
Setelah mendengar kakek tua di depannya adalah bernama Dane Valgard, dan juga seorang Tetua di Klan Pedang ini Shin terkejut sesaat.
Karena nama belakang Valgard adalah nama keluarga Kerajaan Tesaria, dan identitas Tetua di Klan Pedang, Shin menatap Tetua Dane yang berdiri di depan ini dengan ekspresi terkejut.
Menurutnya, mengapa Tetua Dane ini sampai-sampai menemuinya hanya karena menanyakan berapa banyak aturan yang Shin pahami? Shin bingung karena ini, karena dirinya tidak mengetahui seberapa banyak orang yang dapat memahami aturan pedang.
Setelah mendengar ini, Shin segera membungkuk hormat kepada Tetua Dane, "Aku bertemu dengan Tetua Dane" ujar Shin sambil membungkuk hormat.
Tetua Dane mengangguk lalu mengangkat tangannya yang menandakan tidak apa-apa.
"Yah, tidak perlu hormat seperti itu, aku mendatangimu hanya untuk bertanya itu saja, juga penasaran dengan pemuda yang dibawa oleh Nona Elisa …" ujar Tetua Dane sambil tersenyum dengan mengusap-usap janggutnya, "Lalu bisakah aku mengetahui siapa namamu anak muda?" Lanjutnya.
"Namaku adalah Shin." Jawab Shin.
"Hanya Shin? Apakah kau tidak memiliki nama keluarga?" ujar Tetua Dane menatap Shin dengan aneh, apakah pemuda ini tidak memiliki nama keluarga?
Shin tersenyum kecut mendengarnya, dia memang tidak memiliki nama keluarga, dan dia menggunakan nama yang sama dengan nama yang ada di bumi sebelumnya, namun Shin tidak menggunakan nama keluarga sebelumnya, karena dirinya saat ini sudah menjadi orang yang berbeda.
"Ya, aku tidak memiliki nama keluarga." jawab Shin sambil tersenyum kecut.
"Ngomong-ngomong, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepada anda Tetua Dane?" tanya Shin yang saat ini mempunyai beberapa pertanyaan yang ingin dia ketahui, yaitu tingkatan pejuang pedang awal, menengah, atas dan kesempurnaan!
Mendengar kata-kata Shin, Tetua Dane mengangguk dan menjawab, "Tentu, katakan apa yang ingin kau tanyakan, aku akan menjawabnya sesuai dengan apa yang aku ketahui." jawab Tetua Dane.
Setelah mendengar persetujuan ini, Shin segera bertanya, "Aku ingin tahu tingkat kekuatan pejuang pedang yang berada di tingkat pejuang awal hingga kesempurnaan? Bisakah anda menjelaskannya secara singkat?" tanya Shin.
"Jadi kau masih belum mengetahui tingkat pejuang pedang? Lalu sebelum aku menjawabnya, apa alasan kau berlatih aturan pedang di menara pelatihan pedang?" jawab Tetua Ardan sambil menanyakan kepada Shin.
Shin mendengar kata-kata ini, dia berpikir sejenak, mengapa dirinya berlatih aturan pedang? Dan akhirnya menjawab, "Alasan saya ingin berlatih dan memahami aturan pedang adalah karena saya tidak ingin hanya sebatas berlatih pedang saja, tapi mencari tahu filosofi yang diterapkan dalam jalan pedang, juga ingin memahami pedang dengan menggunakan hati dan pikiran, tentu saja menjadi pendekar pedang terkuat di dunia ini!" jawab Shin sambil menjelaskan niatnya dalam berpedang dengan tekad kuat dalam setiap ucapannya.
Tetua Dane mendengar ini, dia tersenyum puas setelah mendengar niat dan tekad yang terdapat pada kata-kata pemuda Shin di depannya.
"Kata-kata yang sangat bagus! Sekarang aku akan menjelaskan mengapa setiap pendekar pedang atau pejuang pedang memiliki tingkatan pedang, alasan mengapa tingkatan pedang ini ada karena sejak jaman dahulu para pejuang pedang di dunia ini telah menciptakan aturan pedang dengan cara menggali misteri pada pedang,
Dengan adanya aturan pedang ini, setiap pejuang memiliki tingkatan yaitu awal, menengah, atas, dan kesempurnaan. Dan seseorang yang bahkan belum memasuki tingkat awal, orang itu tidak bisa dikatakan sebagai pendekar pedang atau pejuang pedang!
Tingkat awal seseorang harus memahami pedang dan 10 aturan pedang untuk bisa dikatakan sebagai seorang pejuang pedang tingkat awal, untuk tingkat menengah 25 aturan pedang, tingkat tinggi 100 aturan pedang dan kesempurnaan 200 aturan pedang atau lebih." jawab Tetua Dane.
Bagi Tetua Dane, pemuda Shin ini benar-benar bakat yang sangat tinggi, namun tidak seperti Nona Elisa yang memiliki konstitusi khusus, walaupun begitu dengan tingkat pemahamannya pemuda ini sudah terbilang berbakat dan jenius.
Setelah mendengar penjelasan dari Tetua Dane, Shin mendengarnya dengan seksama tanpa satupun terlewat. Dan akhirnya dirinya mengetahui kalau dia sudah mencapai pendekar pedang tingkat awal!
"Terima kasih sudah menjelaskan ini kepadaku Tetua Dane, ini benar-benar merepotkan mu." ujar Shin dengan ekspresi tidak enak di wajahnya.
Melihat ekspresi Shin, Tetua Dane hanya tersenyum dan berkata, "Sekarang aku akan pergi untuk melakukan beberapa urusan, aku datang hanya bertanya beberapa hal sepele namun bukan hanya aku mendapatkan jawaban yang bagus, tapi melihat tekadmu dalam berpedang!" ujar Tetua Dane sambil memberitahu bahwa dirinya akan segera pergi.
__ADS_1
"Terima kasih sudah memberitahuku hal-hal sebelumnya, itu sangat membantu." jawab Shin dengan menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Tetua Dane menghilang dari tempat dimana dia berdiri sebelumnya.
Shin melihat kepergian Tetua Dane, dia akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju menara pelatihan pedang.
***
Saat ini di pojok bangunan yang tidak jauh dari posisi Shin, terlihat seorang pria paruh baya yang sedang menatap Shin dalam kegelapan, pria paruh baya ini memiliki wajah yang tampak malas.
Pria paruh baya ini adalah salah seorang dari bawahan Alfan Gifartus yang dikirim untuk mencari informasi tentang Shin untuk diberikan kepada Tuan Muda Alfan.
"Jadi, bocah itu adalah seorang yang sedang menjadi topik utama di Klan Pedang?" ujar pria paruh baya itu sambil menatap Shin yang sedang berjalan di jalan utama.
"Aku tidak berharap pemuda ini yang hanya berada di tingkat Prajurit menjadi topik panas di Klan Pedang, apakah hanya karena hubungannya dengan Nona Elisa itu?" lanjut pria paruh baya itu sambil menatap aneh Shin.
Namun pada saat dia menatap Shin dalam kegelapan, tiba-tiba seseorang muncul di belakangnya dan berkata, "Hey, bukankah tidak sopan menatap seorang junior yang tidak tahu apa-apa itu?" ujar seorang yang berada di belakang pria paruh baya itu.
Dan ketika pria paruh baya ini mendengar kata-kata ini dia terkejut hingga melotot dan refleks melompat ke depan lalu mengeluarkan pisau tingkat tinggi dari cincin penyimpanannya dan menatap siapa yang berbicara kepadanya.
Pada saat menatap siapa yang mengatakan itu, pria paruh baya ini sangat terkejut bahkan punggungnya mengeluarkan keringat dingin.
Apa yang dia lihat adalah seorang kakek tua dengan jubah abu-abu sambil menatapnya dengan tersenyum, dia mengenali orang di depannya, orang di depannya adalah Dane Valgard! Seorang yang memiliki reputasi yang kuat dengan kekuatan yang sangat kuat, walaupun begitu tidak ada yang tahu seberapa kuat itu.
Sial, aku tidak berharap bertemu dengan seorang monster disini …, ucap pria paruh baya itu dalam benaknya.
Tetua Dane melihat pria paruh baya di depannya hanya tersenyum, lalu mengangkat tangannya dan menunjuk satu jari telunjuknya mengarah ke pria paruh baya itu.
Seketika aura energi muncul dalam jari telunjuknya dan mulai berbentuk pedang energi kecil lalu terbang menuju pria paruh baya itu dengan kecepatan sangat cepat!
Splat!!!
Pedang energi yang Tetua Dane arahkan kepada pria paruh baya itu dengan segera menembus bahunya dan membuat lubang.
Pria paruh baya itu merasa sakit di bahunya dan pada saat melihatnya, dia melihat bahunya sudah berlubang, pada saat ini dia tidak tahu apa yang terjadi padanya dia hanya melihat Dane Valgard mengangkat tangannya dan menunjuk dirinya lalu tiba-tiba bahunya berlubang.
"I-Ini … aku mohon lepaskan aku senior Dane, aku tidak akan melakukan ini kepada pemuda itu lagi." Saat ini pria paruh baya itu tidak bisa melakukan apapun, di depan monster yang sebenarnya dirinya hanya tampak seekor semut yang tidak berdaya, bahkan jika kabur pun sama saja tidak mungkin.
"Oh? Apakah kau ingin aku melepaskanmu?" ujar Tetua Dane dengan nada bermain-main.
"Y-ya, t-tolong biarkan saya pergi …" jawab pria paruh baya itu sambil bersujud dan membanting kepalanya ke tanah yang tampak memohon.
"Aku akan membiarkanmu pergi, asalkan kau memberitahuku mengapa kau memata-matai pemuda itu?" ujar Tetua Dane sambil menyipitkan matanya kepada pria paruh baya ini.
Setelah mendengar kalau dirinya dapat pergi, pria paruh baya itu segera bangun dan menjawab, "Aku …" jawab pria paruh baya itu namun terpotong karena, tiba-tiba dalam pandangannya dia melihat kalau pandangannya sudah berada di tanah dan sekilas melihat tubuhnya masih berdiri.
__ADS_1
Splat!!!
Darah berceceran kemana-mana, pria paruh baya itu meninggal karena kepalanya terpotong secara tiba-tiba, ini adalah tindakan yang dilakukan oleh Tetua Dane, Tetua Dane secara langsung membunuh pria paruh baya itu tanpa mendengar penjelasannya.
"Apa kau pikir aku tidak mengetahui kedatangan bocah dari keluarga Gifartus? Seseorang dari luar berani-beraninya mencari masalah dengan anggota Klan Pedang, aku tidak akan mentoleransi apapun alasanmu!" ujar Tetua Dane dengan tatapan acuh setelah melihat tubuh tanpa kepala di depannya.
Setelah itu, Tetua Dane menatap punggung Shin dan menghela nafasnya, "Aku tidak berharap kalau dirinya akan mendapatkan dengan masalah yang besar." Tetua Dane lalu pergi dari tempat ini dan kembali ke rumah utama Klan Pedang.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 15. (Update untuk tanggal 16 akan di update besok, terima kasih!)
Daftar nama yang sudah vote:
1. LUCIFER \= Vote 700 Poin
2. Muhamad Alfiansyah \= Vote 400 Poin
3. Lidya Mariska \= Vote 300 Poin
4. {DwiS(DarkBlaze)} \= Vote 110 Poin
5. 🍉•Al~™•🌶️ \= Vote 110 Poin
6. satri laras \= Vote 110 Poin
7. Kelwin Rian \= Vote 100 Poin
8. Drexsseleer \= Vote 40 Poin
9. said Irfan \= Vote 40 Poin
10. awan_mendung186 \= Vote 20 Poin
11. Gito Chan \= Vote 10 Poin
12. Arif Eko \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
__ADS_1
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!