
Alina tak menyerah, dia sengaja kembali untuk meminta maaf kepada Geo. Sekaligus ingin agar pria itu kembali kepadanya.
Wanita berparas cantik itu kini berdiri di rumah megah milik Andara. Kakek dari Geo yang dulu pernah mendukungnya. Sebelum dia melakukan kesalahan besar.
Alina mengetuk pintu dan seorang pelayan membukanya.
"Ingin mencari siapa ya non?" tanya pelayan itu sopan.
"Kakek Andara ada?" tanya Alina.
"Tuan ada,silahkan masuk. Tunggu saya akan memanggil beliau," ucap pelayan itu seraya mengundurkan diri.
Alina masuk ke dalam rumah sambil memperhatikan sekitar. Tampak beberapa interior telah berubah, tak lagi sama seperti dulu.
"Alina," dari belakang wanita itu suara berat Andara mengejutkannya.
Andara juga terkejut setelah kedatangan wanita yang dulu pernah dia kenal itu.
"Kakek," Alina hendak berlari memeluk Andara. Namun tangan pria paruh baya itu menghadangnya. Akhirnya Alina harus mengurungkan niatnya.
"Ada apa kenapa tiba-tiba kembali?" tanya Andara tanpa berbasa-basi.
"Kakek, Alina minta maaf, Alina salah sudah melakukan hal paling buruk untuk Geo. Tolong maafkan Alina kek?" ucap Alina.
"Kamu baru merasa menyesal?" tanya Andara.
"Iya kek, Alina salah. Sekarang Geo tidak mau menemui Alina. Kakek tolong Alina!" pintanya.
Andara tersenyum kecut, teringat jelas bagaimana cucunya hancur karena wanita di depannya ini. Dan kini dia bahkan hadir di saat Geo sudah memiliki penggantinya.
"Alina, sebaiknya kamu kembali ke luar negeri. Jangan lagi mengganggu Geo!" peringat Andara.
__ADS_1
"Kenapa kek? Bukankah Geo masih mencintai Alina?" tanyanya.
"Kamu salah, Geo sudah menikah saat ini! Dan kakek harap kamu tidak menjadi pengganggu diantara mereka!" ucap Andara dengan tegas.
"Kakek pasti bercanda?" Alina tersenyum kecut sambil menatap yakin pada Andara.
"Sejak kapan kakek tidak serius Alina," jawabnya. Seketika Alina tertunduk lesu mendengar pengakuan dari Andara.
Geo telah memiliki penggantinya, bahkan mereka sudah menikah. Alina mengingat kembali kejadian tadi pagi di depan rumah Geo.
Gadis itu memang meminta mata-mata untuk mencari tahu tempat tinggal Geo sekarang. Tapi dia tidak tahu bahwa pria itu sudah menikah.
"Apakah gadis jelek yang tadi membuka pintu untukku?" batin Alina teringat wajah Kiara.
"Aku gak peduli, selama Geo masih mencintaiku. Dia pasti akan kembali pada Alina!" ucap Alina gigih, dia tidak ingin menyerah begitu saja.
"Alina permisi kek!" Alina berdiri dan pergi meninggalkan Andara.
Kiara kini tengah sibuk membersihkan ruang kerja milik suaminya di dalam rumah mereka. Tiba-tiba bunyi ponsel menghentikan aktifitas Kiara. Tepat di atas meja ponsel itu dia letakkan.
Kiara segera melihat siapa yang tengah mengirimkan pesan padanya. Kiara mengernyitkan keningnya saat melihat sebuah nomor baru yang tak dia kenal.
Pesan berisi ajakan untuk bertemu, Kiara malas untuk menanggapinya. Baru saja hendak meletakkan kembali ponsel itu. Sebuah panggilan masuk dari nomor yang sama.
"Siapa sih, pasti orang iseng deh?" batin Kiara menerkanya.
Kemudian di panggilan kedua, Kiara terpaksa mengangkatnya. Suara seorang wanita terdengar dari arah seberang.
"Halo, siapa ya?" tanya Kiara.
Tiba-tiba wajahnya berubah malas saat mengetahui siapa yang tengah meneleponnya.
__ADS_1
"Untuk apa ingin bertemu denganku? Aku sedang sibuk!" jawab Kiara.
Tapi orang yang meneleponnya bersikeras untuk bertemu. Kiara sebenarnya enggan,tapi mungkin ada hal penting yang akan wanita itu sampaikan padanya. Kiara akhirnya menyetujuinya dan meminta wanita itu untuk menentukan tempat mereka bertemu nanti.
Kiara tak sempat merias dirinya lebih cantik. Dia datang ke restoran dengan pakaian sederhana dan juga penampilannya yang sederhana.
Dia telah sampai di restoran yang akan menjadi tempat bertemu. Wanita yang tadi menelepon telah menunggu Kiara di salah satu meja di restoran itu. Kiara segera menghampirinya.
"Maaf menunggu,ada hal apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Kiara di depan wanita itu.
"Duduk lah dulu!" pinta Alina. Dia menatap penampilan Kiara.
"Jauh dari kata cantik!" batin Alina meremehkan Kiara.
Kiara duduk di kursi depan Alina. Dia merasa risih dengan tatapan wanita itu pada dirinya.
"Bisa bicara langsung saja,aku masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan!" pinta Kiara tegas.
"Oh maaf kalau mengganggu aktifitas mu, tapi yang aku inginkan ini lebih penting dari apapun. Kamu sebaiknya berpisah dengan Geo. Karena apa? Dia pasti tidak mencintaimu!" ucap Alina dengan yakin. Tanpa memperhatikan perasaan Kiara.
Kiara sudah menebak sebelumnya, bahwa wanita di hadapannya itu pasti masih belum menyerah.
"Apa hak mu untuk memintaku berpisah dari Geo? Apa kamu juga punya posisi penting untuk hal itu?" tanya Kiara tidak mau terlihat mudah di tindas.
Alina terlihat kesal dengan jawaban dari Kiara. Dia pikir gadis culun di depannya itu lemah. Nyatanya dia berani juga melawan dirinya.
"Aku bisa memastikan bahwa Geo tidak mencintaimu, dia pasti masih mencintaiku!" jawab Alina yakin.
Kiara tersenyum kecut, sebenarnya dia juga tidak punya hak untuk meminta Geo mencintainya. Tapi tidak mungkin Kiara mengaku bahwa pernikahan mereka hanyalah kontrak saja. Bisa-bisa Geo akan marah pada dirinya.
"Soal perasaan bukan hal yang harus kamu tentukan, toh kami sudah menikah saat ini. Dan kami baik-baik saja hidup bersama. Jadi tolong kamu tidak perlu repot-repot mengurus rumah tangga kami," ucap Kiara memperingatkan.
__ADS_1
"Kamu!" Alina kesal, namun dia hanya bisa menahannya. Kiara segera pamit untuk pergi meninggalkan Alina yang masih menahan kesal itu.