Suami CEO

Suami CEO
Menjadi Ibu


__ADS_3

Via meremas kertas kecil yang di tinggalkan oleh Arfa di meja. Ada perasaan campur aduk yang kini dia rasakan.


"Pergi ya pergi saja! Ngapain memberitahuku!" kesal Via. Gadis itu tanpa sadar meneteskan air matanya. Hingga kedua pipi basah.


"Apa sih Vi? Gitu aja nangis!" gumamnya pada diri sendiri. Semangatnya tiba-tiba lenyap entah kemana. Dia tidak bisa berhenti memikirkan Arfa.


Pria itu seperti virus yang memasuki pikirannya. Ingin sekali Via menghapusnya namun sulit sekali.


"Apa ini? Kenapa dia selalu muncul di kepalaku?" gumam Via ketika gadis itu tengah sibuk bekerja.


Sebuah panggilan telepon masuk ke ponselnya. Itu dari Arin.


"Halo Rin ada apa?" tanya Via.


"Vi, mbak Kiara udah mau melahirkan," jawab Arin.


"Hah beneran? Di rumah sakit mana?" tanya Via. Arin segera memberitahu Via alamat rumah sakit dimana Kiara bersalin.


Setelah keduanya menutup telepon mereka. Via buru-buru menyusul Arin ke sana.


Kiara terlihat pucat, rasa sakit di perutnya kian lama kian sakit. Di samping wanita itu. Geo memegang tangannya, menguatkan calon ibu itu untuk tetap kuat demi bayi mereka.

__ADS_1


Proses persalinan membuat Kiara sedikit takut. Karena baru pertama kalinya dia masuk ke ruang operasi.


Wanita itu tidak bisa melahirkan normal. Dia harus melakukan operasi cesar kali ini. Sebelum obat biusnya bereaksi. Geo masih menemani istrinya.


Perlahan-lahan obat bius itu mulai membuat tubuh Kiara mati rasa. Geo harus menunggu di luar ruangan.


Arin dan Arman sudah menunggu di luar. Geo dan sang kakek juga begitu. Ibu Tania pun sudah menunggu bersama mereka.


Via datang dengan langkah cepat ke koridor rumah sakit itu. Dia segera mendekat ke arah Arin berdiri.


"Rin gimana mbak Kiara?" tanya Via masih dengan suara nafas yang tak beraturan.


Arin tampak khawatir dengan keadaan Kiara.


Namun lama mereka menunggu, akhirnya suara tangisan bayi terdengar dari ruang itu. Geo merasa lega,karena buah hatinya akhirnya sudah lahir.


Arman, Arin dan Via memberi selamat untuk Geo. Begitu juga sang mama, dia sangat senang karena mendapatkan cucu pertamanya.


Setelah semuanya selesai,Kiara di pindahkan ke ruang rawat. Sedangkan bayinya berada di ruang bayi. Keduanya sehat, hanya menunggu pemulihan saja. Mereka bisa pulang setelah pulih.


Kiara meneteskan air mata ketika melihat anaknya telah lahir. Dia sangat bahagia hari ini. Keluarga kecilnya sudah lengkap. Meski masih ada yang harus dia selesaikan setelah melahirkan nanti.

__ADS_1


"Sayang, kenapa diam?" tanya Geo melihat sang istri yang tampak tidak senang.


"Gak apa-apa kok mas. Aku cuma lagi mikirin tentang papa saja," ucap Kiara.


"Masalah itu, kamu tenang saja. Hari ini semua bukti sudah aku kumpulkan. Tinggal memberikannya pada polisi." Geo sudah bergerak setelah mengetahui kebenaran tentang Tanan.


Kiara tersenyum, ternyata suaminya sangat bisa di andalkan. Di dalam ruang itu, ada mamanya juga sahabat-sahabatnya yang menjenguk dirinya.


"Mbak Kiara, selamat ya sudah menjadi seorang ibu. Nanti aku juga akan menyusul," ucap Arin.


"Iya Rin kamu harus menjaga bayimu baik-baik," balas Kiara.


"Iya mbak."


"Duh senangnya yang udah jadi ibu. Kapan ya aku?" Via lagi-lagi merenungi nasib percintaannya.


Arin dan Kiara saling tersenyum mendengar sahabat mereka yang masih saja melajang hingga sekarang.


"Sabar Vi, bentar lagi juga ketemu jodohnya kok." Geo sengaja mengatakannya untuk menghibur Via.


"Semoga saja mas," Via juga berharap begitu.

__ADS_1


__ADS_2