Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 09 - Menolong Wanita (2/2)


__ADS_3

Tempat latihan Shin saat ini sepenuhnya berubah, yang sebelumnya ada rerumputan hijau, sekarang bercampur dengan darah.


Wanita ini melihat kepala yang terletak di tanah, kepala ini adalah milik dari orang yang memakai topeng, namun sekarang topengnya terlepas, dan wajahnya terlihat.


Setelah melihat wajah ini, wanita ini terkejut, dia mengenali wajah ini, dan dia menggigit bibirnya.


Shin yang melihat perubahan di wajah wanita ini, dia sepertinya mengenali sesuatu, lalu bertanya, "Kamu, apa kamu mengenali orang ini?" tanya Shin.


Mendengar kata-kata Shin, wanita ini mengangguk lalu menjawab, "Ya, aku mengenalinya, orang ini bernama Gion Adelardus, dia adalah tuan muda ke-lima dari klan Adelardus di kota Yuver." jawabnya.


"Klan Adelardus dari kota Yuver? aku mengerti, jadi mengapa kamu di kejar oleh orang-orang ini?" tanya Shin.


"Aku dikejar olehnya ketika aku sedang dalam perjalanan menuju kota Alegan bersama dengan dua orang dari keluargaku, namun ketika di perjalanan aku di hadang oleh orang-orang berpakaian hitam, kedua orang dari keluargaku menahan orang-orang berpakaian hitam itu untuk membiarkanku melarikan diri


"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kedua orang dari keluargaku, namun tidak lama orang-orang berpakaian hitam itu mengejarku." lanjutnya sambil menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya, matanya mulai memerah dan sepertinya ingin menangis.


Shin mendengar penjelasannya, dia mengangguk, tapi ketika dia melihat ekspresi wanita ini terlihat ingin menangis, Shin bingung sekarang, karena dia belum pernah berpacaran atau kurangnya berhubungan dengan wanita, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang.


Ngomong-ngomong, wanita ini memiliki rambut hitam panjang, matanya berwarna biru, dan wajahnya terlihat sangat cantik. Dibandingkan dengan pelayan sebelumnya, wanita di depannya lebih cantik.


Melihat wanita ini, Shin sedikit puas kalau dia sudah menyebrang ke dunia ini, karena dia sudah dua kali melihat wanita cantik dalam hidupnya.


"Baiklah, aku akan mengambil barang-barang dari ke-delapan orang ini, setelah itu mari kita pergi dari sini." Ucap Shin.


Wanita ini mengangguk, lalu Shin segera mengambil barang-barang yang bisa di ambil dari mayat-mayat ini.


Setelah mengambil barang-barang, Shin dan wanita ini segera meninggalkan tempat ini. Namun, Shin saat ini sedikit tidak nyaman, karena tempat ini adalah tempat latihan yang bagus baginya.


Huffttt ... tempat latihan ku ..., pikir Shin dengan nada sedih.


...****************...


Mereka berdua pergi tidak jauh dari tempat latihan Shin sebelumnya, lalu Shin memutuskan untuk berpisah dengan wanita ini.


"Yah, karena masalahnya untuk sementara ini sudah selesai, mari kita berpisah disini." ucap Shin dengan niat enggan.


Meskipun enggan meninggalkan wanita ini, tapi mau bagaimana lagi? tujuan mereka berdua berbeda.


Wanita ini hanya memperhatikan Shin dan hanya terdiam.

__ADS_1


Shin berbalik dan segera pergi kembali ke kota Saron.


Namun, ketika dia berjalan dia merasakan di ikuti dari belakangnya, ketika dia melihat kebelakang, ternyata wanita ini mengikutinya.


"Kenapa kamu mengikutiku?" tanya Shin dengan ekspresi bingung di wajahnya.


Wanita ini menundukkan kepalanya dan berbicara, "A-aku tidak tahu dimana posisiku sekarang, dan aku tidak tahu jalan menuju kota Alegan." jawabnya, sambil menundukkan wajahnya.


Mendengar ini, Shin menggelengkan kepalanya.


"Yah, akan kuberitahu, posisimu sekarang berada di bagian barat kota Saron, jika kamu ingin pergi ke kota Alegan, kamu bisa mengikuti jalan utama atau jika ingin lebih cepat bisa melalui hutan Kades." ucap Shin sambil menjelaskan.


Mendengar ini, wanita ini mengubah ekspresinya menjadi sedih.


Melihat ini, Shin Bergumam, Wanita ini ..., gumam Shin.


"B-bisakah aku mengikutimu ke kota Saron?" tanyanya.


"Mengikutiku ke kota Saron? mengapa? bukannya kamu akan pergi ke kota Alegan?" jawab Shin, dia terkejut mendengar ini.


"A-aku tidak punya uang, dan juga aku takut pergi sendirian ..." jawabnya dengan suara yang semakin kecil dan menundukkan wajahnya.


Berpikir sebentar, Shin sudah memutuskan untuk membantunya.


"Baiklah, ikut denganku, ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Shin, dia mengatakan ini membutuhkan keberanian yang sangat super tinggi, karena di kehidupan bumi dia kurang bergaul dengan wanita.


"Namaku Sally Evard, aku berasal dari kota Yuver." jawabnya dengan memandang dengan tatapannya ke arah wajah Shin.


Di tatap olehnya, Shin seperti diserang oleh rudal pesawat jet tempur, namun dia menahan serangan itu.


Segera Shin menjawabnya, "Namaku Shin, aku berasal dari kota Saron, senang bertemu denganmu!" Jawab Shin.


Ini diaaaaa---, pikir Shin, dia merasa malu namun dia tidak memperlihatkan ekspresinya.


Sally mengangguk dan tersenyum, melihat ini Shin merasakan seperti sedang berada di perang dunia kedua, namun dia dengan keras menahan tidak memperlihatkan ekspresinya.


"Baiklah, mari kita kembali ke kota Shin." jawab Shin sambil tersenyum.


Segera Sally mengikuti Shin dan kembali ke kota Saron.

__ADS_1


...****************...


Melihat ke langit, matahari mulai menunjukkan tenggelam, langit yang sebelumnya berwarna biru, sekarang mulai berubah berwarna oranye.


Sesampainya di kota Saron, Shin memutuskan untuk membawa Sally ke tempat penginapan, karena tidak mungkin membawanya ke rumahnya.


Shin dan Sally sampai di penginapan, nama penginapan ini bernama Ardan, banyak pengunjung kota Saron yang menginap disini.


Segera mereka berdua memasuki penginapan ini, dan berjalan ke resepsionis, dan berkata, "aku ingin memesan satu kamar untuk satu malam, berapa biayanya?" tanya Shin.


Resepsionis itu menjawab, "untuk satu kamar permalam biayanya adalah 3 koin perak." jawabnya.


"Pesan satu kamar hanya semalam, ini uangnya." jawab Shin.


Shin mengeluarkan uangnya dan memberikan kepada resepsionis itu.


Setelah mengambil uang, resepsionis itu mengambil kunci kamar dan memberikan kepada Shin.


"Ini kunci kamarnya, silahkan ke atas dan anda bisa menemukan kamar bernomor 5." ucapnya.


Shin mengangguk dan memberikan kuncinya kepada Sally, dan berbicara, "Ini kuncinya, dan kamarmu ada di nomor 5 di lantai dua." ucap Shin.


Melihat ini, Sally mengangguk dan berbicara, "Terima kasih sudah menolong dan membantuku hari ini, aku tidak tahu bagaimana, aku hanya merepotkan mu ... aku minta maaf." ucapnya dengan nada rendah, dia merasa tidak enak saat ini.


"Tidak usah dipikirkan, santai saja! yah, karena kamu tidak punya uang, ini uang untuk makan malammu," ucap Shin sambil menyerahkan uangnya kepada Sally.


"Mari kita berpisah disini sekarang, jika kamu butuh sesuatu bisa datang ke rumahku, alamatnya adalah ..." lanjut Shin.


"Sekali lagi terima kasih!" ucap Sally, dengan nada bersungguh-sungguh saat ini.


Shin mengangguk dan segera kembali ke rumahnya.


Wanita benar-benar sangat rumit, gumam Shin.


Bersambung


[Soul Devourer System] update dengan chapter terbarunya~


Semoga kalian menyukai ceritanya~

__ADS_1


Terima kasih! Jika kalian suka dengan cerita ini, bisa di klik tombol like, favorit dan komentar (saya minta saran dan masukannya dari kalian, tapi gunakan bahasa yang sopan ya 😉🙏)


__ADS_2