
Namun setelah merasakan aura yang ada di dalam tubuh pemuda itu, pemimpin penjaga desa ini sangat bingung sekarang.
Ia tidak bisa merasakan aura yang ada di dalam tubuh Shin, tapi setelah melihat pedang besi yang ada di tangannya ia menatap Annie dan Shin dengan pandangan aneh.
Pemimpin penjaga desa melihat ke arah mayat-mayat babi hutan itu lalu berjalan mendekatinya dengan diikuti oleh para penjaga desa lainnya.
Ketika berjalan mendekati mayat-mayat ini, ia melihat tidak jauh dari mayat-mayat ini ada bekas serangan yang tampaknya akibat suatu ledakan, dan pada saat ingin memeriksa bekas ledakan ini, pada jarak 8 meter di dekat bekas ledakan ini, ia merasa ada aura kuat yang sepertinya sisa dari suatu energi yang kuat dan misterius baginya.
"Aura yang sangat kuat! Aku ingin tahu siapa yang melakukan serangan ini." ujar Pemimpin penjaga desa yang saat ini dirinya merasakan tekanan aura dari bekas ledakan di depannya.
Lalu seorang penjaga desa di belakangnya berkata, "Pemimpin Remand, aku kira kita harus segera membersihkan mayat-mayat ini sebelum aroma darah ini akan memancing binatang buas lainnya yang ada di hutan.
Mendengar ini, Pemimpin Remand meliriknya lalu mengangguk dan tidak memperdulikan bekas ledakan ini lagi.
"Ya, sepertinya kita harus membersihkan mayat-mayat ini," jawab Pemimpin Remand.
"Lalu, aku perintahkan kalian segera bersihkan tempat ini." Lanjutnya.
Para penjaga desa mendengar ini segera bergerak untuk membersihkan mayat-mayat ini dan darah di sekitar tanah.
Setelah memerintahkan bawahannya, Pemimpin Remand berjalan mendekati Shin, Annie dan Nisha yang saat ini terlihat sedang berbincang-bincang.
"Annie, bisakah kau beritahu siapa yang membunuh sekelompok babi hutan ini?" tanya Pemimpin Remand yang saat ini penasaran siapa yang melakukan serangan dengan aura kuat itu.
Shin, Annie dan Nisha yang saat ini sedang berbincang-bincang, mereka menatap Pemimpin Remand setelah mendengar kata-kata yang ditanyakan oleh Pemimpin Remand.
Shin saat ini masih tampak santai dan tenang, setelah ia berlatih untuk memahami aturan pedang di Menara Pelatihan Pedang, dirinya merasa temperamennya telah berubah menjadi lebih tenang.
Shin mendengar pertanyaan dari Pemimpin penjaga desa ini ia tetap diam dan tidak berbicara kalau dirinyalah yang telah melakukan ini, sebaliknya ia tersenyum dan ingin melihat reaksi Annie dan Nisha. Karena ia sedikit senang setelah melihat ekspresi seseorang saat terkejut melihat siapa dirinya yang sebenarnya.
Annie yang saat ini mendengar pertanyaan Pemimpin Remand, ia segera menatap Shin namun ia melihat kalau Shin hanya diam yang tampaknya tidak ingin berbicara dan mengakuinya.
Annie hanya menghela nafasnya, walaupun ia melihat serangan yang telah Shin lakukan, ia melihat sikap yang diperlihatkan Shin tampaknya sangat santai dan seperti hanya mengayunkan pedangnya secara acak, Annie tahu kalau Shin ini sepertinya tingkat kekuatannya akan melebihi dari apa yang telah ia lihat sebelumnya.
"Pemimpin Remand, orang yang membunuh sekelompok babi hutan itu adalah pemuda ini." jawab Annie sambil menunjuk Shin.
"Benar, benar, kakak Shin yang sudah mengalahkan monster-monster jelek itu." jawab Nisha yang sekarang tampaknya dirinya memiliki pandangan yang sangat mengagumi Shin.
Shin melihat perilaku Nisha, ia tertegun sejenak, sepertinya gadis kecil ini terlihat berbeda dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
Pemimpin Remand setelah mendengar jawaban ini, ia menatap pemuda di depannya dengan aneh, menurutnya sejak pemuda ini sampai di Desa Careth, ia sudah tahu kalau pemuda ini adalah orang biasa.
__ADS_1
"Sepertinya kau telah menyembunyikan kekuatanmu …" ucap Pemimpin Remand kepada Shin yang sepertinya ia sudah mengerti mengapa pemuda ini menyembunyikan kekuatannya.
Mendengar ini, Shin hanya mengangkat bahunya dan tetap diam tidak menjawab.
Melihat sikap pemuda ini, ia menghela nafasnya, dirinya menebak kalau pemuda ini menyembunyikan kekuatannya karena alasan tertentu.
Setelah percakapan singkat ini, para penjaga desa lainnya akhirnya selesai membersihkan darah dan membawa mayat-mayat babi hutan ini dengan gerobak.
Salah seorang penjaga desa berjalan mendekati Pemimpin Remand dan berkata, "Pemimpin Remand, area di sekitar sini sudah dibersihkan dan ini adalah mayat-mayat babi hutan dan inti monste, lalu apa yang akan kita lakukan dengan mayat dan inti monster ini?"
"Bawa dan berikan kepada pemuda ini, karena binatang-binatang buas ini telah dibunuh olehnya." jawab Pemimpin Remand.
"Dimengerti!" Setelah itu para penjaga desa membawakan gerobak yang berisikan mayat babi hutan ini kepada Shin.
Melihat ini, Shin segera berkata, "Tunggu sebentar, untuk mayat dan inti monster ini kalian tidak perlu membawakannya kepadaku, aku akan memberikannya kepada desa ini." kata Shin.
Dirinya tahu kalau mayat-mayat babi hutan ini dapat dimakan dan inti monster ini dapat dijual di kota-kota terdekat untuk menghasilkan uang.
"Apakah ini tidak apa-apa?" ujar Pemimpin Remand itu sambil menatap Shin dengan wajah terkejut.
Pemimpin Remand tahu kalau Desa Careth ini bukan hanya penduduknya yang sedikit, tetapi para penduduk desa ini bekerja sebagai petani untuk dijual ke kota-kota terdekat, pendapatan dari desa ini tidak banyak dan bahkan para penjaga berburu binatang buas seperti babi hutan untuk dijadikan makanan dan menjual bahan-bahan nya.
Bukan hanya itu, para pemuda di Desa Careth ini sangat sedikit yang dapat menjadi seorang pejuang dikarenakan kurangnya sumber daya yang ada di desa ini, dengan pemberian Shin ini, ini juga sudah membantu keuangan Desa Careth ini karena inti monster dan bahan-bahan monster dapat dijual mahal.
"Ya, tidak apa-apa, kalian bisa mengambilnya, toh aku sedang tidak membutuhkannya." jawab Shin sambil melambaikan tangannya.
"Kalau begitu, terima kasih!" ujar Pemimpin Remand, "Ngomong-ngomong kau bisa memanggilku Remand atau Pemimpin Remand yang biasa dipanggil oleh orang-orang desa ini." lanjutnya sambil memperkenalkan diri.
Shin mengangguk dan tersenyum lalu menjawab, "Namaku Shin, kalau begitu aku akan memanggilmu Pemimpin Remand seperti yang lainnya." jawab Shin sambil tersenyum.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita membuat barbeque-" ujar Pemimpin Remand yang saat ini akan memberitahu akan membuat barbeque namun terpotong setelah mendengar suara teriakan dari belakangnya.
"Aaahhhh!!!"
Saat ini Shin, Annie, Nisha dan Pemimpin Remand maupun para penjaga lainnya menatap ke arah suara teriakan ini lalu tertegun sejenak terkecuali Shin yang menatap ke arah suara itu dengan tatapan biasa.
"Ada apa? Apa yang terjadi?" ucap Pemimpin Remand yang saat ini menatap ke arah suara teriakan itu.
Namun saat mereka menatap ke arah sumber suara itu, Pemimpin Remand terkejut melihat apa yang terjadi di depannya dan tiba-tiba emosi muncul dari dirinya.
Mereka semua melihat kalau para penjaga desa itu tampaknya telah terbunuh dan beberapa orang telah terluka.
__ADS_1
Namun setelah melihat siapa yang menyerang ini, mereka melihat ada sekelompok orang datang dari arah hutan dengan tanpa basa-basi menyerang dan membunuh para penjaga desa lainnya.
"Hahaha … Lihat sepertinya kita akan makan-makan enak malam ini!" suara tawa terdengar dari salah seorang sekelompok orang yang tiba-tiba menyerang.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Daftar nama yang sudah vote:
1. Cuup Sajah \= Vote 600 Poin
2. ☯️ (Maaf agak eror tulisannya di gw) \= Vote 300 Poin
3. TheNoblesseRaizel \= Vote 200 Poin
4. Muh Bakri \= Vote 200 Poin
5. Ilham Ilham \= Vote 60 Poin
6. Awan_Mendung186 \= Vote 20 Poin
7. Fajar \= Vote 20 Poin
8. Rana Rustanto \= Vote 20 Poin
9. zen chomsu \= Vote 10 Poin
10. Syuhada Kecik \= Vote 10 Poin
11. Rusli Achmad \= Vote 10 Poin
12. said Irfan \= Vote 10 Poin
13. Gito Chan \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
__ADS_1
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!