
Setelah selesai makan malam, Kiara dan Geo segera pulang ke rumah mereka. Ketika keduanya turun dari mobil. Mereka berdiri di dekat mobil yang terparkir di depan rumah.
"Kiara, makasih ya buat malam ini. Udah mau makan malam," ucap Geo. Keduanya kini tengah berdiri berhadapan.
"Iya Geo, ayo kita masuk," ajak Kiara. Namun Geo menahan tubuh Kiara.
"Kenapa?" tanya Kiara. Tanpa menjawabnya, Geo tiba-tiba mencium kening Kiara lembut. Perasaan tenang bisa Kiara rasakan saat pria itu mencium keningnya.
"Aku sangat beruntung bisa mendapatkan mu Kiara," ucap Geo setelah selesai mencium. Kiara tersipu malu, baru kali ini dia mendapat perlakuan istimewa dari Geo.
Kiara memegang tangan Geo, mengajak pria itu masuk ke dalam rumah. Namun baru saja selangkah keduanya berjalan.
Mereka harus terhenti karena seseorang yang berdiri di depan pintu rumah mereka. Dia membawa setangkai mawar merah. Namun dengan cepat menyembunyikannya di belakang tubuh pria itu.
Dia berencana untuk mengungkapkan isi hatinya pada Kiara malam ini. Namun dari sepulang kerja gadis itu tidak bisa di hubungi. Arman memilih segera ke rumahnya saja. Dan menemukan pemandangan yang membuatnya kehilangan semangat.
"Arman?" ucap Kiara. Pria itu tampak terkejut melihat Kiara yang di cium oleh Geo.
Kiara segera melepas genggaman tangannya pada Geo. Gadis itu berjalan perlahan ke arah Arman. Diikuti Geo dari belakang.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba ke sini?" tanya Kiara canggung.
"Apa hubungan kalian?" tanya Arman menahan pahit.
"Kami-," jawab Kiara terputus, tiba-tiba Geo yang menjawabnya.
"Kami pasangan suami istri," jawab Geo.
Seperti kilat yang menyambar, hati Arman rasanya begitu perih. Pria itu masih tidak percaya. Dia menatap ke arah Kiara.
"Benarkah itu Kiara?" tanya Arman pada Kiara.
"Iya Arman," jawab Kiara canggung. Wajah Arman tampak sangat kecewa.
Arman mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi. Hatinya tengah patah saat ini. Setelah mengetahui bahwa Kiara sudah ada yang memiliki.
"Kenapa sih harus Kiara?" ucapnya kecewa.
Arman tak bisa menahan rasa kecewanya. Baru saja dia hendak memberikan diri untuk menyatakan cinta pada Kiara. Namun harus pupus begitu saja.
__ADS_1
Geo tak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena dia bisa memberitahukan bahwa dia adalah suami Kiara pada Arman. Pasti pria itu sangat kecewa.Geo menang satu langkah dari Arman.
Sedangkan Arman melajukan mobilnya ke sebuah bar tak jauh dari tempat tinggalnya. Lagi-lagi pelarian bagi pria itu adalah minuman memabukkan itu.
"Hai bos lama tidak ke sini?" sapa salah satu pegawai di bar itu.
"Iya, berikan aku satu gelas kesukaanku," ucap Arman.
"Siap!" pegawai di bar itu segera menyiapkan pesanan yang di minta Arman.
Dengan sekali teguk, pria itu menghabiskan satu gelas anggurnya.
"Lagi!" pinta Arman mulai menggila.
Hingga seorang wanita memperhatikan dirinya. Wanita itu mendekati Arman. Mengajaknya berkenalan,namun Arman rupanya sudah sangat mabuk. Hingga tidak bisa merespon dengan baik ucapan sang wanita.
"Kiara, kenapa kamu harus sama dia?" gumam Arman sambil sesekali tertawa lalu kembali bersedih ketika mengingat gadis pujaannya bersama pria lain.
"Seharusnya aku yang bersama kamu!" kini Arman menoleh ke arah wanita di sampingnya.
__ADS_1
"Kiara!" panggilnya dalam ilusi wajah Kiara.
"Aku mencintaimu!" ucap Arman lagi sambil memeluk wanita itu. Arman sudah sangat mabuk. Dia harus segera pulang namun wanita di sampingnya tidak tahu di mana alamat rumah Arman. Jadi wanita itu meminta pegawai bar membantunya menopang tubuh Arman yang berat ke dalam mobil.