
Pada saat ini Shin sedang berjalan menuju Menara Pelatihan Pedang, namun ketika di jalan dirinya mendengar suara sistem dalam benaknya.
[Mendapatkan 56.800 Energi Jiwa!]
Shin yang mendengar suara sistem dalam benaknya, dia merasa terkejut saat ini, dengan pemberitahuan dirinya mendapatkan Energi Jiwa, itu berarti seseorang berada di sekitarnya baru saja meninggal.
Dan dari jumlah Energi Jiwa ini tampaknya orang yang baru saja meninggal adalah seorang pejuang tingkat Komandan! Memikirkan ini, Shin tentu saja terkejut, seseorang yang berada di tingkat Komandan baru saja meninggal di area Klan Pedang!
"Apakah telah terjadi pembunuhan di sekitar sini?" gumam Shin sambil melihat-lihat ke arah sekelilingnya.
Merasa kalau ada seseorang yang baru saja meninggal, dia segera bergegas ke Menara Pelatihan Pedang, karena kasus ini bukan urusannya jadi dia mengabaikannya.
…
Setelah Shin sampai di Menara Pelatihan Pedang, dia berjalan memasuki lantai 2 Menara Pelatihan Pedang, dan ketika sampai di gerbang lantai 2 dia dihentikan oleh penjaga yang menjaga gerbang ini.
"Tahan! Sebelum kau memasuki lantai kedua, kau harus memperlihatkan token identitasmu bahwa kau sudah mendapat izin memasuki lantai kedua menara pelatihan pedang ini." ujar penjaga gerbang itu yang menghentikan Shin dan memberitahu untuk memperlihatkan token identitasnya.
Setelah mendengar ini, Shin mengeluarkan token identitasnya dari cincin penyimpanannya lalu memberikan kepada penjaga itu.
Dan ketika penjaga itu melihat token identitas milik Shin memiliki izin untuk memasuki lantai kedua, dia mengembalikan token identitasnya.
"Baiklah, karena kau sudah memiliki izin, kau bisa memasukinya." ujar penjaga gerbang itu dan tidak menghalangi Shin lagi.
Shin mendengar ini, dia menjawab, "Terima kasih!" jawabnya.
Lalu Shin membuka gerbang besar lantai kedua Menara Pelatihan Pedang ini, dan memasukinya.
Pada saat Shin memasuki lantai kedua, dirinya merasa ada aura yang tidak asing di dalam ruangan lantai kedua ini, dia melihat ada sebuah batu besar dengan beberapa orang yang sedang duduk di sekitar batu itu.
Melihat batu besar ini, dia mengenalinya itu adalah prasasti. Shin berjalan ke tempat kosong lalu duduk dan memejamkan matanya sambil menyalurkan Energi Spiritualnya kedalam batu prasasti ini.
Saat ini ada seseorang yang sedang melakukan gerakan pedang di dalam benaknya. Melihat ini, tampaknya sistem membantunya lagi untuk memvisualkan gerakan yang ada dalam batu prasasti itu.
Karena bantuan sistem, dirinya segera memahami aturan pedang yang ada dalam batu prasasti ini.
Tidak lama kemudian Shin memasuki keadaan pencerahan.
Di ruang lantai kedua, waktu tidak terasa berlalu hingga hari ke hari.
Shin yang sedang tenggelam dalam kondisi pencerahan memahami aturan pedang dan tampak tidak bisa melepaskan dirinya dari kondisi pencerahan ini.
Bahkan saat ini Shin sudah menghabiskan 5 hari waktu di dunia luar, dan pemahaman aturan pedang dirinya sudah memahami sebanyak 45 aturan pedang, bahkan saat ini energi spiritualnya tampak meningkat.
Dan setelah menghabiskan 5 hari waktu dalam kondisi pencerahan, akhirnya Shin membuka matanya. Saat membuka matanya dia memancarkan cahaya aura tajam dari tatapannya, lalu menghembuskan nafasnya dan pada saat yang sama asap putih keluar dari helaan nafasnya.
"Aku tidak berharap akan memahami aturan pedang hingga 45 aturan!" ujar Shin sambil menatap batu prasasti di depannya.
Setelah memahami 45 aturan pedang, dirinya merasakan perubahan dalam temperamennya, bukan hanya aturan pedang yang dia pahami tapi dari setiap gerakan dalam benaknya telah dia pahami.
__ADS_1
"Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berada di lantai 2 Menara Pelatihan Pedang ini …" gumam Shin.
[Anda telah menghabiskan waktu 5 hari dalam memahami aturan pedang.]
Saat dirinya sedang menghitung berapa lama dirinya menghabiskan waktu di lantai 2 ini, tiba-tiba sistem menjawab pertanyaannya.
"Eh? Aku menghabiskan waktu hingga 5 hari? Apakah dalam kondisi pencerahan ini akan membuat seseorang tenggelam dalam pemahamannya sendiri …" ujar Shin dengan wajah terkejut, dia tidak berharap akan menghabiskan waktu 5 hari.
[Ini adalah hal normal, bahkan jika anda berada di tingkat yang lebih tinggi akan memakan lebih banyak waktu, bahkan hingga bertahun-tahun hingga ratusan tahun.]
Mendengar penjelasan dari sistem, Shin tertegun sejenak. Yang benar saja, menghabiskan bertahun-tahun hingga ratusan tahun? Hal seperti ini …
"Yah … Aku masih belum sampai pada tingkat itu, jadi sepertinya hal ini aku akan membiasakan diri." ujar Shin sambil memikirkan ini.
Selain itu tampaknya Shin merasakan energi spiritualnya meningkat, dan segera memeriksanya.
Status, ujar Shin dalam benaknya.
...[Nama: Shin]...
...[Gender: Laki-laki]...
...[Usia: 18 tahun]...
...[Ras: Manusia]...
...[Kekuatan: 515]...
...[Kecepatan: 451]...
...[Energi Spiritual: 135]...
...[Energi Tubuh: 325]...
...[Keterampilan: Pedang Dasar ( Level 6 ) (+), Gerakan Dasar ( Level 6 ) (+), Sword Slash ( Putih Rendah Level 4 ) (+), Sword Moon Art ( Putih Rendah Level 4 ) (+) ...]...
...[Item: Pedang Besi (biasa) x7, Pedang Hitam (besi hitam), Tombak Merah (biasa), Pisau Gelap (biasa) ...]...
...[Energi Jiwa: 103.800]...
...[Evaluasi: Kondisi masih sangat lemah! Segera tingkatkan kekuatan!]...
Mengabaikan Evaluasi sistem, Shin melihat Energi Spiritual nya meningkat lebih dari 80 poin dia merasa senang! Itu berarti dirinya dapat menggunakan Teknik Pedang Roh dengan waktu yang lebih banyak.
Melihat ini Shin sangat senang dan bersemangat, berlatih aturan pedang bukan hanya meningkatkan pemahaman tampaknya kondisi mental dan spiritualnya meningkat banyak.
Setelah merasakan ini, Shin mengingat kalau Sirius tampaknya ada di penginapan bulu biru, dan pada saat yang sama rasa lapar muncul dari perutnya.
"Sial, aku hampir lupa kalau aku belum makan dalam waktu 5 hari." ujar Shin sambil senyum kecut.
__ADS_1
Lalu Shin bangun dan pergi dari Menara Pelatihan Pedang kembali ke penginapan bulu biru.
***
Di Penginapan Furaya Emas, di kamar VIP terlihat seorang pria sedang duduk di ruang tamu kamar dengan ditemani 2 wanita cantik yang berada di kedua sisinya.
"Sudah 5 hari mengapa Ken belum kembali membawa informasi?" ujar Alfan Gifartus yang saat ini sedang minum dengan ditemani 2 wanita.
Menurutnya, Ken adalah salah satu bawahan yang memiliki bakal dalam mencari informasi, namun karena sudah 5 hari tidak ada kabar darinya, Alfan Gifartus merasa ada yang aneh dengan ini.
"Apakah sesuatu terjadi padanya?" gumam Alfan Gifartus sambil memikirkan beberapa kemungkinan, karena Ken adalah salah satu bawahan loyalnya.
Lalu Alfan Gifartus memanggil bawahannya yaitu pria bertubuh besar.
"Jed, kemarilah." ujar Alfan Gifartus.
Mendengar dirinya dipanggil oleh Tuan Muda Alfan, segera mendatanginya, lalu menjawab, "Ya Tuan Muda, apakah ada sesuatu?" jawabnya.
"Kau pergi dan cari tahu mengapa Ken belum kembali, tampaknya sesuatu terjadi padanya." ujar Alfan Gifartus sambil menyuruh Jed yang adalah pria bertubuh besar untuk mencari tahu mengapa Ken belum kembali.
Mendengar ini, Jed mengangguk dan menjawab, "Baik Tuan Muda!" jawabnya lalu segera pergi dari Penginapan Furaya Emas.
Melihat kepergian Jed, Alfan Gifartus menatap kedua wanita di sebelahnya lalu merangkul kedua wanita itu dan berkata, "Kalian berdua layani aku dengan baik, aku akan memberi hadiah yang bagus jika kalian melayani ku dengan baik." ujar Alfan Gifartus sambil tersenyum.
Mendengar kata-kata hadiah dari pria itu, kedua wanita ini segera tersenyum dan bersemangat, "Baik Tuan, saya akan berusaha." jawab keduanya.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 16. (Update untuk tanggal 17 akan di update besok, terima kasih!)
Daftar nama yang sudah vote:
1. Muhamad Alfiansyah \= Vote 240 Poin
2. Ali Rasyidin \= Vote 200 Poin
3. SanSkuy \= Vote 160 Poin
4. Gito Chan \= Vote 20 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!
__ADS_1