Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 12 - Perjalanan Menuju Kota Alegan


__ADS_3

Di meja makan terdapat beberapa piring dan gelas yang tampak sudah bersih, setelah menghabiskan makanan dan minumannya, Shin segera membayarnya lalu kembali ke meja sebelumnya dan duduk, Shin menengok ke arah Sally dan berbicara.


"Sally, setelah ini apa yang akan kamu lakukan?" tanya Shin sambil menatap ke arah Sally.


Mendengar ini, Sally sedih dan menundukkan kepalanya, "Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya, setelah diserang kemarin dan terpisah dari orang-orang dari keluargaku, aku tidak tahu apa yang harus dilakukan." jawab Sally dengan ekspresi sedih.


Setelah mendengar jawabannya, Shin memegang dagunya lalu berpikir sejenak.


Sally mengangkat kepalanya dan memandang ke wajah Shin saat ini, dia merasa kalau Shin adalah orang yang sedikit aneh baginya, karena ini adalah orang pertama yang dia lihat memiliki sifat sepertinya.


Setelah beberapa saat Shin berpikir, dia akan memberitahu Sally kalau dia akan mengantarkannya, karena sekarang Shin sudah memutuskan untuk berpetualang dan menjadi kuat, jadi mengantar Sally ke kotanya sebagai kota pertama dia melangkah untuk berpetualang di dunia ini.


Tujuan pertamanya adalah Kerajaan Tesaria!


Shin melihat ke Sally, namun pada saat ini Sally sedang memandangi wajahnya. Ini membuatnya sedikit tertegun.


"Apa ada yang aneh dengan wajahku?" ucap Shin dengan ekspresi bingung.


"T-tidak, baru saja kamu sepertinya sedang memikirkan sesuatu lagi." jawab Sally.


"Bagaimana kamu tahu kalau aku sedang memikirkan sesuatu?" tanya Shin dengan ekspresi sedikit terkejut.


"Aku tahu kamu sedang berpikir ketika kamu memegangi dagu mu lalu matamu memandangi benda tertentu dengan fokus." jawab Sally sambil tersenyum merasa lucu dengan sikap Shin.


E-ehh ... apakah benar seperti yang dia bicarakan? apakah aku terlihat seperti itu?, pikir Shin.


Shin bahkan tidak menyadari gerakan tubuhnya, hanya saja ketika dia menatap benda secara fokus memang menyadarinya.


"Ah ... jadi begitu ..." jawab Shin sambil menggaruk kepalanya.


"Nah, sekarang aku akan memberitahumu hal baik, kalau aku akan mengantarkan mu ke kota Alegan, karena satu arah dengan tujuanku saat ini, aku akan pergi ke kerajaan Tesaria." ucap Shin.


Mendengar ini, Sally terkejut sekaligus senang, namun sesaat kemudian matanya memerah, ekspresinya mulai sedih lalu berbicara.


"Benarkah? apakah kamu benar akan mengantarku ke kota asalku? ... T-terima k-kasih ... A-aku minta maaf kalau aku merepotkan mu lagi ..." Jawabnya dengan ekspresi sedih namun Sally merasa senang.


Melihat ekspresinya Shin segera menenangkannya dan menjawab.


"Ya, ya ... tidak usah dipikirkan, karena satu arah jadi aku mengajakmu pergi bersama sekalian mengantarmu, bukan?" jawab Shin dengan panik, dia masih tidak tahu apa yang harus dilakukan pada saat situasi seperti ini.

__ADS_1


Seseorang tolong bantu aku ..., pikir Shin dengan nada sedih.


Mendengar jawaban dari Shin, Sally hanya mengangguk sebagai jawaban.


Setelah beberapa saat kemudian, Shin membawa Sally segera pergi dari restoran ini.


Ketika Shin akan membuka pintu keluar restoran, terdengar suara dari belakangnya.


"Shin, terima kasih!" ucap Sally sambil tersenyum.


Setelah membeli beberapa barang yang dibutuhkannya untuk perjalanan nanti, Shin membeli kuda perang besar berwarna hitam, kuda perang hitam ini memiliki otot-otot tubuh yang kuat dan terlihat gagah, bahkan kecepatan kuda perang ini mencapai 95 km/jam, Shin menamai kuda perang hitam ini bernama Sirius, ketika mendengar ini, tampaknya kuda ini mengerti dan menyukainya.


Shin dan Sally pergi ke gerbang kota lalu berjalan melalui jalan utama menuju kota Alegan.


Perjalanan dari kota Saron ke kota Alegan menempuh jarak 210 km, karena Shin sudah membeli kuda perang hitam ini, untuk sampai ke kota Alegan membutuhkan waktu kurang lebih dua jam setengah.


Shin menunggangi kuda dengan Sally duduk di belakangnya, dan perjalanan petualangan Shin dimulai dari sini!


...****************...


Hutan Kades.


Pada saat ini, tiba-tiba seseorang yang sedang berdiri di atas baru besar berbicara.


"Aku tidak menyangka kalau orang-orang dari keluarga Frendants itu benar-benar sangat bodoh, bahkan jika mereka mengira daerah mereka di jaga ketat mereka berpikir bisa aman ... hahaha." ucapnya sambil tertawa.


Di dalam gua yang pada awalnya hening tiba-tiba menjadi berisik setelah tawa dari orang itu.


Orang yang sedang memainkan belati sepertinya sedikit kesal dengan kelakuan ini.


"Hey bodoh! apa kau bisa sehari saja tidak berteriak? sekarang kita sedang berada di dalam gua, ketika kau berteriak seperti itu membuat gema di dalam gua dan membuat kebisingan." ucapnya sambil meneriaki orang yang berteriak barusan.


"Hah!!! apa kau mengajak bertarung denganku?" jawab orang yang di atas batu besar. dengan nada marah.


"Ayo siapa takut!" jawabnya dengan nada mengejek.


Melihat kelakuan kedua orang itu, orang yang sedang berdiri diam segera menghentikannya.


"Kalian berdua hentikan! aku tidak tahu sampai mana kebodohan kalian itu, setidaknya diamlah, kita sedang bersembunyi disini, kalau tidak orang-orang dari kota Saron dapat menemukan kita dasar bodoh!"

__ADS_1


Mendengar ini kedua orang yang itu segera menghentikan tindakannya.


"Karena tugas kita membunuh sudah selesai, kita akan beristirahat disini sebentar hingga situasi diluar normal."


"Hehehe ... sepertinya perang antara geng Tengkorak Hitam dengan geng Elang Putih tidak bisa di hindari, kan? aku tidak sabar ingin membantai orang-orang dari geng Elang Putih itu." ucap seorang yang memakai parang besar sambil menggoyangkan parangnya naik turun.


"Ya, sepertinya tidak bisa dihindari ... karena pemimpin menugaskan kita untuk membunuh orang-orang dari keluarga Frendants, ini sudah menandakan kalau akan terjadi sesuatu." ucap orang yang memegang belati.


"Huh!!! hanya orang-orang bodoh yang berani mencari masalah dengan geng Tengkorak Hitam kita ... sepertinya tidak takut mencari kematian." ucap orang yang sedang duduk di pojokan dengan ekspresi menyeringai.


...****************...


Setelah beberapa jam kemudian, Shin dan Sally memasuki hutan Kades.


[Mendapatkan 980 Energi Jiwa]


[Mendapatkan 1.430 Energi Jiwa]


[Mendapatkan 769 Energi Jiwa]


[Mendapatkan 1.254 Energi Jiwa]


....


Setelah mendengar suara dari sistem, Shin sedikit senang saat ini, seperti yang diharapkannya, pilihannya untuk berpetualang memang tepat.


"Sepertinya setelah aku mengantar Sally ke tempatnya, aku harus pergi berburu binatang buas untuk mendapatkan lebih banyak energi jiwa dan segera meningkatkan kekuatanku." gumam Shin sambil melihat-lihat pepohonan di sekitarnya.


Hutan Kades dari informasi yang dia punya, sepertinya ada beberapa binatang buas di pinggiran hutan yang memiliki level 1 hingga level 3.


Shin membaca ingatannya sebelumnya dan berpikir kalau tidak ada yang perlu di khawatirkan, Shin segera memacu kudanya bergegas menuju kota Alegan.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


Semoga kalian menyukai ceritanya ya~


Jika kalian suka dengan cerita ini bisa dukung novel ini dengan meng-klik tombol Like, dan jika kalian menyukai novel ini bisa di klik tombol Favorit, dan jika kalian ingin mengkritik atau memberi masukan bisa di tulis di kolom Komentar. Terima kasih~

__ADS_1


__ADS_2