Suami CEO

Suami CEO
Bersekutu


__ADS_3

Arman menekan keningnya, kepala pria itu terasa berat. Dia teringat semalam telah mabuk. Tapi dia tidak ingat siapa yang membawanya.


"Tunggu dimana ini?" tanya Arman saat baru menyadari dimana dirinya saat ini. Ruang yang tidak familiar baginya.Aroma alkohol menyengat di tubuh pria itu.


Perlahan dia bangun dari atas ranjang. Mencari seseorang yang mungkin ada di rumah itu.


"Sudah bagun?" tanya seorang gadis yang berdiri di ambang pintu kamar.


Arman mengerutkan keningnya, dia tidak tahu siapa gadis itu.


"Siapa kamu?Dan dimana aku sekarang?" tanya Arman.


Gadis itu berjalan mendekati Arman.


"Apa kamu lupa siapa aku?" tanyanya memastikan.


"Siapa kamu?" Arman tidak bisa mengingat jelas siapa gadis di depannya itu.


"Aku Alina, tunangannya Geo. Bukankah kita pernah satu kampus dulu?" tanya Alina. Arman segera mengingatnya.Mungkin karena efek alkohol dia tidak bisa mengingat dengan jelas.


"Alina, ya aku ingat sekarang. Tapi tunggu bukannya kamu pergi ke luar negeri? Kenapa tiba-tiba kembali?" tanya Arman penasaran.

__ADS_1


"Ya aku memang pergi, tapi sekarang aku ingin merebut Geo agar menjadi milikku kembali," ucap Alina yakin. Arman tidak mengerti perkataan dari Alina.


"Maksud kamu?Bukankah dia sudah menikah?" ucap Arman.


"Ya, memang dia sudah menikah, lalu kenapa? Aku masih bisa merebutnya," jawab Alina gila.


"Kamu gila ya?" Arman tidak percaya Alina akan berfikir begitu.


"Jangan munafik Arman, aku tahu kamu menyukai Kiara kan?" tanya Alina. Arman terbelalak,bagaimana bisa Alina tahu tentang perasaannya pada Kiara.


"Aku bisa tahu dari caramu menatap Kiara saat kalian bertemu," ucap Alina lagi.


"Jangan lukai dia!" Arman memberi peringatan pada Alina.


"Caranya?" tanya Arman bingung.


Alina lalu berjalan lebih dekat lagi pada Arman. Lalu berbisik sesuatu di telinga pria itu.


"Apa kamu yakin?" tanya Arman setelah dia tahu niat awal Alina.


"Tentu saja, dan itu perlu bantuan darimu," jawab Alina lagi.

__ADS_1


Arman terdiam,mencoba mencerna apa yang di ucapkan oleh Alina. Wajah Kiara tiba-tiba muncul di dalam pikiran pria itu.Rasa belum rela bahwa dia telah dimiliki Geo membuncah di hatinya. Ingin sekali dia merebut Kiara dari Geo.


"Baiklah, aku setuju. Selama tidak menyakiti keduanya secara fisik."


Jawaban Arman sudah Alina tunggu sejak tadi. Akhirnya pria itu menyetujui rencananya.


"Bagus, selanjutnya kamu tunggu kabar dariku," ucap Alina tersenyum puas. Akhirnya dia memiliki rekan untuk merebut Geo dari Kiara.


Di rumah megah milik Geo, pria itu tidak mau melepaskan pelukannya pada Kiara.


"Ayolah Geo, ini sudah pagi. Kita harus bekerja!" ucap Kiara membujuk Geo yang tidak melepaskan tubuhnya. Setelah semalam berperang hebat di atas ranjang.


"Tidak mau!" ucapnya manja seperti anak kecil.


"Gimana kalau kakek mencari mu nanti?" tanya Kiara menggunakan sang kakek sebagai alasannya.


"Biarkan saja dia yang mengurus perusahaannya," balas Geo santai. Dia menatap wajah Kiara. Rasanya beberapa kali menciumi bibirnya tak cukup puas bagi Geo. Ingin lagi dan lagi.


Saat ini Geo sudah merasa kecanduan dengan wangi tubuh istrinya. Tak ingin melepaskannya barang sebentar saja. Apalagi melepaskannya untuk pria lain.


"Kamu ini!" Kiara cemberut menanggapi alasan Geo.

__ADS_1


"Kenapa sih? Lagi pula kakek sendiri yang bilang kalau mau cicit, ya kita harus sering-sering membuatnya dong?" ucap Geo menggoda Kiara. Rona wajahnya memerah ketika Geo mengatakan hal itu.


__ADS_2