
Setelah beberapa menit kemudian, Shin akhirnya memasuki kawasan pasar di pusat kota, Shin menaiki kudanya dan berjalan ke tempat toko kecil yang menjual bahan makanan.
Shin membeli beberapa bahan makanan seperti garam, gula dan lainnya. Dan setelah membeli bahan-bahannya Shin pergi dari toko itu.
Shin mencari toko baju, dia butuh beberapa set baju untuknya, dan setelah menemukan toko baju, dia membeli beberapa set baju dan juga membeli jubah hitam, setelah itu Shin pergi kembali ke gerbang kota dan segera melanjutkan perjalanannya menuju Kerajaan Tesaria.
Saat ini Shin menahan auranya, jadi orang-orang biasa atau pejuang tidak bisa merasakan kekuatan Shin yang sebenarnya.
...****************...
Di pinggiran hutan Kades, terlihat Desa berukuran kecil yang memiliki populasi kurang dari 100 jiwa, nama Desa ini adalah Desa Erith, kehidupan di desa ini seperti biasa, namun kehidupan yang biasa ini tiba-tiba menjadi krisis dimana-mana.
Terlihat sekelompok orang yang menggunakan senjata di tangannya memasuki Desa Erith ini, orang-orang tersebut berjumlah 32 orang.
Sekelompok orang ini berlari memasuki Desa Erith, dari yang dilihat dari ekspresi orang-orang ini mereka semua menyeringai, lalu terdengar teriakan.
"Cepat ambil barang-barang yang ada di setiap rumah, jika ada yang melawan bunuh saja, dan untuk para wanita tangkap dan ikat." Ucap pria bertubuh besar dengan ekspresi acuh di wajahnya.
Pria besar ini memiliki rambut hitam panjang sebahu, bekas luka di sebelah mata kanannya, dan memegang tombak panjang dan besar.
Mendengar kata-kata ini, kelompok orang ini segera bersemangat dan bahkan banyak yang sambil tertawa.
Para penduduk desa melihat ini segera panik, bahkan para penjaga di desa ini pun merasa tidak berdaya, para penjaga itu segera berteriak.
"Untuk anak-anak, para wanita dan lansia segera bersembunyi di rumah masing-masing, kita para penjaga akan menahan dan membunuh para bandit ini." Ucap salah satu penjaga yang tampak pemimpin penjaga di desa ini.
Setelah mendengar perintah pemimpin penjaga, para warga segera panik memasuki rumahnya masing-masing.
Untuk jumlah penjaga di kota ini memiliki total 24 orang, dan jika dibandingkan dengan bandit yang menyerang ini, jumlahnya lebih sedikit.
"Kapten Erman apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap penjaga di depannya.
"Kyle, segera panggil para penjaga untuk berkumpul di pintu masuk Desa, kita akan menahan dan membunuh para bandit sialan ini." Kata Erman sambil menggertakkan giginya.
"Baik Kapten!" Jawab Kyle, segera dia berlari untuk memanggil para penjaga berkumpul.
__ADS_1
Erman saat ini melihat ke langit, cuaca hari ini sangat bagus dan cerah, namun penyerangan bandit-bandit ini secara tidak terduga, dia bergumam.
"Aku telah mengalami hal-hal ini, tapi mengapa firasatku buruk?" Gumam Erman.
Setelah para penjaga desa berkumpul di pintu masuk desa, mereka semua bersiap untuk tabrakan dari serangan para bandit.
"Kalian semua! Dengarkan! Kalian adalah penjaga Desa ini, apa pun yang kalian hadapi lawanlah, jangan biarkan bandit-bandit sialan ini memasuki desa dan melakukan apa pun yang mereka inginkan! Semuanya BERSIAP!" Teriak Erman.
Mendengar ini para penjaga merasa bersemangat, lalu berteriak, "Ya, Bunuh para bandit-bandit ini!" Teriak para penjaga.
Pemimpin bandit melihat ini hanya menyeringai dan mengejek, "Dasar orang-orang bodoh, aku menjarah desa kalian itu sudah ku hitung sejak awal ... terimalah nasib kalian orang-orang bodoh!" Ucapnya dengan nada mengejek.
Segera pemimpin bandit ini memacu kudanya berlari ke arah desa.
Pada saat ini masing-masing dari mereka mulai bertarung, suara benturan senjata dimana-mana, bahkan korban mulai berjatuhan.
Erman saat ini sedang bertarung dengan bandit-bandit yang ada di depannya, dia menyerang dan membunuh bandit-bandit ini.
Ketika dia melihat para penjaga dari sisinya mulai berjatuhan satu-persatu, dia merasakan firasat buruk sebelumnya semakin nyata.
Dia melihat orang yang menyerangnya dari belakang, ketika melihatnya Erman mengerutkan keningnya, orang yang menyerangnya menunggangi kuda dan memegang tombak panjang dan besar di bagian bilahnya.
Erman menyadari kalau orang ini seharusnya adalah pemimpin dari bandit-bandit yang menyerang desanya.
Dia melihat ke sekeliling bahwa jumlah penjaga desa sudah semakin sedikit, dia merasa sedih sekaligus marah, lalu menoleh ke arah orang yang menyerangnya barusan dan segera bangun dan berlari ke arah orang itu.
"Brengsek! Aku bersumpah akan membunuhmu dan bawahan mu!" Teriak Erman sambil mengayunkan pedangnya sekuat tenaganya ke arah pria yang menunggangi kuda itu.
Pemimpin bandit melihat ini dia menyeringai, dia mengangkat tombaknya untuk menangkis dan berbicara, "Mati!" Ucapnya dengan nada acuh.
Tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arah kepala belakang Erman, lalu anak panah itu menembus kepalanya.
Pandangan Erman saat ini semakin gelap karena hal ini tidak bisa dia percaya, dia merasa perasaan firasat buruknya itu, lalu menutup matanya dan meninggal.
Para penjaga desa melihat pemimpinnya telah mati, semangat juangnya menurun drastis dan para bandit melihat ini segera menyerang sisa-sisa penjaga desa.
__ADS_1
Tidak lama para penjaga desa meninggal hingga tidak ada yang hidup.
Pemimpin bandit ini segera memerintahkan bawahannya, "Cepat ambil barang-barang di setiap rumah dan bunuh orang-orang di desa ini, untuk para wanita tangkap dan ikat mereka!" Ucap Pemimpin bandit sambil memerintah bawahannya.
Para bandit mendengar perintah pemimpinnya segera berlari memasuki Desa Erith dan memasuki rumah-rumah penduduk desa.
Situasi Desa Erith ini menjadi sangat suram, teriakan dimana-mana, tanah yang awalnya penuh rumput, sekarang berubah menjadi warna merah darah.
Anak-anak terbunuh, pria muda terbunuh dan lansia pun sama, hanya para wanita di tangkap dan di ikat, ekspresi mereka ketakutan sekarang, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka nantinya.
Setelah menjarah Desa Erith, para bandit mulai pergi dari desa itu.
Suasana yang awalnya penuh dengan aktifitas para warga desa, sekarang berubah menjadi tanah suram.
...****************...
Shin saat ini sedang menunggangi kuda berjalan menuju gerbang kota, setelah melewati gerbang kota Shin memacu kudanya berlari di padang rumput yang luas ini.
Suasana hati Shin saat ini sedang baik, dia menunggangi kuda yang sedang berlari sambil melihat-lihat pemandangan padang rumput yang luas ini.
Angin yang berhembus ke arah Shin membuatnya nyaman yang membuatnya menikmati suasana alam ini.
Dia melihat banyak binatang-binatang seperti rusa, kelinci dan hewan lainnya sedang memakan rumput.
Hal yang dia lihat saat ini seperti sedang berada di kebun binatang pada saat Shin masih di bumi sebelumnya.
Segera dia memacu kudanya sambil berteriak, "Ha! Ha! Ha!" teriaknya seperti seorang koboi.
Shin tertawa di hatinya, lalu kudanya melesat berlari lebih cepat dari sebelumnya.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
Aku sedang memikirkan plot apalagi yang akan ku buat selanjutnya, ini sangat membuatku pusing saat memikirkannya, karena terlalu banyak pilihan yang bisa di gunakan, namun pilihan ini membuatku sedikit agak plin-plan saat memilihnya, jadi kuharap kalian menyukai cerita ini, terima kasih!
__ADS_1
Jangan lupa dukung novel ini dengan Vote, Like, Favorit dan Komentarnya ya, terima kasih! 🙏