Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 16 - Pusat Kota Alegan


__ADS_3

Waktu tidak terasa sudah malam, Shin saat ini sedang duduk di sofa sambil menutup matanya dan menyerap dari gambaran latihan ketika meningkatkan keterampilannya.


Tiba-tiba suara terdengar dari perutnya, yang menandakan kalau dia lapar saat ini, Shin membuka matanya lalu mengelus perutnya.


"Hah ... aku bahkan sampai lupa dengan makan." gumam Shin sambil tersenyum kecut.


Segera bangun dari sofa, Shin berjalan menuju meja makan, dan mengeluarkan daging kering yang dia beli sebelumnya, walaupun dia bisa saja memanggil pelayan untuk membawakan makanan, tapi dia tidak melakukannya.


Setelah memakan makanannya, Shin mengeluarkan tas berisikan Kristal Spar tingkat tinggi, dia ingin mencoba menyerapnya.


Segera mengeluarkan 1.000 Kristal Spar tingkat tinggi, di depannya dia melihat tumpukan Spar bewarna putih susu, Shin segera mengambil kristal spar yang pertama, dan ketika Shin memfokuskan inti jantungnya, Kristal Spar berwarna putih segera melepaskan lingkaran cahaya redup. Pada saat yang sama, Aura yang terdapat di dalam Kristal Spar diserap cepat oleh inti jantung Shin.


Waktu berlalu perlahan, setelah 1 jam Shin mulai menyerap Kristal Spar kedua.


Malam semakin larut, menyadari kalau dia tidak bisa melanjutkan menyerapnya lagi, segera memasukkan sisa Kristal Spar kedalam tas penyimpanannya.


Shin menyadari waktu ketika dia menyerap Kristal Spar membutuhkan waktu 1 jam per Spar, jadi hari ini dia hanya menyerap 4 Kristal Spar.


Setelah menyerapnya Shin bangun dari meja makan, dan berjalan menuju kasurnya, lalu berbaring.


Sebelum Shin tidur, dia ingin melihat seberapa banyak yang dia serap dari 4 Kristal Spar sebelumnya, segera melihat ke statusnya.


Status, Ucap Shin dalam benaknya.


...[Nama: Shin]...


...[Gender: Laki-laki]...


...[Usia: 18 tahun]...


...[Ras: Manusia]...


...[Tingkat Kekuatan: Prajurit Tingkat Rendah (Membutuhkan 100 / 250.000)]...


...[Kekuatan: 220]...


...[Kecepatan: 281]...


...[Energi Spiritual: 10]...


...[Energi Tubuh: 204]...


...[Keterampilan: Pedang Dasar ( Level 5 ), Gerakan Dasar ( Level 5 ), Sword Slash ( Putih Rendah Level 3 ), Sword Moon Art ( Putih Rendah Level 3 ) ...]...


...[Item: Pedang Besi (biasa) x3, Pedang Hitam (besi hitam), Tombak Merah (biasa), Pisau Gelap (biasa) ...]...

__ADS_1


...[Energi Jiwa: 4.945]...


...[Evaluasi: Kekuatan sangat lemah, bahkan semut saja lebih kuat.]...


Mengabaikan evaluasi sistem, Shin melihat kalau peningkatan menyerap Kristal Spar tidak terlalu berpengaruh banyak, memikirkan harga 1 Kristal Spar tingkat tinggi itu sebanding 10.000 kristal Spar tingkat rendah, dia sedikit menyayangi pemakaian sebelumnya, walaupun dipakai 4 saja itu sebanding dengan 40.000 kristal Spar tingkat rendah.


Shin segera menghela napas, lalu menutup matanya dan tertidur.


...****************...


Keesokan harinya, Shin bangun lebih awal, pergi mengambil air lalu membasuh wajahnya.


Shin pergi ke luar dan mencari Sally untuk memberitahunya dia akan segera pergi.


Ketika Shin sedang berjalan-jalan, dia bertemu dengan Lily Evard dan diikuti beberapa pelayan di belakangnya.


"Hey, Shin! selamat pagi ... apa yang sedang kau lakukan disini?" Ucap Lily Evard sambil tersenyum.


"Pagi Lily, aku sedang mencari Sally untuk memberitahunya kalau aku akan segera pergi." Jawab Shin.


"Mencari Sally? jadi kau akan segera pergi?" Tanya Lily Evard.


"Ya, aku akan segera pergi, apakah kau tahu dimana Sally saat ini?" Jawab Shin.


Mendengar ini Shin merasa tidak enak, "Kalau begitu aku akan merepotkan mu." Jawab Shin.


"Tidak apa-apa ... Jena, kamu pergi mencari Sally, lalu beritahu padanya kalau Shin akan segera pergi." Ucap Lily Evard.


"Baik nona, saya mohon undur diri." Ucap Jena yang sepertinya adalah pelayan Lily Evard.


Ketika pelayan itu pergi, Shin dan Lily menunggu.


Setelah beberapa menit kemudian, Sally datang.


"Shin, apakah kamu akan pergi?" Tanya Sally.


"Ya, Aku akan segera pergi untuk melanjutkan perjalananku." Jawab Shin.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu keluar." Ucap Sally dengan ekspresi enggan.


Lily Evard melihat ekspresi di wajah adiknya dia tersenyum dan dia tahu apa yang dimaksud dari ekspresinya.


Shin mengangguk sebagai jawaban, lalu ketiga orang itu pergi keluar rumahnya.


Ketika sampai diluar rumah, Lily memanggil penjaga untuk mengambil kuda Shin, dan setelah beberapa menit menunggu akhirnya penjaga itu datang membawa kuda Shin, lalu menyerahkan kepada Shin.

__ADS_1


Shin segera menaiki kudanya lalu berbicara kepada Sally dan Lily, " Sally, Lily terima kasih, aku akan pergi, lain waktu kita bisa bertemu lagi." Ucap Shin sambil tersenyum.


Lalu Shin memacu kudanya dan segera pergi.


Sally hanya menatap punggung Shin sampai menghilang dari pandangannya.


Lily melihat ini segera mencubit pinggang Sally.


"Hey, hey lihat ini, sepertinya aku melihat seseorang sedang jatuh cinta." Ucap Lily Evard sambil mengejek.


Setelah merasa dicubit oleh kakaknya dan mendengar kata-kata dari kakaknya, wajah Sally memerah, lalu berbicara, "Apaan sih kak, t-tidak kok." Ucap Sally dengan nada rendah sambil menurunkan kepalanya dengan wajah memerah.


Lily melihat ekspresi yang diperlihatkan adiknya, dia terus mengejeknya.


...****************...


Shin saat ini baru saja keluar dari area rumah dari keluarga Evard, dia memutuskan untuk pergi ke pasar di pusat kota untuk membeli beberapa perlengkapan dan bahan makanan untuk di perjalanannya nanti.


Setelah beberapa menit kemudian dia akhirnya sampai di pusat kota, suasana di pusat kota untuk pagi hari sangat ramai, terutama banyak sekali pejuang disini.


Shin terus mengendarai kudanya dan berjalan sambil melihat-lihat sekitarnya, namun pada saat ini dia melihat keramaian di depannya, karena penasaran Shin segera mendekati keramaian itu.


Dia melihat di pusat keramaian ini ada kontradiksi dari pihak tertentu yang menyebabkan orang-orang sekitar memperhatikannya, dan setelah mendengar percakapan orang-orang sekitar, akhirnya dia mengerti.


Dari apa yang Shin dengar, keributan ini disebabkan oleh dua pihak dari keluarga besar, segera dia mengabaikannya dan segera melanjutkan perjalanannya, namun pada saat akan berjalan, dia mendengar suara bertarung di tempat kerumunan tadi.


Segera para kerumunan mulai mundur mengambil jarak karena takut terkena efeknya, dan Shin bisa melihat siapa yang bertarung, dari yang dia lihat, ada dua orang pria yang memakai senjata pedang sedang bertarung saat ini.


Suara benturan pedang beberapa kali terdengar sangat kencang dan menyebabkan percikan api dari benturannya.


Shin saat ini hanya memperhatikan gerakan kedua orang itu, dan kecepatan kedua orang itu sangat lambat di mata Shin, tampaknya kedua orang ini berada di tingkat kekuatan Setengah Prajurit.


Setelah beberapa saat bertarung puluhan putaran nampaknya akhir dari kedua sisi telah diputuskan, salah satu dari mereka terluka, dan tidak lama kemudian para penjaga yang berpatroli segera datang.


Kedua orang yang menyebabkan keributan ini di bawa oleh para penjaga, setelah dibawa, kerumunan ini segera membubarkan diri.


Shin menggelengkan kepalanya, dia tahu kalau peraturan di Kota Alegan ini dilarang bertarung, kecuali di beberapa tempat tertentu seperti arena.


Setelah melihat beberapa hal ini, Shin melanjutkan perjalanannya menuju pasar di pusat kota.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


Jangan lupa dukung novel ini dengan Vote, Like, Favorit dan Komentarnya ya, terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2