Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 18 - Kemah Bandit Taring Gorila (1/2)


__ADS_3

Saat ini Shin sedang menunggangi kudanya yang berlari kencang, setelah beberapa saat kemudian dia akhirnya sampai jalur pinggiran kota Kades, dari informasi yang dia tahu dalam beberapa menit dari pinggiran hutan Kades dari posisi Shin saat ini, ada desa bernama Erith.


Shin terus memacu kudanya, tidak lama kemudian, akhirnya Shin melihat sebuah tembok kayu yang menandakan dia sampai di Desa Erith, namun ketika dia melihat ke gerbang desa, Shin sangat terkejut dan mengerutkan keningnya. Segera Shin menarik tali kuda untuk memberhentikan kudanya.


Apa yang dia lihat saat ini adalah banyaknya mayat di depan gerbang, mayat-mayat ini berjumlah puluhan orang, bahkan dari kejauhan tempat Shin saat ini dapat mencium bau darah yang sangat kuat. Untung saja Shin membeli kuda perang, jika dia membeli kuda biasa, dengan situasi dan bau darah seperti ini, kuda biasa akan segera gelisah bahkan memberontak.


Segera Shin memacu kudanya dan berjalan menuju Desa Erith, psikologis Shin saat ini sangat tertekan, dari kondisi mayat-mayat ini tampaknya belum lama. Shin segera mengambil pedangnya dari penyimpanan sistem dan meningkatkan kewaspadaannya.


Ketika memasuki Desa Erith bahkan Shin yang sebelumnya terkejut, ketika melihat situasi dan kondisi Desa Erith ini menjadi lebih terkejut lagi, di jalanan, di depan rumah, terlihat banyak sekali mayat, bahkan sampai mayat anak-anak pun ada dimana-mana.


"Apa yang telah terjadi disini ... Siapa yang melakukan tindakan kejam ini?" Ucap Shin sambil menggertakkan giginya, dia merasa kesal dan kemarahannya pun terlihat pada ekspresinya.


Shin melihat ke sekelilingnya, lalu melihat ke arah tanah, dia melihat banyak sekali jejak kaki yang tertanam di tanah, bahkan ada juga jejak tapak kuda.


Dia memikirkan apa yang telah terjadi disini, sepertinya desa ini telah mengalami serangan dari sekelompok besar orang, dan dari dugaan Shin saat ini, tampaknya orang yang menyerang desa ini adalah dari kelompok Geng tertentu ataupun kelompok bandit.


Shin memacu kudanya dan mengikuti jalur jejak kaki maupun jejak tapak kuda yang terlihat di tanah.


Dari jalur jejak kaki maupun jejak tapak kuda, arah jejak ini menuju hutan Kades, Shin terus mengikuti jejak tersebut.


***


Di pedalaman hutan Kades tertentu, terlihat beberapa kemah yang di tempati oleh puluhan orang di sekitarnya.


Di beberapa tempat terdapat ada beberapa kurungan penjara dan isi dari kurungan penjara itu banyak sekali wanita di dalamnya, dari setiap kurungan penjara itu memiliki jumlah 5 orang di dalamnya.


Dan di salah satu kemah terlihat seorang pria besar sedang duduk di kursi dan di sekitarnya ada beberapa wanita cantik mengenakan pakaian minim, juga beberapa pria yang berdiri di dekat pintu kemah.

__ADS_1


Pria besar ini adalah orang yang menyerang Desa Erith sebelumnya, Pria besar ini adalah pemimpin bandit. Dari penampilan dan ekspresinya saat ini, tampaknya dia sedikit bosan.


"Kau, ambilkan beberapa buah dan makanan ... lalu kau, kemari layani aku." Ucap pemimpin bandit itu sambil memerintahkan kepada wanita yang ada di sekitarnya.


Wanita yang disuruh segera menuruti perintahnya, jika tidak menuruti perintahnya, para wanita ini akan di hukum dengan hukuman yang sangat kejam.


"Hehehe bos! bisakah aku meminta satu wanita yang ada di kandang itu?" Ucap salah satu orang yang berdiri di pintu kemah, dari ekspresinya dia menyeringai dan tampak bersemangat ketika mengucapkan ini.


Pemimpin bandit yang saat ini sedang di layani oleh para wanita, dia menoleh ke arah orang yang berbicara.


"Kody, apakah kamu ingin salah satu wanita dari kandang itu?" Ucap pemimpin bandit dengan ekspresi acuh.


Mendengar ini, pria yang bernama Kody segera menjawab sambil bersemangat, "Ya bos! jika di perbolehkan aku memilih satu wanita yang ada di kandang." Jawab Kody dengan ekstasi di wajahnya dan sangat bersemangat.


Melihat sikap bawahannya, pemimpin menjawab sambil berteriak, "Dasar bodoh, kau pikir aku menangkap para wanita itu hanya untuk dijadikan pelayan tidur saja? jika kau ingin satu kau boleh meninggalkan kedua lenganmu disini." Bentak pemimpin bandit itu dengan aura kekuatannya sehingga para wanita yang sedang melayaninya terkejut.


"Kukuku ... Si bodoh ini bahkan tidak menyadarinya, bos menangkap para wanita ini untuk dijual ke pedagang budak di pasar gelap, jika kau mengambil keperawanannya satu saja itu membuat harganya turun." Ucap seorang wanita yang tampak salah satu bawahan pemimpin bandit itu.


"Kau tidak usah ikut-ikutan lacur, bagaimana kalau kau yang menemaniku malam ini." Ucap Kody sambil menyeringai kepada wanita yang mengejeknya.


"Huh! Jika kau bisa memuaskan ku aku akan menemanimu, tapi dilihat dari dirimu, sepertinya kau tidak memenuhi syarat untuk tidur denganku!" Ucap wanita itu sambil tertawa dan mengejeknya.


"Cih, berlagak jual mahal, padahal kau sendiri sering tidur dengan orang lain, bilang saja kalau tidak mau lacur ******." Jawabnya sambil berdecih.


Pemimpin bandit mengabaikan orang-orang ini, dia hanya menikmati pelayanan yang dia nikmati saat ini.


***

__ADS_1


Pada saat ini, Shin sedang mengikuti jejak kaki sambil berjalan, dia tidak menunggangi kudanya, karena dia tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Dari jejak kaki ini tampaknya mengarah pada pedalaman Hutan Kades, walaupun begitu dia tidak peduli, Shin saat ini hanya meningkatkan kewaspadaannya sambil memegangi pedang di tangan kanannya, dia juga menyebarkan pikiran spiritual ke sekitarnya.


Dalam perjalanan menuju pedalaman Hutan Kades, tidak lama kemudian dia mendengar suara kebisingan di depannya, Shin mendekati suara ini.


Ketika sampai di titik suara ini, dia melihat ada beberapa perkemahan di depannya, bahkan dia melihat ada beberapa kurungan dan di dalamnya terdapat wanita, dari jejak yang Shin ikuti sebelumnya hingga saat ini, jejaknya menunjuk ke arah kemah ini.


Shin memperhatikan situasi yang ada di kemah ini, dia mengikat kudanya di kayu, lalu menyelinap untuk mendekati ke beberapa tempat sampai dia bisa mendengar pembicaraan.


Dia saat ini sangat berhati-hati, dia tidak mau terlihat atau ketahuan oleh orang-orang yang ada di sekitaran kemah atau di dalam kemah, Shin menggunakan kecepatannya ke pohon besar yang posisinya dekat dengan salah satu kemah.


Shin melepaskan pikiran spiritualnya untuk melihat dan mencari informasi tentang kemah ini.


Walaupun pikiran spiritualnya hanya berjarak 10 meter, itu juga sangat membantunya, dia bisa melihat dan merasakan apa yang dibicarakan orang-orang dalam jangkauan pikiran spiritualnya, walaupun tertutup oleh kemah.


Setelah menguping beberapa menit, Shin tempat apa ini. Dari beberapa percakapan acak orang-orang di dalam kemah, tampaknya tempat ini adalah basis dari bandit Taring Gorila, dan dari yang dia dengar kalau bandit ini baru saja menyerang dan membantai orang-orang di Desa Erith, dan para wanita yang dikurung adalah warga desa yang telah di tangkap.


Setelah mengerti situasinya, Shin sedikit kesal saat ini, dia lalu berfikir dan akan membuat rencana terhadap bandit ini, setelah memikirkannya, Shin menyeringai dan berbicara.


"Tunggu sampai malam, lalu kita lihat apa yang akan terjadi." Ucap Shin sambil menyeringai.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


Untuk hari ini, saya akan meng-upload 1 chapter, karena ada beberapa hal yang harus di urus, jadi semoga kalian menyukai ceritanya. Terima kasih!

__ADS_1


Jangan lupa dukung novel ini dengan Vote, Like, Favorit dan Komentarnya ya, terima kasih! 🙏


__ADS_2