Suami CEO

Suami CEO
Tidak Dapat Mengendalikan Diri


__ADS_3

Deru nafas Geo memburu, entah apa yang tengah merasuki pria itu. Tatapannya berubah menjadi brutal. Sesaat setelah dia menghempaskan tubuh Kiara ke atas ranjang miliknya.


Pintu kamar tak lupa dia kunci dan dia membuang kuncinya ke sembarang arah. Kiara semakin takut melihat perubahan Geo.


"Kamu kenapa Geo?" tanya Kiara panik. Dia hendak bangun dari ranjang. Namun sedetik kemudian tubuh Geo menindihnya. Jarak wajah keduanya kini hanya beberapa senti saja. Deru nafas pria itu bahkan bisa Kiara rasakan.


"Kenapa pulang semakin larut? Apa kamu dengan pria itu?" tanya Geo, setelah sekian lama tidak mengatakan apapun.


"Apa maksud kamu?" tanya Kiara tidak mengerti. Dia memang pulang agak malam karena harus mampir ke toko bajunya.


"Sejak di kantor kamu sudah bersama dengan Arman? Apa kalian berpacaran?" tanya Geo tanpa berpikir panjang. Entah mengapa dia sangat kesal melihat Kiara bersama pria itu.


"Kenapa kamu ikut campur urusan pribadiku?" teriak Kiara mulai ikut kesal.


Geo tiba-tiba mencium bibir Kiara. ********** dengan penuh nafsu. Geo tidak bisa menahannya lagi.


"Ummm," Kiara meronta. Dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Geo yang menindihnya. Ciuman paksa itu harus berakhir dengan Kiara menggigit bibir Geo.


"Kamu gila ya? Apa yang kamu lakuin sih!" jerit Kiara kesal, dia menghapus sisa rasa bibir milik Geo.


Geo tertawa kecil, tingkahnya semakin membuat Kiara bingung. Pria di depannya itu seperti predator yang siap memangsa dirinya.


"Kenapa? Ini kan yang kamu inginkan dari seorang pria?" tanya Geo dengan nada menyindirnya.


"Kamu gila!" Kiara berdiri dan melangkah menuju ke arah pintu. Dia mencoba membukanya. Namun pintu sudah terkunci.


"Geo, buka pintunya!" pinta Kiara.


Geo mendekati Kiara, gadis itu melangkah ke belakang perlahan.Namun Geo masih saja mendekatinya, hingga Kiara harus terhimpit oleh tembok di belakangnya.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Kiara panik. Geo menatap tubuh Kiara dari ujung rambut hingga ujung kakinya.

__ADS_1


Pria itu sudah sepenuhnya merasakan gairah yang membara di dalam tubuhnya. Meski hanya memandang Kiara saja. Geo sudah tidak bisa mengendalikan diri.


"Tentu saja melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan?" ucap Geo membuat bulu kuduk Kiara merinding.


"Kamu jangan macam-macam Geo!" kini keduanya berbicara dengan sangat dekat.


"Kenapa? Apa kamu takut?" tanya Geo menyindir.Tangannya tiba-tiba merobek kemeja yang tengah di pakai Kiara.


Kemeja itu sobek di bagian depannya. Dua harta karun milik Kiara terekspos begitu saja. Kedua mata Geo menangkap pemandangan itu dengan jelas. Dia harus menelan ludahnya dengan susah payah.


"Ah kamu gila!" teriak Kiara, dengan cepat dia menutup bagian itu. Namun Geo dengan mudah menarik kedua tangan Kiara ke atas kepala gadis itu.


Geo segera menerjunkan wajahnya pada harta karun milik Kiara. Lidah pria itu menikmati area sensitif milik Kiara.


Kiara mulai melenguh, namun dia sadar bahwa ini adalah hal yang salah. Dia meronta ingin melawan Geo yang sudah mencumbu bagian kenyal miliknya itu.


"Lepas! Geo lepaskan aku! Sadar Geo, ini bukan tujuan pernikahan kontrak kita!" Kiara mencoba mengingatkan pria itu. Air mata mulai turun membasahi kedua pipinya.


Memandang kasihan pada gadis di depannya itu. Geo melepaskan Kiara, gadis itu terduduk perlahan di lantai. Dengan kedua tangannya menutupi tubuhnya.


Geo mengusap kasar wajahnya. Dia tidak tahu kenapa bisa menjadi seperti ini. Pria itu segera ke kamar mandi, dia ingin menenangkan dirinya. Meninggalkan Kiara yang masih terisak di lantai.


Setelah satu jam kemudian, Geo keluar dari kamar mandi. Dia mengedarkan pandangannya ke segala arah di dalam kamarnya itu. Ekor matanya berhenti di tubuh Kiara yang meringkuk di lantai. Gadis itu tertidur setelah menangis cukup lama.


Geo menghela napas panjang, malam ini dia telah mengukir luka di hati Kiara. Mungkin saja suatu saat Kiara akan trauma dengan dirinya.


"Maafkan aku, aku juga tidak tahu mengapa diriku berubah menjadi binatang buas seperti ini," ucap Geo sambil membelai kepala Kiara.


Geo kemudian memindahkan Kiara ke atas ranjang. Terlalu dingin untuk seorang gadis tidur di lantai. Geo juga ikut berbaring di sampingnya. Mengamati dari dekat wajah gadis itu.


"Apa aku sedang jatuh cinta denganmu? Ini bukanlah aku yang biasanya?" gumam Geo di samping gadis itu.

__ADS_1


Kiara merasa kedinginan,tiba-tiba dia memeluk tubuh Geo. Meski terkejut pria itu tetap saja menerima perlakuan itu. Hingga dia ikut terlelap, keduanya tampak akur saat tidur.


Keesokan harinya, Kiara terbangun karena merasa ada yang menindih perutnya. Tangan Geo tengah memeluk dia. Kiara memperhatikan wajah pria itu. Meski dia sangat kesal dengan Geo. Namun Kiara mengakui bahwa pesona pria itu memang begitu kuat.


Wajahnya yang tampan pasti sangat mudah untuk mendapatkan wanita manapun. Namun dirinya harus terjebak dalam pernikahan gila ini. Kiara teringat kejadian semalam ketika Geo meminta haknya sebagai suami.


Andai benar-benar terjadi,Kiara tidak bisa membayangkan bagaimana hatinya. Kiara ingin melakukan hal itu jika hatinya mencintai pria itu. Namun Kiara tidak memiliki perasaan apapun pada Geo.


Kiara memindah lengan Geo perlahan, agar dirinya bisa bangun. Dia mencari kunci kamar itu di lantai. Setelah mendapatkannya, Kiara segera keluar dari kamar Geo. Dia sangat berhati-hati agar pria itu tidak terjaga.


Kiara memilih untuk segera menyiapkan sarapan. Dan bersiap untuk pergi bekerja.Mencoba menghindari Geo untuk saat ini.


Ketika Geo bangun,dia mencari Kiara yang sudah tidak di sampingnya. Namun ketika hendak sarapan. Sudut bibirnya terangkat. Meski gadis itu marah padanya, namun tak lupa menyiapkan roti bakar dan juga kopi untuk Geo.


"Seperti memang harus menjadikan kamu istri sebenarnya," gumam Geo tanpa sadar.


Dia segera melahap roti itu, rasanya begitu nikmat. Mungkin karena Geo tengah lapar pagi ini. Atau karena Kiara yang membuatnya, jadi rasanya menjadi sangat enak.


Kiara yang sudah berada di kantor segera menyiapkan perlengkapan kerjanya. Hari ini dia harus berada di luar karena sebuah proyek. Bersama beberapa utusan dari perusahaan juga.


Statusnya sebagai asisten CEO, membuatnya harus menggantikan pria itu untuk beberapa pekerjaan. Kiara harus mensurvei langsung pekerjaannya.


Di kantor, Amanda yang menggantikan Kiara berada di samping Geo. Gadis itu mencoba mendekati atasannya. Dirinya begitu yakin bisa mendapatkan hati Geo. Dengan kecantikan yang dia miliki, tidak ada satu pria yang akan menolaknya.


"Pak, ini jadwal bapak hari ini, saya yang akan menemani bapak kali ini?" ucapnya.


"Dimana Kiara?" tanya Geo.


"Nona Kiara sedang mengawasi salah satu proyek besar perusahaan pak,"jawab Amanda.


"Oh begitu, kamu kembali saja ke ruangan. Kalau ada perlu saya akan menelepon mu!" pinta Geo.

__ADS_1


"Baik pak," Amanda meninggalkan Geo sendirian di ruang kerjanya.


__ADS_2