Suami CEO

Suami CEO
Jangan Pergi


__ADS_3

Kiara mengendarai motornya dengan perasaan kacau. Air mata wanita itu tak lagi bisa dia bendung. Kiara sangat kecewa dengan suaminya.


Dengan laju kencang, Kiara ingin segera sampai di rumah. Tanpa peduli dengan keselamatannya.


Sesampainya di depan rumah, Kiara memarkir begitu saja motor kesayangannya.


Saat di depan pintu, dia harus berhenti melangkahkan kakinya.Karena di lantai terdapat sebuah amplop coklat yang entah siapa yang menaruh di sana.


"Apa ini?" gumam Kiara. Dia memungut amplop tersebut.Kemudian memeriksa isi di dalamnya.


Betapa Kiara terkejut, ketika melihat isi dari amplop itu.


"Jahat kamu Geo!" gumamnya sambil memegang gagang pintu. Tubuhnya hampir saja ambruk. Jika tidak berpegangan.


Beberapa foto Geo dan Alina saat berada di hotel. Membuat Kiara tertunduk lesu. Harapannya seketika hilang, keinginannya memberi kejutan pada sang suami mulai meredup.


Kiara menatap perutnya yang masih rata. Ada kehidupan di sana, Kiara tidak tahu bagaimana kedepannya nanti. Bisakah dia bertahan dengan kekacauan ini. Atau memilih pergi dan hidup berdua dengan calon anaknya.

__ADS_1


Geo bergegas mengejar Kiara, tidak memperdulikan Alina yang berusaha mencegahnya. Dia takut kehilangan Kiara.


Ketika sampai di rumah, Geo seger masuk ke dalam kamar mereka. Dia melihat Kiara yang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"Kiara! Hentikan!" Geo segera menghentikan Kiara. Namun wanita itu tidak peduli dengan Geo.


"Kiara, aku mohon dengarkan aku dulu! Semua ini salah paham!" jelas Geo.


Kiara menghentikan kedua tangannya yang sibuk memasukkan baju ke dalam koper.


"Salah paham! Lalu ini apa? Ini juga salah paham kah??" Kiara melemparkan amplop yang tadi dia temukan di depan pintu rumahnya.


"Kiara, aku bersumpah, aku tidak melakukan hal ini. Tolong percaya padaku!" ucap Geo.


"Tapi dia hamil, Alina hamil Geo!" teriak Kiara histeris. Dia tak lagi bisa menahan dirinya.


"Aku benar-benar tidak melakukannya Kiara. Seseorang mungkin menjebak ku!" jelas Geo. Dia perlahan mendekati Kiara dan mendekap tubuh istrinya itu.

__ADS_1


"Lepas! Aku mau menenangkan diri!" ucap Kiara ingin segera lepas dari Geo.


"Tidak! Kamu tidak boleh pergi dariku!" Geo malah erat mendekap tubuh Kiara.


Namun Kiara menggigit lengan Geo.Membuat pria itu melepaskannya karena merasakan sakit.


Kiara menutup koper miliknya dan segera membawanya keluar dari rumah itu. Geo bergegas mengejarnya. Tak ingin membiarkan Kiara pergi dengan pikiran kacau.


Namun Kiara tidak lagi peduli, dia segera pergi dengan motor miliknya. Meninggalkan Geo yang tega mengkhianati dirinya.


"Kenapa? Kenapa harus di saat aku benar-benar telah menyerahkan hatiku untukmu, Geo. Kenapa harus begini!?" ucap Kiara menahan amarahnya.


Pikirannya telah kacau,dia tidak fokus mengendarai motor miliknya. Tiba-tiba di tikungan Kiara hampir menabrak sebuah mobil dari arah berlawanan.


Kiara segera membanting motornya ke kiri. Naasnya jalanan itu penuh dengan jurang. Kiara tidak bisa mengendalikan laju motornya, hingga dia harus terlempar dari motor. Dan jatuh ke jurang, tubuhnya berguling ke dasar jurang.


Tubuh Kiara terasa sangat sakit, ketika sampai di dasar. Kiara hanya bisa terdiam, tubuhnya sulit bergerak.

__ADS_1


"Geo, tolong aku!" satu kalimat itu yang dia ucapkan sebelum kesadarannya menghilang. Dia mengkhawatirkan calon bayi dalam perutnya.


__ADS_2