Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 57 - Perbedaan Shin Sebelum Dan Sesudah Memahami Aturan Pedang


__ADS_3

Shin, Annie dan Nisha saat ini melihat ada seekor babi hutan yang berlari ke arah mereka.


Dan Shin saat ini melihat babi hutan ini merasa berada di level 1 dan tidak peduli terhadapnya.


Namun ketika baru saja satu babi hutan ini keluar, tiba-tiba babi hutan kedua, ketiga … ke-10 muncul secara bersamaan keluar dari hutan.


Shin bingung melihat ini, mengapa para babi hutan ini tiba-tiba keluar dari hutan? Dan ketika Shin melihat tingkat kekuatan Annie ini, ia melihat kalau Annie berada di  tahap Setengah Prajurit Tingkat Awal.


Annie melihat kedatangan sekelompok babi hutan ini wajahnya menjadi jelek, lalu berkata kepada Nisha, "Nisha, cepat pergi dari sini! Aku akan menahan kelompok babi hutan ini, dan kau Shin aku minta maaf kalau tidak sopan, tapi … tolong lindungi Nisha lalu bawa pergi dia." ujar Annie kepada Nisha dan meminta tolong Shin untuk melindungi Nisha dengan nada memohon, ia merasa pemuda ini tampaknya adalah orang biasa karena tidak dapat merasakan aura yang ada di tubuhnya.


Kejadian ini adalah hal sudah biasa Desa Careth ini diserang oleh binatang buas yang berada di hutan.


Annie yang saat ini masih berada di tahap Setengah Prajurit Tingkat Rendah, ia memberanikan dirinya untuk melawan kelompok babi hutan ini, lalu mengeluarkan cambuk dari pinggangnya.


Nisha saat ini sangat panik dan matanya memerah sambil menatap kakaknya Annie setelah mendengar ucapan yang dikatakan oleh Kakaknya.


"Kakak …" jawab Nisha sambil menatap kakaknya yang tampaknya sedang bersiap-siap untuk bertarung, lalu ia berteriak, "TIDAK! Aku tidak akan pergi, aku akan melawan monster-monster jelek ini bersamamu kak!" teriak Nisha sambil menatap kelompok babi hutan ini.


Walaupun Nisha berkata seperti itu, tubuhnya gemetar ketakutan dan tangannya benar-benar gemetar sambil memegangi tangan kakaknya sambil mencoba untuk berani.


"Tidak! Kamu tidak boleh seperti itu, kamu masih kecil akan sangat berbahaya jika kamu disini, aku tidak ingin melihatmu terluka, kau tahu?, Dan kau Shin aku mohon cepat bawa pergi Nisha dari sini." jawab Annie yang menolak adiknya dan menatap Shin yang saat ini masih duduk bersandar di bawah pohon dengan wajah yang santai dan biasa-biasa saja.


Annie merasa aneh melihat Shin yang saat ini masih merasa tenang dan tidak ada rasa panik di wajahnya, bahkan ia melihat kalau Shin malah tersenyum.


Mendengar ini, Shin hanya tersenyum lalu bangun dan berjalan melewati Annie dan Nisha dengan perlahan, disatu sisi kelompok babi hutan ini sudah mulai mendekati mereka bertiga.


Annie dan Nisha menatap Shin yang berjalan melewati mereka dan berjalan kedepan lalu melihatnya dengan bingung, apa yang dilakukannya?


Shin yang saat ini berada di depan Annie dan Nisha, ia menengok ke arah kakak beradik ini dan berkata, "Kau tidak perlu panik, ini hanyalah sekelompok babi-babi kecil, aku akan membunuh mereka, jadi tenang saja." ujar Shin sambil tersenyum menatap kakak beradik ini lalu melirik ke arah sekelompok babi hutan yang jaraknya hanya 20 meter di depannya.


"I-Ini …" jawab Annie melihat Shin dengan aneh, bukankah pemuda ini adalah orang biasa? Mengapa ia berkata seperti itu?


Saat ini Shin mengeluarkan pedang besi biasa dari cincin penyimpanannya dan memegangnya di tangan kanannya.


Saat ini Shin benar-benar tidak menganggap kelompok babi hutan ini, ia menutup matanya dan mengangkat pedangnya ke langit.


Dalam persepsi Shin saat ini ia merasakan gerakan para babi hutan ini melambat lalu ia mengayunkan pedangnya secara vertikal dengan memasukkan sedikit aturan pedang dan seketika cahaya energi pedang berjumlah 10 melesat ke arah babi hutan ini.


Kecepatan 10 energi pedang ini sangat cepat dan seketika menebas semua babi hutan ini menjadi dua bagian secara langsung, dan energi pedang Shin terus menembus babi hutan ini dan menghantam tanah dan membuat ledakan.


BOOM!!!

__ADS_1


10 energi pedang meledak secara bersamaan yang membuat suara ledakan yang sangat keras dan asap tebal mengepul di sekitar bekas ledakan.


[Mendapatkan 1.130 Energi Jiwa!]


[Mendapatkan 980 Energi Jiwa!]


[Mendapatkan 990 Energi Jiwa!]


[Mendapatkan 1.090 Energi Jiwa!]



Melihat ini Shin tersenyum masam, ia benar-benar tidak mengira kalau serangan yang ia buat memiliki efek yang berlebihan.


'Lain kali aku akan mengontrol tingkat energi pedang dan aturan pedang ke dalam setiap seranganku, kalau tidak hal seperti ini akan terulang kembali …' gumam Shin sambil tersenyum masam melihat ini.


Annie dan Nisha melihat ini, mereka terpana sesaat. Terutama Annie, ia yang awalnya mengira Shin adalah orang biasa benar-benar terkejut melihat apa yang terjadi di depan ini. Dan Nisha saat ini yang sebelumnya takut sekarang menatap Shin dengan mata bersinar yang tampak mengaguminya.


"Ini … Jadi kau ternyata seorang pejuang …" ujar Annie sambil menatap Shin dengan tatapan terkejut di wajahnya.


Mendengar ini Shin tersenyum, "Mengapa? Apakah aku terlihat seperti orang biasa?" jawab Shin yang sudah menebak apa yang dimaksud dari pertanyaan Annie ini.


Annie mengangguk, "Ya, aku kira kau adalah orang biasa, karena aku tidak dapat merasakan aura padamu." jawab Annie.


Setelah memberitahu ini, sekelompok orang datang ketempat Shin, Annie dan Nisha.


Ketika Shin melihat sekelompok orang ini, ia mengenali salah satu orang ini, ia adalah pemimpin penjaga desa.


Pemimpin penjaga desa ini berlari ke arah mereka bertiga dengan diikuti yang tampaknya adalah para penjaga desa lainnya.


"Apa yang terjadi disini? Aku baru saja mendengar ada suara ledakan keras dari arah ini." ujar Pemimpin penjaga desa ini sambil menanyakan apa yang telah terjadi disini.


Annie melihat kedatangan Pemimpin penjaga desa dan penjaga desa lainnya ia melangkah dan menjawab, "Pemimpin, baru saja sekelompok binatang buas dari hutan menyerang kembali, namun saat ini sekelompok binatang buas ini sudah terbunuh." jawab Annie.


Pemimpin penjaga desa itu melihat Annie ia segera mengenalinya, dan berkata, "Serangan sekelompok binatang buas? Dan sudah terbunuh?" ujarnya sambil menatap ke sekitar area ini lalu ia melihat di jarak 15 meter di arah kiri mereka ia melihat ada sekelompok mayat babi hutan dengan kondisi terbelah dua.


Melihat kondisi terbunuhnya babi hutan ini, ia menatap Annie dengan aneh, ia tahu Annie adalah pengguna cambuk dan tahu tingkat kekuatannya, tidak mungkin Annie membunuh semua babi hutan ini dengan kondisi terbelah dua.


Lalu menatap gadis kecil dan pemuda yang tampaknya ia temui sebelumnya sambil memegangi pedang besi di tangan kanannya.


Secara tidak langsung ia mengetahui kalau tampaknya pemuda ini adalah orang yang membunuh sekelompok babi hutan ini.

__ADS_1


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Daftar nama yang sudah vote:


1. SYAHIRA AFFANIN ANELDY P. \= Vote 500 Poin


2. Rizya \= Vote 300 Poin


3. Fajar \= Vote 100 Poin


4. Abifandya Ryu \= Vote 100 Poin


5. Rusli Achmad \= Vote 100 Poin


6. Bebek_Liar \= Vote 100 Poin


7. NONE \= Vote 60 Poin


8. said Irfan \= Vote 50 Poin


9. Rizya \= Vote 30 Poin


10. Jordi Srabal \= Vote 30 Poin


11. Yoga Saputra \= Vote 30 Poin


12. Irka Putra \= Vote 20 Poin


13. Arya Hartawan \= Vote 20 Poin


14. Adiaza \= Vote 20 Poin


15. Agi Haidar \= Vote 10 Poin


16. Cucu Sunarya \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.

__ADS_1


——————————————————————————


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2