
Alina meradang mendengar kabar kembalinya Kiara ke rumah Geo. Rencana yang selama ini dia lakukan telah gagal.
"Sial! Kenapa dia harus di temukan? Kenapa dia tidak mati saja!" teriak Alina di dalam kamarnya. Beberapa barang yang berada di atas meja jatuh berantakan.
Setelah menerima telepon dari mata-matanya. Alina mengamuk tak terkendali. Dia sudah melakukan semuanya dengan baik. Namun mengapa masih saja gagal mendapatkan cinta dari Geo.
"Aku harus segera memintanya untuk menikahi ku," gumam Alina sambil tersenyum kejam. Bayangan tentang Kiara yang kehilangan anaknya terlintas di pikiran wanita itu.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan Geo, maka jangan harap kamu juga bisa memilikinya Kiara. Aku akan merebut dia darimu,meski harua menyakiti anakmu!" niat Alina pada Kiara.
Alina kembali memikirkan cara untuk bisa memisahkan keduanya. Kemudian membuat dirinya bisa menikah dengan Geo secepat mungkin.
Di sisi lain, Kiara dan Geo tengah berada di rumah sakit. Keduanya ingin memeriksakan bayi mereka yang masih di dalam kandungan.
Geo khawatir jika saat Kiara jatuh ke jurang itu membawa dampak bagi calon anaknya nanti.
Ketika hasil pemeriksaan sudah keluar. Geo dan Kiara mendengarkan penjelasan dari dokter kandungan itu dengan serius.
__ADS_1
"Hasilnya bagus semua bapak,ibu, tidak ada masalah pada bayinya. Hanya saja bagi ibu harus sering beristirahat ya, jangan terlalu mendapat tekanan baik psikis maupun fisik."
Dokter itu memberikan penjelasannya juga saran untuk Kiara.
"Baik dok, saya akan lebih berhati-hati kedepannya," jawab Kiara.
"Bapak juga ya, jangan dulu melakukan hubungan intim. Usia kandungannya masih terlalu muda," saran dokter untuk Geo.
Sepintas Geo dan Kiara merasa malu, baru tadi malam keduanya berperang di atas ranjang. Untungnya keadaan bayi mereka baik-baik saja.
"Baik dok," jawab keduanya. Sang dokter itu tersenyum tipis.
Tapi bagaimana dia membongkar kebohongan wanita itu. Satu jam sebelum pemeriksaan bayinya bersama Kiara. Geo tidak sengaja melihat Alina berada di rumah sakit itu.
Geo dan Kiara bersembunyi darinya. Memperhatikan pergerakan Alina. Wanita itu ternyata sedang menyuap seorang dokter kandungan yang lain di rumah sakit. Meminta dokter itu untuk memberinya hasil pemeriksaan palsu untuk kehamilannya.
Yang sebenarnya Alina tidak benar-benar mengandung bayi. Geo bersyukur bisa mengetahuinya lebih cepat sebelum wanita itu bergerak lebih jauh.
__ADS_1
Kini dia menunggu waktu yang tepat untuk membongkar kebohongannya. Kiara juga meminta maaf pada Geo telah berfikir negatif pada suaminya itu.
Setelah mengetahui niat buruk Alina yang ingin merusak rumah tangganya bersama Geo. Kiara kini kembali mempercayai suaminya. Tak lagi meragukan pria itu.
"Geo, gimana kita akan membongkar pembohong itu?" tanya Kiara ketika mereka sampai di rumah.
"Kamu tenang saja Kiara, aku akan mencari bukti lagi agar dia tidak bisa menyangkal kita nantinya," jawab Geo.
"Ya aku percaya padamu, maaf dulu aku salah paham," Kiara menyesal telah mengira bahwa Geo berselingkuh darinya.
Geo mengusap puncak kepala Kiara. Membenamkan wajah wanita itu dalam pelukannya.
"Aku mengerti Kiara, pasti kamu sangat terpukul. Tapi semua itu sudah berlalu. Kita harus saling percaya satu sama lain. Karena hanya kamu yang aku cintai," ucap Geo tulus. Kiara tersenyum bahagia mendengarnya.
"Ya, aku juga mencintaimu Geo," jawabnya. Keduanya saling berpelukan erat. Tak ingin terpisahkan lagi.
Di balik pintu Alina yang mengintip keduanya merasa sangat marah. Dia baru saja datang dan kini sudah melihat keduanya yang sangat harmonis. Jauh dari harapannya untuk mereka berpisah.
__ADS_1
"Sialan kamu Kiara, bagaimana bisa dia mendapatkan Geo kembali, aku akan merebut paksa darimu!" gumam Alina kesal sambil mengepalkan kedua tangannya yang berada di samping.