
Arman mendekati Kiara dan Geo. Dia tampak malu setelah ketahuan membantu Alina dalam rencana jahatnya.
Kiara memandang serius ke arah Arman. Saat ini para tamu sudah pergi,hanya tersisa mereka bertiga.
"Arman," ucap Kiara memulai pembicaraan di antara mereka bertiga.
"Kiara maaf aku," belum juga selesai mengatakan satu kalimatnya. Geo terlebih dulu memukul wajah pria itu.
"Geo hentikan!" Kiara berteriak histeris melihat aksi suaminya barusan.
"Dasar pengkhianat, kamu pantas mendapatkan yang lebih dari ini," ucap Geo sarkas.
"Sudah Geo," Kiara menenangkan suaminya. Lalu kembali menatapi Arman.
"Kenapa kamu tega melakukan ini pada kami Arman?" tanya Kiara tenang.
__ADS_1
"Aku hanya ingin kalian berpisah," jawab Arman membuat Kiara terkejut.
"Kenapa?"
"Karena aku mencintai kamu Kiara, dan pria di sampingmu itu tidaklah pantas untukmu," jawab Arman yakin sambil menatap wajah Geo yang tengah menahan amarahnya.
"Tapi aku hanya menganggap kamu teman, tidak lebih dari itu Arman."
Jawaban Kiara menohok Arman. Dia terlalu menjunjung dirinya sendiri. Meninggikan semua hal akan sesuai keinginannya. Arman tersenyum kecut menyadari bahwa dirinya sudah kalah sejak awal. Dia terlambat mengerti perasaannya. Dan pada akhirnya dialah yang harus merelakannya.
"Iya aku mengerti, kamu benar. Aku hanyalah teman saja bagimu. Tolong maafkanlah aku atas apa yang terjadi," pintanya.
Setelah mengatakan hal tersebut Kiara pergi di ikuti Geo di belakangnya. Keduanya ingin kembali ke rumah mereka.
Di tempat lain, Alina hanya bisa tertunduk lesu. Rencananya gagal untuk mendapatkan Geo. Bahkan lebih parahnya kini dia harus menghadapi kemarahan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Besok kamu harus pergi ke luar negeri bersama kami, jangan pernah kembali ke sini!" ucapan sang ayah bagaikan bom yang meledak baginya. Bagaimana bisa dia tidak boleh kembali di tempat kelahirannya ini. Hanya karena satu kesalahan yang dia perbuat.
"Ayah, Alina tidak mau! Jangan memaksa Alina," gerutunya sambil menunjukkan wajah kesal.
"Iya yah, tidak perlu seketat itu. Bukannya mama membela Alina, dia memang salah. Tapi disini adalah tempat kelahirannya," ucap sang mama.
"Terserah kalian, dia sudah membuatku malu di depan banyak orang. Lebih baik kamu urus anak kurang ajar ini!" tunjuk pria itu kesal pada Alina. Lalu meninggalkan keduanya begitu saja.
Alina hanya bisa pasrah menerima keadaannya saat ini. Dia mengaku salah telah melakukan semua hal buruk.
Kakek Anggara pasti di belakang semua keputusan ayahnya. Kakek itu tidak mungkin diam saja sejak pertama Alina melakukan kebohongan di kotanya. Dia mungkin sudah memerintahkan seseorang untuk mengatur kembalinya Alina ke luar negeri.
"Sial aku benar-benar tidak bisa meremehkan mereka," gumam Alina kesal ketika dia sedang sendiri di kamarnya.
Begitu juga dengan Arman dia harus patah hati kembali. Ketika Kiara memutuskan untuk memaafkannya sekaligus juga tidak ingin berteman dengannya sekarang. Membuat pria itu semakin frustasi.
__ADS_1
Dia kembali ke sebuah klub untuk menghabiskan malamnya bersama minuman memabukkan itu. Dia telah benar-benar putus asa.
"Kiara kenapa harus begini?" gumamnya ketika kesadaran pria itu sudah terpengaruh oleh alkohol. Dia sudah menghabiskan lebih dari satu botol. Terhuyung-huyung ketika hendak bergabung di area dansa. Arman tidak lagi peduli dengan segalanya.