
Ketika Shin sudah meningkatkan kekuatannya ke tingkat Prajurit, dia memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk bertarung dengan binatang buas level 3, kecuali binatang buas level 3 yang sudah memasuki tahap mutasi Shin akan sedikit waspada melawannya.
Pada saat memasuki Hutan Kades, kuda Shin berlari tidak secepat di jalan utama, karena ketika memasuki hutan jalanannya tidak rata, bahkan ada akar-akar pohon yang menjulang keluar di atas tanah.
Merasakan suasana hutan ini berbeda dengan hutan Kegelapan sebelumnya, pohon-pohon di hutan Kades sedikit lebih besar dan di atas pohon-pohon itu banyak sekali binatang-binatang kecil seperti burung yang berkicau dimana-mana, tupai, bahkan sekumpulan monyet yang melompat-lompat diantara pepohonan.
Situasi ini bahkan bisa membuat seseorang yang merasakannya akan terasa menikmati pemandangan alam liar, bahkan dapat melupakan rasa krisis yang ada di dalam hutan Kades. Namun, dibalik ini terdapat beberapa binatang buas yang sangat kuat di pedalaman hutan Kades.
Shin terus memacu kudanya, dia berharap perjalanan ini akan menjadi perjalanan mulus tanpa halangan.
Walaupun Shin sekarang memiliki Energi Spiritual, namun energi yang dia miliki masih sedikit atau setetes air, dia hanya bisa merasakan sekitarnya hanya berjarak 10 meter menggunakan energinya.
Oleh karena itu, Shin saat ini sedikit meningkatkan kewaspadaannya setelah memasuki hutan Kades, ini juga bisa digunakan untuk melatih pengalamannya, karena pengalamannya sangat rendah dia tidak ingin sesuatu yang tidak terduga terjadi padanya.
Sinar matahari saat ini berada di atas kepalanya yang menandakan bahwa sekarang sudah siang, Shin memutuskan untuk beristirahat sebentar untuk mengistirahatkan kudanya dan segera mengendalikan kudanya untuk mencari tempat untuk beristirahat.
Walaupun dia tahu kudanya adalah kuda perang yang memiliki stamina yang sangat tinggi, tetap saja dia tidak bisa memaksanya, karena saat ini Shin tidak terburu-buru.
Karena pohon-pohon di hutan Kades sangat besar dah tinggi, cahaya matahari hanya bisa memasuki celah-celah dedaunan.
Shin akhirnya menemukan tempat yang bagus untuk beristirahat, dia segera menarik tali kudanya dan membuat kuda itu berhenti.
Sally yang duduk di belakang bingung karena Shin memberhentikan kudanya.
"Kenapa berhenti Shin?" Tanya Sally dengan ekspresi bingung.
"Mari kita beristirahat sebentar disini, setelah itu kita akan melanjutkan perjalanannya." Jawab Shin.
Mendengar ini, Sally mengangguk dan turun dari kuda.
Setelah Sally turun, Shin segera turun dari kudanya, lalu dia mengikat kudanya diantara kayu dekat pohon besar.
Shin dan Sally duduk di atas akar pohon yang keluar dari tanah, dan segera mengeluarkan daging kering dan air minum yang dibungkus oleh tas kulit yang dia beli sebelumnya, dan segera membagikannya kepada Sally
"Aku minta maaf kalau makanannya hanya seperti ini." Ucap Shin sambil menggaruk kan kepalanya.
"Tidak apa-apa, aku yang seharusnya meminta maaf padamu karena kamu sudah membantu ku, setelah aku kembali, aku akan membalas kebaikanmu." jawabnya sambil tersenyum.
"Yah ... baiklah, terima kasih!" jawab shin.
__ADS_1
Di dalam hutan ini, Shin sering mendengar suara dari sistem, walaupun tidak setiap saat, dia melihat kalau dia terus mendapatkan Energi Jiwa yang membuatnya merasa senang.
Mereka beristirahat hanya beberapa menit saja, lalu mereka berdua melanjutkan perjalanannya.
Shin terus memacu kudanya untuk berlari dan sampai tidak terasa dia akhirnya keluar dari hutan Kades, dia melirik kearah hutan Kades, namun segera menggelengkan kepalanya.
Pemandangan saat ini terlihat padang rumput yang luas, rerumputan di sekitarnya membuat tempat ini tampak sangat indah, walaupun sekarang siang hari, angin di daerah ini sangat sejuk dan menyegarkan.
Tidak lama kemudian, dia melihat tembok besar dari kejauhan, tembok besar itu adalah tembok Kota Alegan, tembok besar ini bahkan 2 kali lebih besar dari Kota Saron.
Ketika sampai di gerbang kota, dia melihat barisan panjang orang-orang dan kereta kuda yang ingin memasuki Kota Alegan, Shin memasuki barusan ini.
Setelah beberapa saat, Shin dan Sally akhirnya memasuki Kota Alegan, ketika baru saja masuk ke Kota Alegan, pemandangan di depannya sangat berbeda dari Kota Saron, bangunan-bangunan Kota Alegan lebih besar dan banyak sekali orang-orang di jalanan.
Kota Alegan adalah salah satu kota besar yang di kelilingi oleh padang rumput yang memiliki populasi kurang lebih 500.000 Jiwa.
Shin terkejut melihat ini, ini adalah pertama kalinya dia datang ke salah satu kota besar dari Kerajaan Tesaria.
Aku tidak berharap kalau perjalanan ini sangat lancar ..., pikir Shin.
Sally melihat ini, segera tersenyum dan berbicara, "Bagaimana? kota asalku sangat bagus bukan?" ucapnya.
"Jika aku tidak merepotkan mu, kamu bisa mengantarku sampai rumah, sekalian aku ingin membayar kebaikanmu sebelumnya." Jawabnya.
"Baiklah, aku akan mengantarmu sampai rumahmu, kamu hanya memberitahu arahnya saja." ucap Shin.
"Um." Jawab Sally sambil mengangguk.
Setelah itu Shin mengantarkan Sally sampai rumahnya.
...****************...
Setelah mengikuti arahan Sally, Shin memacu kudanya sampai di daerah dimana rumah-rumah disini sangat besar dan bertingkat bahkan memiliki arsitektur yang berbeda dibanding daerah sebelumnya.
"Sally, apakah kamu tinggal di daerah tingkat Tinggi?" Tanya Shin.
"Ya, aku tinggal di daerah tingkat tinggi, dan rumahku tidak jauh dari sini." jawab Sally yang duduk di belakang Shin.
Pada saat Shin akan berbicara, tiba-tiba suara terdengar dari belakangnya.
__ADS_1
"Sally? apakah itu kamu?" Ucap orang yang berada di belakang Shin dan Sally.
Ketika mendengar ini, Sally menengok ke arah orang yang memanggilnya, lalu tampaknya dia mengenali orang ini.
"Paman Dave, apakah itu kamu?" Ucap Sally dengan wajah terkejut, dan segera turun dari kuda Shin.
"Ya, ini aku Paman mu Dave Evard! kemana saja kamu kemarin, apa kamu tahu ayah dan ibumu mengkhawatirkan mu?" Jawab Dave Evard.
Mendengar ini Sally dia sedih dan segera menangis.
Dave Evard melihat perubahan Sally dan bahkan menangis, dia terkejut lalu berbicara, "Sally, kamu kenapa? mengapa kamu menangis?" Tanyanya dengan nada panik.
"Hiks ... hiks ... hiks ... Paman Dave ... Paman Dyle, Paman Ham dan Paman Bart ... sepertinya meninggal ...." Ucap Sally dengan nada sedih.
"Meninggal? Bagaimana mungkin ..." Ucap Dave Evard.
Mendengar kata-kata Sally, Dave Evard tampaknya lebih terkejut dan segera menoleh ke arah Shin.
Melihat kejadian ini, Shin tertegun, segera turun dari kudanya, seperti biasa dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, karena kebiasaan di bumi dia tidak pernah mengalami hal seperti yang ada di depannya saat ini. Oleh karena itu, Shin hanya melihatnya saja.
Merasa di tatap oleh Pamannya Sally, dia hanya mengangguk lalu berbicara, "Hallo!" Ucap Shin.
Dave Evard hanya mengerutkan keningnya, lalu berbicara, "Ini ..." Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, dia dipotong oleh Sally.
"Paman, dia adalah Shin, dia juga yang menolongku ketika aku dikejar oleh pembunuh yang membunuh ke-tiga paman, dia juga membantuku mencarikan penginapan dan mengantar ku sampai kemari. Kalau tidak ada Shin, mungkin aku akan bernasib buruk." Ucap Sally.
"Apa? pembunuh? ... bagaimana mungkin!," Ucap Dave Evard yang sebelumnya terkejut, setelah mendengar berita ini dia tampak shock, lalu melanjutkan "Yah ... baiklah, berita ini sangat penting, aku akan memberitahu pada ayahmu dan kamu yang dipanggil Shin, aku minta maaf sebelumnya mencurigai mu, sebagai kompensasi aku mengundangmu untuk datang ke keluarga Evard, bagaimana?" lanjutnya.
Shin mendengar ini dia mengangguk dan menjawab, "Tidak apa-apa!" jawabnya.
"Baiklah ... mari kita pergi." Ucap Dave Evard.
Setelah pertemuan singkat ini, Shin, Sally Evard dan Pamannya Dave Evard segera pergi kembali ke rumah keluarga Evard.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
Semoga kalian menyukai ceritanya ya~
__ADS_1
Jika kalian suka dengan cerita ini bisa dukung novel ini dengan meng-klik tombol Like, dan jika kalian menyukai novel ini bisa di klik tombol Favorit, dan jika kalian ingin mengkritik atau memberi masukan bisa di tulis di kolom Komentar. Terima kasih~