Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 50 - Lulus Tes Lantai 2 Tanpa Kesulitan


__ADS_3

Setelah sampai di Menara Pelatihan Pedang, Shin menyimpan kudanya di kandang kuda yang ada di sebelah bagian kiri Menara Pelatihan Pedang.


Untuk menyimpan kuda di Menara Pelatihan Pedang, karena kuda Shin adalah tipe Kuda Perang membutuhkan biaya perawatan seharga 2 kristal Spar tingkat rendah per harinya, dan karena Shin akan memfokuskan diri di Menara Pelatihan Pedang ini, ia membayar 40 kristal Spar perawatan selama 20 hari.


Setelah menyimpan kudanya Shin kembali memasuki Menara Pelatihan Pedang, dan ketika baru saja memasuki Menara Pelatihan Pedang, Shin bertemu dengan Favian yang tampaknya akan pergi. Namun, saat ini ia bingung karena ada banyak pembicaraan di sini dengan topik pembicaraan wanita bernama Elena.


"Oh? Ternyata kau Shin, sudah 5 hari aku tidak melihatmu." ujar Favian ketika berpapasan dengan Shin di gerbang Menara Pelatihan Pedang.


"Yo, seperti yang kau lihat, 5 hari kemarin aku tenggelam dalam memahami aturan pedang." jawab Shin.


"Jadi seperti itu … Apakah kau hari ini akan melanjutkan berlatih di menara ini?, Karena aku baru saja selesai berlatih jadi aku akan pergi." tanya Favian


"Ya, aku akan melanjutkan berlatih, jadi bagaimana dengan peningkatan mu?" tanya Shin dengan penasaran.


Favian mendengar ini, ia memutar matanya dan menjawab, "Sama seperti kemarin, aku masih memahami 1 aturan yaitu aturan kekuatan dan akhir-akhir ini aku sedang memahami aturan kecepatan, hanya saja itu terlalu sulit. Bagaimana denganmu?" jawab Favian sambil menggaruk kepalanya.


Mendengar ini, Shin tersenyum masam, karena dirinya dengan mudah memahami 45 aturan pedang, dan setelah mendengar kata-kata Favian kalau dirinya sulit memahami aturan pedang Shin memikirkan sistem yang ada pada dirinya dan diam-diam berterima kasih kepadanya.


Pada saat yang bersamaan sistem menjawab.


[Anda tidak perlu berterima kasih kepada saya, ini sudah ketiga kalinya anda mengucapkan itu. Karena sudah tugas saya membantu anda.]


Mendengar jawaban dari sistem yang tiba-tiba, Shin tertegun sejenak, sepertinya sistem memahaminya.


" Karena 5 hari ini aku tenggelam dalam memahami aturan pedang, aku berhasil memahami 25 aturan pedang. Dan hari ini aku akan pergi mengikuti tes untuk memasuki lantai 3 menara." jawab Shin dengan sedikit kebohongan di dalam kata-katanya, karena ia tidak ingin memberitahu siapapun tentang kekuatannya, karena ini adalah privasinya.


Setelah mendengar kalau pemuda di depannya sudah memahami 25 aturan pedang, Favian terbatuk-batuk dan menatap Shin dengan pandangan tidak percaya.


"I-Ini? Tunggu sebentar, bisakah aku tanya sesuatu?" jawab Favian sekaligus ingin menanyakan tentang latih tanding sebelumnya.


"Tentu, apa itu?" jawab Shin dengan ekspresi bingung.


"Latih tanding kemarin sudah berapa banyak kau memahami aturan pedang?" tanya Favian sambil menatap Shin yang ingin memastikan sesuatu.


Shin tersenyum masam, lalu akhirnya menghela nafasnya, "Sebenarnya latih tanding kemarin aku sudah memahami 10 aturan pedang …" jawab Shin.


Setelah mendengar kata-kata ini, Favian hanya menghela nafasnya, dan menatap Shin dengan tatapan sedikit mengaguminya, karena dia tahu pemuda di depannya adalah seorang yang baru saja memasuki Klan Pedang dan berlatih di Menara Pelatihan Pedang ini tidak lama.


Seperti yang diharapkan …, gumam Favian.


"Aku mengerti … Lalu aku akan pergi. Kau lanjutkan berlatih di Menara Pelatihan Pedang." jawab singkat Favian dan berjalan pergi.


Melihat ini Shin tertegun sejenak, lalu menghentikan Favian yang berjalan pergi dari Menara Pelatihan Pedang.


"Tunggu, bisakah aku menanyakan sesuatu?" tanya Shin sambil memanggil Favian.


Favian berhenti lalu berbalik, dan menjawab, "Apa itu?"


"Bisakah kau beritahu aku siapa wanita di topik pembicaraan ini?" tanya Shin.

__ADS_1


"Oh? Apakah kau menyukainya? Aku beritahu padamu, kalau wanita itu bernama Elena, dia adalah salah satu dari 10 peringkat teratas di cabang Klan Pedang ini, Elena juga salah satu kandidat turnamen yang diadakan oleh Raja dari Kerajaan Tesaria." jawab Favian sambil menjelaskan tentang wanita yang ada di topik pembicaraan ini.


Setelah mendengar ini Shin mengangguk, tampaknya dirinya mempunyai calon lawannya di turnamen nanti.


"Tidak, bukan seperti itu, aku hanya penasaran saja." jawab Shin sambil tersenyum.


"Kalau tidak ada pertanyaan lain, aku akan pergi." tanya singkat Favian.


"Tidak ada, tidak ada …" jawab Shin sambil mengangkat tangannya.


Melihat kalau tidak ada pertanyaan lain, Favian segera melanjutkan berjalan pergi.


Shin melihat kalau Favian sudah pergi, ia berjalan memasuki lantai 1 menara pedang. Dan saat berjalan dan melewati perempuan yang bernama Elena ini, Shin mengabaikannya.


Saat ini, wanita bernama Elena ini dalam pandangan Shin memang masih sangat muda yang sama seperti umurnya dan bahkan lebih muda. Wanita ini memiliki rambut perak panjang dengan memakai gaun berwarna putih dengan ekspresi dingin di wajahnya.


Setelah melewati wanita ini, Elena yang saat ini sedang mengobrol dengan temannya sekilas melihat Shin yang sedang berjalan ke tangga lantai 1 Menara Pelatihan. Dan ketika melihat Shin ia terkejut setelah merasakan aura pedang di sekitar pemuda itu.


"Meyla, apakah kau tahu siapa pria itu?" tanya Elena kepada teman wanita yang bernama Meyla ini sambil menunjuk pria itu dengan nada penasaran


Meyla yang mendengar ini ia terkejut sesaat, Elena bertanya seorang pria kepadanya?, Dan menatap pria yang diarahkan oleh Elena, lalu menjawab, "Ternyata dia, pria itu adalah seorang yang dibawa oleh Nona Elisa belum lama ini, dan berita tentangnya sudah tersebar luas di Klan Pedang ini dan mengapa kau bertanya tentang pria itu?" jawab Meyla sambil menjelaskan tentang pria yang ditunjuk oleh Elena.


"Jadi berita tentang pria yang dibawa oleh Nona Elisa adalah dia?, Aku mengerti … Pria itu memiliki aura pedang yang sangat kuat, tampaknya ia telah memahami banyak aturan pedang!" ujar Elena, saat ini ia menyipitkan matanya pada pria itu.


Mendengar kata-kata Elisa, Meyla menatap pria yang dibawa Nona Elisa itu dengan pandangan tidak percaya.


***


Shin berjalan ke arah pria paruh baya itu dan berbicara, "Aku disini untuk mengikuti tes untuk memasuki lantai 3 menara!" Ujar Shin.


Pria paruh baya yang melihat kedatangan Shin tampak tidak peduli dan menjawab, "Karena kau sudah mengikuti tes lantai 2, jadi kau sudah tau aturannya, hanya yang berbeda dari tes lantai ketiga adalah menyelesaikan 25 aturan pedang! Dan kau tidak perlu bertarung denganku, kau hanya melakukan gerakan dengan di setiap gerakanmu memiliki aturan pedang di dalamnya." jawab pria paruh baya itu dengan nada malas dan melambaikan tangannya.


Mendengar aturan tes lantai 3 menara ini Shin menghela nafas lega, karena tes ini tidak terlalu merepotkan dan juga akan lebih cepat dari sebelumnya.


"Baiklah, bisakah kau memulainya?" tanya Shin.


Pria paruh baya itu melambaikan tangannya dan berkata, "Mulai saja …" jawabnya.


Shin tersenyum melihat sifat pengawas ini, namun karena pria paruh baya ini adalah penjaga sekaligus pengawas lantai 3 menara, itu berarti pria paruh baya ini memiliki kekuatan yang kuat.


"Kalau begitu, aku mulai!" ujar Shin lalu mengeluarkan Pedang Kegelapannya dari penyimpanan sistem.


Pria paruh baya itu tetap sama seperti sebelumnya, namun ia saat ini hanya menatap Shin saja.


Shin saat ini bersiap dengan mengeluarkan Pedang Hitam dari sarungnya dan melambaikan pedangnya sesaat. Setelah itu, Shin mengepalkan tangannya pada gagang pedang dan matanya fokus dengan mengeluarkan Aura pedang dari dirinya.


Pria paruh baya melihat aura pedang yang dikeluarkan pemuda yang sebelumnya tidak peduli sekarang ia terkejut. Dari aura Pedang yang pemuda ini, tampak lebih kuat dan tajam daripada miliknya!


"I-Ini … Siapa pemuda ini! Aura Pedang yang begitu kuat! Aku merasa pemahaman aturan pedang yang dimiliki oleh pemuda ini tampaknya lebih dari yang aku pahami!" ujar pria paruh baya yang adalah pengawas ini dengan tatapan terkejut dan tidak percaya. Dari apa yang dilihat dari pemuda ini tampaknya masih berumur kurang dari 20 tahun, namun dengan Aura Pedang yang dikeluarkannya tampak melebihi dirinya!

__ADS_1


Setelah tertegun sejenak, pengawas ini segera menghentikan gerakan Shin dan berkata, "Kau! Berhenti, kau sudah lulus dari tes ketiga ini!" teriak pengawas itu dengan segera menghentikan gerakan Shin.


Shin yang sedang bersiap-siap akan mengeluarkan gerakan pertamanya, ia mendengar pengawas itu bilang kalau dirinya sudah lulus dari tes ini.


Mendengar ini Shin terkejut lalu menatap pengawas itu dengan tatapan bingung.


Pria paruh baya ini melihat ekspresi Shin dia mengerti lalu menjelaskan, "Kau sudah lulus dari tes ketiga ini karena aku merasakan Aura Pedang yang kau punya itu." ujarnya.


Shin mengerti setelah mendengar ini, namun ada satu hal yang ia tidak ketahui, yaitu Aura Pedang!, Ini adalah hal baru yang ia rasakan, namun setelah memikirkan sebelumnya ia telah membuka kekuatan yang tidak terlihat tampaknya segera mengerti.


"Aku mengerti!" jawab Shin.


"Kalau begitu berikan token identitas mu dan aku akan memberikan tanda bahwa kau sudah lulus." ujar pengawas itu.


Shin segera mengeluarkan token identitasnya dari cincin penyimpanannya dan memberikan token ini kepada pengawas itu.


Setelah memberikan tanda pada token identitasnya dan memberikan kembali kepada Shin, ia melanjutkan berjalan memasuki lantai ketiga menara.


Melihat pemuda itu, pria paruh baya yang adalah pengawas dan penjaga lantai 3, menatapnya dan mengangguk.


"Sepertinya aku akan melihat lahirnya jenius pedang di dunia ini …" gumamnya.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 18. (Update untuk tanggal 19 akan di update besok, terima kasih!)


Daftar nama yang sudah vote:


1. Abdul ghofur \= Vote 1.000 Poin


2. Lidya Mariska \= Vote 110 Poin


3. Bebek_Liar \= Vote 100 Poin


4. Ali Rasyidin \= Vote 100 Poin


5. Fakh Run \= Vote 100 Poin


6. NONE \= Vote 80 Poin


7. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru,  vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————

__ADS_1


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2