
Via pulang kerja pukul tujuh malam. Setelah memarkirkan motornya dia segera masuk ke dalam rumah.
"Kenapa gelap sekali?" gumam Via. Karena rumahnya saat ini tampak sangat gelap.
Lalu Via menekan saklar lampu, ketika menyala. Via terkejut karena dia kira salah masuk rumah.
"Hah ini rumah siapa? Apa aku salah masuk rumah?" gumamnya lagi.
"Kamu gak salah masuk rumah kok!"* jawab Arfa yang entah dari mana dia datang,tiba-tiba muncul dari belakang Via.
"Huh kamu ngagetin aja!" Via lupa kalau sekarang bukan hanya dirinya saja yang tinggal di rumah itu. Melainkan ada Arfa di sana.
"Maaf, mau makan?" tanyanya pada Via, Arfa masuk ke dalam rumah dengan menenteng dua bungkus makanan.
"Kamu dari mana?" tanya Via.
"Oh beli ini," jawab Arfa.
"Wah sepertinya enak, eh tapi ngomong-ngomong. Kamu punya uang dari mana? Bukankah kemarin kamu bilang dompetmu di curi?" tanya Via heran.
"Em kebetulan tadi aku dapat kerja sampingan, lumayan uangnya bisa beli makanan ini," jawab Arfa tenang.
__ADS_1
"Benarkah? Kamu makan dulu saja, aku mau mandi," Via segera pergi ke kamarnya. Tubuhnya terasa lengket karena kesibukannya hari ini.
"Baiklah!" jawab Arfa. Pria itu mengambil dua piring dan meletakkannya di atas meja. Lalu membuat secangkir susu hangat untuk Via.
Di rumah milik Geo, Kiara tengah mengerutkan dahinya. Siang tadi dia mendapatkan sebuah panggilan aneh dari seseorang yang dia tidak kenal. Dan di dalam panggilan itu menyebutkan bahwa ada hal yang aneh dari status keluarga Kiara.
"Apa maksud pria itu? Status keluargaku?" gumam Kiara pusing memikirkan hal itu.
"Ada apa sayang?" tanya Geo yang baru saja mandi.
"Tadi siang ada yang meneleponku, dia bilang dia tahu rahasia status keluargaku, aku tidak mengerti maksudnya sayang," jawab Kiara.
"Baiklah sayang," Kiara menganggukkan kepalanya dan mencoba melupakan masalah panggilan itu. Namun baru saja dia hendak berbaring di ranjangnya. Ponsel miliknya tiba-tiba berbunyi.
Kiara segera mengambilnya dan melihat siapa yang menelepon di malak hari begini.
"Nomor ini lagi?" gumamnya.
"Siapa sayang?" tanya Geo penasaran.
"Yang tadi siang telepon," jawab Kiara datar. Dia mulai teringat dengan ucapan pria itu.
__ADS_1
"Sini biar aku saja yang menjawabnya," Geo meminta ponsel milik Kiara dan segera menerima panggilan itu.
"Halo!" ucapnya.
Namun seketika panggilan itu berakhir. Geo hanya bisa mengernyitkan keningnya. Entah apa maksud dari pemilik nomor itu. Mengganggu mereka di malam hari seperti itu.
"Kenapa?" tanya Kiara.
"Di matikan," jawab Geo singkat.
Kiara mulai memikirkan kembali. Geo yang melihat istrinya khawatir segera memeluknya.
"Sudahlah, kamu silent saja ponselnya. Lebih baik abaikan saja. Biar besok aku akan meminta seseorang mengeceknya," ucap Geo menenangkan istrinya.
"Baiklah, aku hanya sedikit khawatir. Jangan-jangan orang itu ingin berbuat jahat padaku dan anakku nanti," ucap Kiara.
"Tenang sayang, selama ada aku. Kalian berdua akan baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan kalian dalam bahaya lagi," ucap Geo sambil mengusap puncak kepala Kiara.
Wanita itu selalu merasa nyaman saat Geo memeluk dirinya. Dia bisa merasakan bahwa Geo begitu tulus padanya.
"Makasih sayang," ucap Kiara membalas perhatian Geo. Sudut bibir pria itu terangkat. Ada rasa bahagia saat Kiara bersama dengannya.
__ADS_1