
Mendengar ucapan kalau pemuda itu menyerah tanpa perlawanan, Shin memandang pemuda itu dengan tatapan tajam di matanya.
Pemuda itu merasa ditatap oleh Shin, ia hanya menundukkan kepalanya, tidak berani untuk melihat Shin secara langsung.
Pemuda yang lengan kanannya hancur dan Wanita bernama Dimia itu melihat tatapan Shin yang tajam mereka kembali duduk di tempat duduk mereka.
Melihat ini Shin mengangkat alisnya.
'Oh?, Bukankah kalian yang awalnya tidak menerimaku disini, dan sepertinya kalian telah menyetujui kalau aku boleh berada disini. Haha … Oke, oke, kalau begitu aku akan menerimanya.' benak Shin.
Shin mengangkat kepalanya, dengan mata tenang melihat ke sekelilingnya pria dan wanita yang duduk di meja perjamuan satu persatu, semua pejuang tampak acuh setelah tatapannya bersentuhan dengan Shin dan tidak mengatakan apa-apa.
Suasana di aula ini menjadi tenang sesaat.
Saat ini Pangeran Kelima melihat Shin yang telah mengalahkan orang-orang yang memprovokasinya dengan cara mudah. Tatapannya menjadi bersemangat dan gembira, tentu saja ini adalah bakat.
Para pejuang di tempat ini berpikir bahwa Shin hanya seorang pejuang di tingkat Prajurit saja dan bahkan beberapa orang yang berada di tingkat Komandan memandang Shin dengan tatapan waspada, karena dari serangan yang dilancarkan sebelumnya membuat mereka merasakan tekanan pada serangan itu.
Berbeda dengan Pangeran Kelima, pada saat pertama kali dirinya bertemu Shin di Kota Ogria, kekuatan awal Shin hanya di tingkat Setengah Prajurit, dan sekarang bukan hanya meningkatkan 2 tingkat kekuatannya, tapi juga seorang Pendekar Pedang.
"Tampaknya Shin adalah anggota dari Klan Pedang …" gumam Helie Valgard yang saat ini melihat kekuatan asli milik Shin.
Helie Valgard menatap Shin dengan senang, karena Shin memiliki kekuatan yang bisa dikatakan tak terkalahkan di tingkat Prajurit. Ini adalah hal yang tidak pernah ia harapkan, benar-benar tidak terduga!
Dalam pikiran Helie Valgard, ia mulai melihat Shin dengan sedikit lebih tinggi.
"Baiklah, itu hanya kejadian kecil, kejadian yang tidak berbahaya! Sekarang, ayo kita minum yang enak!" ucap Helie Valgard dengan tersenyum sambil memberitahu Shin untuk duduk di sebelahnya.
Melihat ini, Shin biasa-biasa saja, karena para tamu tidak mempermasalahkannya, ia segera berjalan dan duduk di sebelah Helie Valgard.
__ADS_1
Saat ini beberapa orang di perjamuan makan ini menatap Shin dengan kesal bahkan niat membunuh mengarah ke arah Shin. Terutama para pejuang di tingkat Komandan, mereka menatap Shin dengan tatapan tajam dan niat membunuh yang kuat ke arah Shin.
"Hanya mengalahkan beberapa kecoak saja sepertinya bocah ini merasa dirinya kuat."
"Aku akan membiarkan dirinya untuk saat ini, dan aku ingin melihat ketika turnamen nanti dimulai, apa yang bisa dia lakukan!"
…
Saat ini, Shin mendengar beberapa dengusan dingin pada saat yang bersamaan.
Beberapa niat membunuh mengarah ke arah dirinya melintas seperti kilasan cahaya, namun dengan cepat dirasakan oleh Shin.
Karena saat ini persepsi Shin telah meningkat dan menjadi tajam, ia segera merasakan niat buruk dan suasana yang sangat tidak ramah.
Shin melirik ke arah sekitarnya, beberapa pemuda di sisi berlawanan tampak tidak nyaman, dengan tatapan bermusuhan terlihat di matanya.
"Hey, bukankah sudah aku bilang sebelumnya, jika ada yang tidak ingin aku berada disini kalian bisa berdiri. Lalu ada apa dengan tatapan dan niatmu itu?
Mendengar ucapan Shin, pemuda di seberang Shin tampaknya tidak ingin kalah dengan provokasinya, berhubungan ada Pangeran Kelima di dekatnya, menurutnya ini adalah hal yang sangat bagus untuk menunjukkan kekuatan miliknya.
"Tch … Dengan sikapmu seperti itu jangan salahkan aku membuatmu menderita." balas pemuda yang ada di seberang Shin dengan nada meremehkan.
Orang-orang di sekitar pun juga sama, setelah mendengar perkataan Shin, mereka menatap Shin dengan tajam dan bermusuhan.
Merasakan tatapan di sekitarnya, Shin hanya tersenyum dan wajahnya berubah menjadi serius dan berkata, "Baiklah jika ini yang kalian inginkan, seperti yang aku katakan sebelumnya bagi kalian yang tidak ingin aku tinggal di tempat ini, kalian bisa berdiri!" Shin yang saat ini mengatakan dengan nada dingin.
Seketika para pemuda ataupun wanita yang saat ini melihat Shin seperti ini, mereka mulai berdiri satu persatu, tidak terkecuali para pejuang di tingkat Komandan.
'Hmm? Sepertinya ada banyak orang yang tidak ingin aku berada di tempat ini …' benak Shin.
__ADS_1
"Hehe … Baiklah, ini akan menjadi ronde kedua. Jadi siapa dari kalian yang akan menjadi yang pertama maju?, Atau kalian ingin menyerangku secara bersamaan?" kata Shin dengan tatapan tajam dan matanya mulai bersinar.
Saat ini Shin berdiri dari mejanya lalu menarik pedang kegelapannya yang berada di sebelahnya, lalu menyebarkan aura pedang miliknya dengan intensitas yang sedikit lebih tinggi dari yang sebelumnya.
Helie Valgard melihat akan ada kekacauan di perjamuan ini, segera berbicara, "Saudara Shin, tetap tenang. Dan teman-teman yang lain, seperti kau, yang juga adalah tamu terhomat saya. Ayo, ayo, saya akan memperkenalkan kepada saudara Shin." ucap Helie Valgard yang saat ini segera menghentikan kekacauan yang ada di aula ini dan memperkenalkan orang-orang di sekitarnya.
"Ini Dowie, ia berasal dari keluarga Nazach dari kota Yuver."
"Ini adalah Geron, ia berasal dari Gang Beruang Hitam."
"Ini adalah Fennia, ia berasal dari anggota Klan Pedang."
"Dan ini adalah Hanireth, ia berasal dari Klan Belati."
...
Helie Valgard segera memperkenalkan para pemuda yang ada di sekitarnya.
"Oh?"
Shin mengangkat alisnya dan menatap Fennia yang adalah seorang wanita muda, dan dari yang dikatakan oleh Helie Valgard, Fennia ini juga berasal dari Klan Pedang.
Namun ketika tatapan dirinya menatap Fennia, ia melihat wajah acuh dari wajahnya, melihat ini Shin mengerti dan tidak memperhatikannya lebih jauh lagi.
Dari keempat orang-orang ini, hanya 3 orang yang menatapnya dengan tatapan sinis dan tidak nyaman.
Dowie adalah seorang pemuda berkulit putih, berusia dua puluh tahunan dengan rambut hitam panjang yang diikat dan wajah yang tampan, namun matanya sedikit sipit terkadang menatap Shin dengan tatapan licik, aura di tubuhnya berada di tingkat Komandan Tingkat Rendah.
Geron adalah seorang pemuda dengan tinggi badannya yang sedikit pendek, namun memiliki mata yang besar dan pupil matanya berwarna kuning terlihat bersinar, juga ada pedang besar di punggungnya yang tampak ukuran pedang dan tinggi badannya tampak sama.
__ADS_1
Melihat pemuda bernama Geron ini Shin melihatnya dengan tatapan penasaran dan ingin tahu, karena mengapa dengan ukuran tubuhnya pemuda ini menggunakan pedang besar sebagai senjata utama? Juga matanya yang berwarna kuning membuat wawasan Shin tentang orang-orang di dunia ini bertambah.
Bersambung