Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 56 - Gadis Kecil Bernama Nisha


__ADS_3

Terima kasih πŸ‰β€’Al~β„’β€’πŸŒΆοΈ sudah memberikan 10 tips, saya membuat 2 chapter tambahan karena sudah memberikan tips kepada saya, semoga menyukai cerita ini. Terima kasih πŸŽ‰


...----------------...


Shin menghela nafasnya dan menjawab, "Benar, aku sama seperti pemimpin penjaga itu, aku adalah seorang pejuang … Mengapa kamu bertanya tentang ini?" jawab Shin dengan nada penasaran lalu menanyakan.


Gadis kecil itu mendengar ini segera menjawab dengan tatapan tegas di matanya, lalu menjawab, "Karena aku ingin menjadi seorang pejuang seperti kakak Annie!" jawabnya dengan tatapan tegas di matanya.


Melihat ini Shin tertawa di dalam hatinya, bukan berarti ia menertawakan keputusannya karena ia melihat gadis kecil yang polos ini mengucapkan ingin menjadi seorang pejuang, apalagi ia berkata ingin menjadi kakak Annie. Dan siapa Annie ini? Shin sedikit lucu melihat sikap adik kecil ini.


"Kakak Annie? Siapa kakak Annie?, Jadi kamu ingin menjadi seorang pejuang ya …," ucap Shin sambil menatap gadis kecil itu lalu berjalan ke arah bawah pohon dan duduk di bawah pohon itu dan melanjutkan, "Jika itu yang kamu inginkan, aku ingin tahu apa alasanmu ingin menjadi seorang pejuang?" lanjut Shin yang saat ini sedang duduk dan menatap gadis kecil yang berdiri di depannya.


Gadis kecil ini terdiam sesaat dan tampaknya sedang memikirkan sesuatu.


Dan saat ini Shin menatap gadis kecil itu yang terlihat sedang memikirkan sesuatu ia merasa gadis kecil ini benar-benar sangat lucu yang bahkan membuat Shin benar-benar tertawa melihat kelucuan ini.


Setelah memikirkan sebentar, gadis kecil itu menatap Shin kembali dan berkata, "Aku ingin menjadi seorang wanita yang kuat dan dapat membunuh monster-monster jelek yang selalu menyerang desa kami!" ujar gadis kecil itu.


Pada saat yang bersamaan angin sepoi-sepoi berhembus ke arah mereka berdua yang membuat rambut gadis kecil ini berkibar.


Shin mendengar ini ia benar-benar tidak tahan lagi dengan sikap gadis kecil ini dan tertawa, "Pfftt … Hahaha … Maaf, maaf bukan aku menertawakan keputusanmu …" Shin tertawa setelah mendengarnya dan akhirnya berhenti, dan melanjutkan, "Alasanmu itu memang tidak salah, dan hanya saja di dunia seorang pejuang itu sangat kejam, dan mungkin kamu masih belum mengerti, tetapi setelah kamu besar nanti kamu akan mengerti." jawab Shin sambil memberitahu hal kecil yang sebenarnya di dunia pejuang.


Melihat pemuda di depannya mengatakan ini, ia sedikit cemberut dan tampaknya tidak puas dengan jawaban Shin.


Melihat ini Shin tersenyum dan bertanya, "Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Shin.


"Namaku adalah Nisha-" jawab Gadis kecil yang bernama Nisha namun terpotong oleh seseorang yang memanggilnya.


"Nisha!" teriak seorang wanita yang memakai baju besi di badannya dan berjalan ke arah Shin dan Nisha.


"Ternyata kau disini! Kamu tahu, aku sudah mencarimu kemana-mana." ujar wanita yang berjalan tergesa-gesa ke arah Nisha dan Shin.


Ketika wanita ini melihat ada seorang pemuda yang sedang duduk di depan Nisha, ia menatap pemuda ini sambil menyipitkan matanya dan merasakan aura pada tubuh pemuda ini.


Setelah ia memeriksanya, ia tidak merasakan aura pada pemuda ini lalu berjalan ke arah Nisha.


Shin melihat ada seorang wanita yang memanggil Nisha dan menatap kedatangan wanita ini lalu tersenyum, ia segera menebak kalau wanita ini tampaknya adalah kakaknya Nisha.


Nisha melihat kedatangan wanita itu dan saat menolehnya ia mengenalinya dan bersemanhat, lalu menjawab, "Kakak Annie …"Β 


Shin mendengar Annie tampaknya ia mengerti, kakak Annie yang di ucapkan Nisha sebelumnya sepertinya adalah wanita yang sedang berjalan menuju ke arahnya.


Annie akhirnya sampai di tempat Shin dan Nisha, ia berbicara, "Nisha, aku sudah bilang padamu sebelumnya bukan? Jangan pergi keluar desa bahkan kepinggiran desa. Mengapa kamu tidak mendengarkan ku?" ujar Annie ini tampak khawatir di wajahnya.

__ADS_1


Mendengar ini, Nisha hanya menundukkan kepalanya dan menjawab, "Maaf, aku salah …" jawab Nisha sambil menundukkan kepalanya.


Setelah melihat kalau kondisi dari Nisha tampaknya baik-baik saja, Annie menghela nafasnya lalu menatap pemuda yang sedang duduk di bawah pohon itu.


"Ini?" tanya Annie kepada Nisha.


Nisha melihat pemuda di depannya ia tersenyum malu, "Aku belum tahu siapa namanya." jawab Nisha kepada Annie.


Annie melihat ini ia terkejut, adiknya Nisha bahkan tidak mengetahui orang yang ada di depannya? Memikirkan ini Annie menatap Nisha sambil menyipitkan matanya.


Shin yang hanya bersantai sambil mendengar kedua kakak beradik ini, ia melihat kakaknya tampak khawatir setelah mencari-cari adiknya dan adiknya sedang bersama orang yang tidak dikenal, Shin melihat ekspresi dari wanita ini ia mengerti dari sikapnya, sikap yang diperlihatkan kakaknya ini sudah wajar.


"Namaku Shin, aku adalah seorang yang lewat dan tidak sengaja melewati Desa ini dan aku memutuskan beristirahat disini sebentar lalu melanjutkan perjalananku, jadi kau tidak perlu khawatir aku tidak punya niat lain." ujar Shin sambil tersenyum.


Mendengar nama pemuda di depannya Nisha segera menatapnya dan berkata, "Jadi nama kakak adalah Shin, senang berkenalan dengan mu." ujar Nisha.


"Hahaha … Senang berkenalan denganmu Nisha." jawab Shin sambil memainkan kayu kecil di tangannya.


Melihat situasi ini, Annie menatap kedua orang ini dengan aneh, ia bertanya-tanya apa yang telah terjadi disini? Mengapa Nisha terlihat akrab dengan pemuda ini.


Dalam pandangan Annie, pemuda di depannya memakai jubah hitam dengan rambut hitam yang panjang dan wajahnya terlihat tampan.


Melihat pakaian yang dikenakan saja, tampaknya ia tahu kalau pemuda ini memiliki identitas yang cukup kuat di belakangnya.


Sebelum Nisha menjawab ini, Shin menjawabnya terlebih dahulu, "Aku baru saja datang ke Desa ini, dan ketika aku beristirahat di pohon itu aku melihat Nisha ini menatapku lebih dari 30 menit.


Dan ketika sedang menatapku, Nisha tidak menyadari kalau ada ular hijau yang telah bersiap akan menyerangnya. Ketika melihat ini aku menangkap ular itu dan membuangnya.


Setelah itu memulai pembicaraan kecil termasuk Nisha berkata ia ingin menjadi seorang pejuang yang sama seperti kakaknya Annie." jawab Shin sambil menerangkan penjelasan saat awal ia datang ke desa hingga bertemunya mereka.


Setelah mendengar ini wajah Nisha sedikit malu karena, pemuda bernama Shin ini mengatakan kalau ia ingin menjadi seperti kakaknya.


Dan Annie ketika mendengar penjelasannya ia mengerti, lalu menatap Nisha sesaat ia melihat kalau Nisha sedikit malu lalu menatap Shin kembali.


"Ternyata seperti itu …" ujar Annie mengangguk mengerti setelah mendengarnya, "Terima kasih sudah menolong Nisha, kalau tidak ia akan terluka jika tidak ada yang menolongnya." lanjutnya sambil berterima kasih kepada Shin.


Shin yang saat ini memainkan batang kayu kecil di tangannya dan menatap Annie kalau ia berkata tulus, Shin mengangguk dan menjawab, "Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena alasan mengapa Nisha sampai seperti itu adalah kedatanganku kedesa ini, jadi secara tidak langsung ini juga ada sangkut pautnya denganku." jawab Shin sambil melambaikan tangannya.


Tepat saat Shin selesai berbicara, terdengar raungan babi hutan dari arah hutan dan tampaknya berlari menuju kearah ketiganya.


Mendengar suara raungan ini Shin, Annie dan Nisha menatap ke arah suara itu, ia melihat ada babi hutan berukuran besar sedang berlari ke arah mereka.


Bersambung

__ADS_1


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 20. (Update untuk tanggal 21 akan di update besok, terima kasih!)


Daftar nama yang sudah vote:


1. Moch Iqbal \= Vote 500 Poin


2. Abifandya Ryu \= Vote 200 Poin


3. Bill Sopios \= Vote 120 Poin


4. Kelwin Rian \= Vote 100 Poin


5. Arya Hartawan \= Vote 100 Poin


6. Cucu Sunarya \= Vote 100 Poin


7. Fajar \= Vote 90 Poin


8. Roni Setyawan \= Vote 80 Poin


9. NONE \= Vote 60 Poin


10. SanSkuy \= Vote 50 Poin


11. Drexsseleer \= Vote 30 Poin


12. πŸ‰β€’Al~β„’β€’πŸŒΆοΈ \= Vote 20 Poin


13. Arslan \= Vote 10 Poin


14. Jordi Srabal \= Vote 10 Poin


15. Gito Chan \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru,Β  vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2