
Via berjalan ke sana kemari sambil memeriksa ponselnya.Sudah hampir pukul sembilan malam. Berkali-kali gadis itu menghela napas berat. Kedua sorot matanya tak lepas dari layar di ponselnya. Sesekali dia menengok ke arah pintu ketika lonceng di atas pintu itu berbunyi.
Via tidak pernah merasakan kekhawatiran seperti sekarang ini. Pasalnya dia tidak bisa menghubungi sahabatnya, Arin. Sejak pagi tadi dia kehilangan kontak dengannya.
"Kamu kemana sih Rin? Aku cari di kost an gak ada? Gimana ini?" gumam Via panik. Dia sangat takut jika hal buruk terjadi pada wanita itu.
Sedangkan sejak tadi dia mengirim pesan juga menelepon Arin tak kunjung di balas.
Via mencoba menelepon kembali. Namun jawaban yang keluar dari ponselnya adalah nomor milik Arin berada di luar jangkauan.
"Dia dimana sih sebenarnya?" ucapnya semakin panik.
"Apa aku tanya mbak Kiara aja ya? Kali aja mbak Kiara tahu?"
"Tapi ini sudah malam, nanti malah mengganggu mbak Kiara istirahat," Via yang tadinya sudah bersiap menelepon Kiara. Akhirnya mengurungkan niatnya.
__ADS_1
"Tenang Via, tenang. Di saat seperti ini sebaiknya berpikir dengan tenang", Via mencoba menenangkan dirinya.
"Hah dia, pasti dia tahu dimana Arin?" Via segera menyabet tas dan kunci toko. Dia akan menemui seseorang untuk menanyakan keberadaan Arin.
Via segera menemui seseorang yang baru saja dia kenal. Tanpa memberitahu sebelumnya, Via menemui orang itu di tempat tinggalnya.
"Kamu, Via kan?" tanya Arman. Via menganggukkan kepalanya. Tapi itu bukan hal penting saat ini.
"Iya, dimana Arin mas?" tanya Via tanpa berbasa-basi.
"Iya, dia sejak pagi tadi tidak datang ke toko. Dan juga nomor ponselnya tidak bisa di hubungi? Bukankah kalian akhir-akhir ini sedang dekat?" tanya Via.
"Ya, tadi pagi memang kami bertemu. Tapi hanya sebentar," jawab Arman. Via langsung terkejut, ternyata Arin malah menemui Arman.
"Apa yang dia katakan?" tanya Via penasaran.
__ADS_1
Arman terdiam, dia tidak ingin menceritakan masalah mereka pada orang lain.Terlebih Via belum tahu hubungan Arin dengannya.
"Bukan masalah serius, lagi pula kenapa kamu harus khawatir. Mungkin dia tengah tidur malam ini."
Arman tanpa rasa bersalah mengatakan hal seperti itu. Sungguh Via terheran dengan pria yang saat ini di depannya.
"Aku tidak tahu hubungan kalian apa?Tapi sejak Arin dekat dengan mas Arman. Dia sedikit berubah,Via harap dia memang baik-baik saja. Karena dia di sini hidup sendiri tanpa siapapun," ucap Via ketus.
Arman terdiam, dia mencerna baik-baik apa yang di bicarakan oleh Via. Lalu teringat pertama kali bertemu dengan Arin dan ketika malam panas mereka saat itu.
"Oh iya, jika sesuatu terjadi padanya dan ada hubungan dengan mas Arman. Via tidak akan tinggal diam!" setelah mengatakan hal itu, Via pergi meninggalkan Arman. Di dalam hati gadis itu sangat mencurigai Arman ada sesuatu dengan Arin.
Sayangnya Via tidak tahu apa itu. Via juga belum tahu bahwa Arin tengah mengandung anaknya Arman.
"Kamu dimana Rin? Gimana aku besok memberitahu mbak Kiara, dia pasti juga khawatir," gumam Via sambil menaiki motor miliknya. Di perjalanan dia tidak berhenti mencari Arin,barangkali bisa menemukannya.
__ADS_1
Hingga larut malam Via memutuskan untuk kembali ke kostnya.Dia akan menunggu Arin membalas pesannya.