
Setelah Shin mendirikan kemahnya, dia mengeluarkan set armor hitam dari Cincin Penyimpanan, lalu memakainya.
Dalam kesannya terhadap Hutan 10.000 Pegunungan ini, dia merasa binatang buas yang akan dia temui tidak akan sedikit, dan pada saat Shin mendirikan kemah pun suara serangkaian dari sistem terdengar di benaknya, yang menandakan kalau banyak sekali binatang buas yang sedang bertarung ataupun mati.
Walaupun kematian binatang-binatang buas ini tidak di bunuh oleh Shin, tetap saja ini adalah keberuntungannya dia bersyukur di kehidupan ini memiliki sistem yang dapat membantunya.
Setelah memakai set armor hitam ini, Shin mengeluarkan pedang hitam besar dan ketika memegang gagangnya, Shin menggerakkan beberapa keterampilan yang dia kuasai untuk dijadikan pemanasan sebelum berburu binatang buas.
Setelah melakukan pemanasan, Shin menatap hutan di depannya dan menyebarkan Energi Spiritualnya, segera Shin berlari ke arah hutan.
Dalam kecepatan Shin saat ini, dibandingkan dengan menaiki kudanya, kecepatannya saat ini jauh lebih cepat dari kecepatan kudanya saat berlari, alasan mengapa Shin membeli kuda adalah karena dia tidak ingin berpenampilan seperti para pejuang lainnya.
Pada saat memasuki hutan, Shin mendengar beberapa pergerakan di sekitarnya, dia segera berlari ke arah pergerakan ini.
Hanya beberapa menit Shin menemukan binatang buas Ular Sanca besar di depannya, dari informasinya binatang buas ini berada di Level 2, Shin segera bergegas ke arah Ular Sanca di depannya.
Ketika ular ini melihat Shin, ular ini mendesis dan segera menyerang Shin, tampaknya ular ini cukup agresif ketika melihat sesuatu makhluk hidup di depannya, bahkan dalam pandangan ular ini, Shin dipandang sebagai makanannya.
Lalu Ular Sanca ini segera menyerang Shin, namun apa yang Shin lihat saat ini adalah kecepatan gerakannya sangat lambat, dia tidak tahu mengapa, setelah peningkatan kekuatan ke tingkat Prajurit, beberapa inderanya meningkat secara signifikan.
Shin melihat Ular Sanca ini menyerang kepadanya, dia tidak meremehkan binatang buas ini, hanya saja karena dalam pandangannya sangat lambat, Shin bergerak menggunakan keterampilannya Shadow Step lalu menyerang dengan mengayunkan pedangnya ke arah kepala Ular Sanca ini.
Gerakan dan kecepatan serangan Shin saat ini sangat cepat, mungkin dikarenakan atribut statusnya sangat tinggi, pergerakan Shin saat ini terlalu cepat.
Shin mengayunkan pedangnya dan segera membelah kepala Ular Sanca ini dengan mudah, seketika ular ini menggeliat sebentar lalu diam, tampaknya ular ini sudah mati.
[Mendapatkan 3.109 Energi Jiwa!]
Setelah mendengar suara dari sistem, Shin memastikan bahwa Ular Sanca ini sudah mati, lalu mengambil beberapa bahan-bahan dari bagian tubuh Ular Sanca ini.
Setelah mengambil bahan-bahan binatang buas ini, Shin melanjutkan berburu ke area lain.
Hanya dalam beberapa menit Shin melihat sekelompok Serigala Merah berjumlah 15 di depannya, tampaknya Serigala Merah ini sedang berburu mencari makanan.
Karena Serigala Merah ini hanya level 1, dalam pandangan Shin, Serigala Merah ini tidak memiliki ancaman yang begitu besar terhadapnya, sebaliknya ini akan menjadi sangat mudah.
Shin bergerak menuju kelompok Serigala Merah ini, dengan kecepatannya Shin hanya membutuhkan 2 menit untuk membunuh kelompok Serigala Merah ini, dan setelah membunuh kelompok Serigala Merah ini, Shin mengambil bahan-bahannya.
__ADS_1
Lalu melanjutkan ke area perburuan lainnya.
***
Di sebuah hutan saat ini terlihat ada sekelompok orang sedang bertarung melawan binatang buas yang sangat besar, dari bentuk binatang buas ini adalah sejenis Harimau, namun yang berbeda adalah binatang buas ini memiliki satu tanduk di tengah kepalanya.
Binatang buas ini memiliki nama Raja Harimau Tanduk Iblis, dari ukurannya pun sangat besar, level Harimau Tanduk Iblis ini berada di level 4.
Di sekitar Harimau Tanduk Iblis ini terlihat sekelompok orang dengan jumlah 12 orang sedang menyerang Harimau Tanduk Iblis ini.
"Serang Harimau Tanduk Iblis ini secara bersamaan, gunakan keterampilan yang kalian miliki!" Ucap seorang pria yang memegangi tombak di tangannya.
Setelah mendengar ini para penyerang segera melakukan serangannya menggunakan keterampilan masing-masing.
"Hahaha... Terima seranganku dasar binatang jelek!" Ucap seorang pria yang memegang pedang besar dengan kedua tangannya.
Harimau Tanduk Iblis ini mendengar perkataan pria yang memegang pedang besar ini, tampaknya sangat marah.
Rrrooaaarrrr!!!
Walaupun berbagai keterampilan dari si penyerang, Harimau Tanduk Iblis ini tampaknya tidak memperdulikannya.
Berbagai serangan mendarat di beberapa bagian tubuh Harimau Tanduk Iblis ini, dia meraung dan terus berlari ke arah pria yang menggunakan pedang besar itu.
Pria yang memegangi pedang besar ini melihat kalau Harimau Tanduk Iblis ini berlari ke arahnya, dia sedikit mengerutkan keningnya.
Dalam kasus ketika seorang di serang oleh keberadaan yang sangat kuat, tentu saja seseorang itu akan memiliki rasa kewaspadaan yang sangat tinggi, dia sedikit menyesal telah memprovokasi Harimau Tanduk Iblis ini.
"Hey Nigel, apa yang sedang kau lakukan disana, cepat pergi, Harimau Tanduk Iblis itu pergi ke arahmu." Ucap seorang di sekitarnya sambil memperingati pria yang bernama Nigel ini.
Nigel segera sadar kembali dan melihat ke arah Harimau Tanduk Iblis, lalu berkata, "Sial!" Ucap Nigel dengan nada sedikit panik.
Segera Nigel pergi untuk menghindari pengejaran Harimau Tanduk Iblis ini.
Beberapa orang di sekitarnya melihat tindakan Harimau Tanduk Iblis ini, segera melakukan berbagai serangannya.
30 menit berlalu
__ADS_1
Pertarungan antara kelompok ini melawan Harimau Tanduk Iblis masih terus berlanjut, hanya saja setelah pertarungan panjang, beberapa orang dari kelompok penyerang Harimau Tanduk Iblis ini meninggal, dan sisanya hanya terluka ringan maupun berat.
Dan untuk situasi Harimau Tanduk Iblis ini pun juga sama, banyak darah di tubuhnya yang tampak memiliki banyak luka dan membuatnya sedikit cedera.
Setelah melihat beberapa dari temannya meninggal, beberapa penyerang ini sedikit kesal dan merasa sedih atas kehilangan beberapa dari mereka.
***
Shin yang saat ini sedang berburu binatang buas, setelah 30 menit perburuan dia telah membunuh banyak sekali binatang buas, dan kebanyakan dari mereka berada di level 1 dan level 2, tidak banyak binatang buas level 3 yang Shin bunuh karena tingkat kekuatan yang sama.
Setelah berburu Shin tetap melanjutkan perburuannya, namun ketika berjalan sekitar 3 menit dia melihat sekelompok orang sedang melawan binatang buas saat ini.
Area sekitar sudah sangat rusak, pepohonan, tanah retak seperti jaring laba-laba tak terhitung jumlahnya di tanah, bekas pertempuran ini tampaknya sangat intens.
Dari pandangannya sudah ada beberapa mayat yang meninggal tergeletak di tanah, dan kondisi dari kedua belah pihak juga sudah dalam kondisi terluka, terutama binatang buas yang berukuran besar ini, dalam pengamatannya tubuh dari binatang buas ini sudah dipenuhi oleh luka.
Dan untuk kelompok orang-orang ini tampaknya sudah kelelahan, dari apa yang telah terjadi sepertinya pertarungan ini telah memakan banyak waktu.
Ketika Shin memandangi binatang buas ini, dia mengenalinya, binatang buas ini adalah Harimau Tanduk Iblis di level 4.
Dalam kasus melawan tingkat di depannya Shin tidak berani gegabah, untung saja binatang buas ini sudah mengalami banyak sekali luka dan tampak cedera di beberapa bagian.
Shin tidak peduli dengan orang-orang ini, segera pergi ke arah Harimau Tanduk Iblis ini, dalam pandangannya Harimau Tanduk Iblis ini adalah sekelompok Energi Jiwa, sangat disayangkan kalau dia melewatkan kesempatan ini.
Segera Shin bergegas ke arah Harimau Tanduk Iblis ini menggunakan keterampilan Shadow Stepnya, dia melesat dengan cepat menuju leher Harimau Tanduk Iblis ini dan segera memegang erat pedang hitam di tangannya lalu mengayunkan pedangnya ke arah leher Harimau Tanduk Iblis ini.
"Sword Moon Art!"
Splat!!!
Tanpa reaksi dari Harimau Tanduk Iblis ini, kepala dari Harimau Tanduk Iblis terputus secara cepat tanpa membiarkannya bereaksi.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
Semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!
__ADS_1