
Geo mengepalkan kedua telapak tangan erat. Rahangnya saling menekan deretan gigi. Pria itu memperhatikan Kiara yang baru saja turun dari mobil milik Arman dari kamarnya.
Aliran darah Geo seperti tak terkendali. Dia kesal melihat keduanya yang semakin dekat.
"Bodohnya aku mengkhawatirkan gadis itu,nyatanya dia pergi dengan pria lain!" gerutu Geo sambil tersenyum tipis. Suara pintu rumah terbuka, Geo segera menunggu Kiara dari balik pintu kamarnya.
Dengan kedua tangan terlipat di dada bidang pria itu. Dia memperhatikan setiap langkah kaki Kiara yang menaiki anak tangga.
Kiara terkejut ketika lampu yang tadinya padam tiba-tiba menyala. Geo tengah berdiri di depan pintu kamar miliknya.
"Kenapa belum tidur?" tanya Kiara berbasa-basi. Dia menyadari bahwa ada raut wajah tidak biasa pada pria di depannya itu.
"Bagus ya, seharian tidak bisa di hubungi ternyata kamu sedang berkencan dengan pria itu!" tuduh Geo pada Kiara dengan suara penuh tekanan.
"Berkencan? Apa maksud kamu? Aku dan dia tidak seperti yang kamu pikirkan!" jawab Kiara kesal atas tuduhan itu.
__ADS_1
Tiba-tiba Geo mendekati Kiara, berjalan mengitari gadis itu. Sambil mengendus bau parfum di tubuh Kiara.
"Ini bukan parfum milikmu? Apa kamu berpelukan dengan Arman?" tanya Geo memburu dengan kedua mata melotot ke wajah Kiara.
"Kamu ini kenapa sih?" Kiara merasa risih dengan sikap Geo. Memang benar di tubuhnya ada bau parfum milik Arman. Namun bukan berarti mereka berpelukan.
Arman meminjamkan jas kerjanya pada Kiara karena melihat gadis itu basah karena air hujan. Namun saat hendak turun dari mobil Kiara mengembalikannya pada Arman.
Geo menarik lengan Kiara ke arah kamar gadis itu. Kiara panik karena saat ini Geo di penuhi dengan amarah.
Geo mengunci pintu kamar itu dan membuang ke segala arah kuncinya. Kiara mulai ketakutan.
Kiara juga perlahan melangkah ke belakang. Hingga kedua kakinya bertemu dengan sudut ranjang miliknya.
"Mau apa? Aku ingin menghapus bau parfum pria itu di tubuhmu!" Pikiran Geo mulai kacau, rasa cemburu kini membuatnya hilang kendali.
__ADS_1
Entah sejak kapan dia tidak menyadari bahwa dia telah jatuh cinta pada Kiara. Namun berbeda dari Kiara yang mencoba untuk tidak menyukai ataupun mencintai Geo.
"Kamu gila ya!" teriak Kiara saat Geo tiba-tiba mendorong tubuhnya ke atas ranjang.
Geo menindihnya dan dengan cepat pria itu menyobek baju yang Kiara gunakan. Hingga terpampang jelas harta milik Kiara.
"Ah!" Kiara berteriak histeris. Dia tak menyangka Geo kembali berulah seperti itu. Bahkan lebih menakutkan.
Sekuat apapun Kiara meronta, semuanya sia-sia. Geo berhasil menanggalkan pakaian gadis itu. Bahkan juga pakaiannya sendiri.
Dengan rakus Geo melahap bibir Kiara. Menyusuri setiap lekuk tubuh gadis itu. Kiara ingin menolaknya namun entah mengapa tubuhnya mulai terbuai dengan perlakuan Geo.
Ini baru pertama kali baginya. Kiara tahu sejak menikah dengan Geo, tidak ada alasan lagi bagi Kiara memiliki dirinya sendiri. Sepenuhnya dia milik pria itu.
"Geo sadarlah!" ucap Kiara saat pria itu sudah di luar kendali. Geo tidak memperdulikannya. Dia mengambil apa yang paling berharga dari Kiara.
__ADS_1
Gadis itu mengerang kesakitan saat sesuatu milik Geo menerobos ke miliknya. Rasa sakit yang semakin lama,semakin memberikan nikmat. Kiara ikut terhanyut dalam permainan itu, meski hati kecilnya menangis. Karena Geo telah mengambil paksa harta miliknya.
Kiara takut setelah malam ini mereka lalui. Geo akan membuangnya, setelah mengambil miliknya.