-kata Tuan Muda mereka dari pemuda di depannya, mereka terkejut sekaligus tahu, tujuan mereka keluar adalah mencari seorang yang membunuh anak dari Pemimpin Geng Tengkorak Hitam.
"Jadi kau adalah orang yang membunuh anak dari pemimpin Geng Tengkorak Hitam! Sepertinya kita tidak perlu berbicara lagi, kalian semua bunuh orang ini dan seseorang kembali dan beritahu informasi ini kepada markas." ucap pria itu sambil memerintahkan beberapa intruksi kepada bawahannya.
Shin melihat ini ia melirik ke arah orang-orang lainnya, jumlah sekelompok orang ini adalah 15 orang. Dan ketika mendengar ini, tampaknya Shin mengerti kalau dirinya telah menjadi target dari Geng Tengkorak Hitam.
__ADS_1
Karena Shin telah memasuki tingkat Pendekar Pedang Tingkat Atas ia merasa kalau tingkat seluruh kekuatannya saat ini ia mampu melawan Komandan Tingkat Tinggi!
"Hanya kalian ingin membunuhku? Kalau kalian bisa kemarilah!" ujar Shin sambil tersenyum menyeringai menatap sekelompok orang ini dengan menyebarkan aura pedangnya ke tingkat maksimal.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Daftar nama yang sudah vote:
1. Pikachu \= Vote 500 Poin
2. Muhamad Ikbal \= Vote 100 Poin
3. Narendra \= Vote 100 Poin
4. Cucu Sunarya \= Vote 100 Poin
5. ahmad saiful B \= Vote 100 Poin
6. Fajar \= Vote 80 Poin
7. kaezeru \= Vote 60 Poin
8. Cheni Chuslher \= Vote 50 Poin
9. Adiaza \= Vote 30 Poin
10. Drexsseleer \= Vote 30 Poin
11. 🍉•Al~™•🌶️ \= Vote 20 Poin
12. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin
13. said Irfan \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!
__ADS_1