Suami CEO

Suami CEO
Tuan Muda


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Via seolah sudah terbiasa dengan kehadiran Arfa. Keduanya memang jarang berinteraksi karena kesibukan Via.


Arfa juga tidak berdiam diri saja di rumah itu. Dia mencari pekerjaan di dekat tempat tinggal Via. Meski hanya bantu-bantu di sebuah toko buah. Namun uangnya lumayan untuknya bisa makan.


"Ini bu pesanannya, terima kasih ya?" ucap Arfa sopan. Pembeli merasa senang atas keramahan Arfa.


"Tuan, tuan muda Arfa disini!", ucap seorang pria berumur empat puluh tahunan itu. Dia tak sengaja melihat Arfa.


"Pak An," Arfa terkejut melihat siapa yang menyapanya.


"Iya tuan muda, saya sudah lama mencari keberadaan tuan. Ayo ikut pak An pulang tuan," pinta pak An.


"Aku tidak bisa pulang sekarang pak, jangan beritahu mama kalau aku disini. Cukup pak An saja yang tahu," ucap Arfa.


"Kenapa tuan muda? Nyonya sangat khawatir padamu, ayo kita pulang," ucapnya lagi.


"Saat aku tidak kembali, seseorang ingin membunuhku. Pak An bisa mencari tahu kira-kira siapa orang yang mencurigakan di dalam rumah," pinta Arfa.


"Apa? Membunuh tuan muda?" tanya pak An tidak percaya.

__ADS_1


"Ya, untungnya ada yang menolongku. Sekarang pak An kembali lah,dan seolah tidak pernah tahu keadaanku.Jika sudah waktunya aku akan kembali sendiri." Arfa menatap serius pak An. Dia sangat percaya dengan pria paruh baya itu. Kesetiaannya dari dulu pada keluarganya tidak di ragukan lagi.


Namun Arfa belum bisa kembali,karena dia masih mencari tahu siapa yang tengah merencanakan pembunuhan pada dirinya itu.


Banyak pihak yang terancam posisinya jika Arfa kembali. Mungkin hal itu menjadikannya alasan untuk membunuhnya.


"Baik tuan muda, tapi apa tuan muda hidup dengan baik?" tanya pak An khawatir melihat tuan mudanya.


"Aku baik-baik saja pak, jangan khawatir."


Pak An memperhatikan tuan mudanya, penampilannya sangat biasa. Di tambah dia bekerja sebagai pelayan di toko buah itu. Hati pak An miris melihat Arfa seperti itu.


Arfa tersenyum ketika menerima kartu nama itu. Pria yang selalu menyayanginya meski hanya seorang sopir. Namun bagi keluarganya pak An lebih dari itu.Pak An pergi setelah tidak berhasil membujuk Arfa.


Arfa memasukkan kartu nama itu ke dalam sakunya. Dia harus segera pulang karena sudah hampir sore. Setelah berpamitan pada pemilik toko. Dia segera pulang ke rumah Via.


Tak lupa Arfa membeli dua bungkus makanan dari hasilnya kerja hari ini. Dia tengah belajar hidup sederhana jauh dari keluarganya.


Arfa sebenarnya bisa saja kembali ke rumahnya saat ini. Namun ada alasan khusus dia ingin bertahan di rumah milik Via. Karena diam-di gadis itu membuatnya penasaran.

__ADS_1


Ketika Arfa membuka pintu rumah, sepatu milik Via sudah berada di rak sepatunya. Via sudah pulang lebih awal darinya.


"Kamu sudah pulang?" sapa Arfa saat melihat wanita itu tengah sibuk dengan beberapa peralatan memasak di dapur.


"Ya, hari ini sudah menyelesaikan pesanan toko. Jadi bisa pulang lebih awal."


"Kamu sedang apa?" tanya Arfa mendekati Via. Via lalu menunjukkan hasil memasaknya.


"Ini," Via menunjukkan hasil memasaknya. Tapi ketika Arfa melihatnya, dia berfikir lebih baik tidak memakan masakan itu. Karena hampir semua yang dia masak berwarna hitam. Alias hampir hangus.


"Ah jangan melihat warnanya, mari kita coba." Ajak Via. Arfa hanya bisa mengiyakannya. Lalu keduanya segera duduk di ruang makan.


"Ayo coba!" ajak Via. Dia dengan semangat mengambil sepotong ayam goreng yang dia buat tadi. Baru saja masuk ke dalam mulutnya, Via segera berlari ke tempat sampah.


"Ah ini kenapa sangat tidak enak!" ucapnya kecewa. Dia memang tak pandai memasak.


"Sudahlah, lebih baik makan inis aja." Arfa mengambil dua piring kosong, lalu membuka makanan yang tadi dia beli.


Via merasa malu karena gagal dalam memasak. Dia ingin sekali bisa memasak. Namun bukannya enak malah sebaliknya, apalagi keadaan dapur sangat berantakan saat ini.

__ADS_1


" Jangan menyerah, kamu pasti bisa memasak kok," ucap Arfa menghibur Via yang cemberut. Dalam hati Arfa ingin sekali tertawa melihat tingkah kecewanya Vias saat ini.


__ADS_2