Suami CEO

Suami CEO
Kemana?


__ADS_3

Arin dan Via sudah selesai mengerjakan pekerjaan mereka. Kiara masih tertidur pulas hingga malam tiba. Kedua pegawainya tidak tega membangunkan gadis itu.Lantaran Kiara terlihat sangat kelelahan.


Hingga rasa dingin membuat Kiara perlahan terjaga. Dia baru menyadari bahwa tertidur di toko pakaiannya.


"Mbak Kiara udah bangun?" tanya Via.


"Iya Vi, jam berapa sekarang?" tanya Kiara tak menemukan ponselnya.


"Jam sembilan malam mbak? Mbak mau tidur di sini?" tanya Via.


"Hah jam sembilan malam!" Kiara terperanjat setelah mendengarnya. Dia tak tahu bahwa tidurnya begitu nyenyak.


"Makan malam dulu yuk mbak?" ajak Arin sambil menenteng tiga bungkus makanan.


"Mbak gak makan deh Rin, kalian tahu ponsel mbak gak?" tanya Kiara kebingungan mencari ponselnya.


"Loh, kita gak tahu mbak," jawab keduanya.


"Ya udah kita bantuin nyarinya ya mbak!" Arin meletakkan makanan yang dia bawa. Membantu Kiara dan Via yang mencari ponsel milik Kiara.


"Eh di sini mbak!" ucap Via menemukan ponsel itu,yang ternyata jatuh di bawah sofa.


"Makasih Vi," Via memberikannya pada Kiara.

__ADS_1


"Sama-sama mbak," jawab Via.


"Yah mati lagi ponselnya!" ucap Kiara kesal.


"Mau di charge dulu mbak?" tanya Arin.


"Ndak usah Rin, mbak harus segera pulang, kalian makan dulu aja, mbak pulang dulu!" ucap Kiara sambil mengambil tas dan memasukkan ponselnya ke dalam tas itu.


"Via antar ya mbak?" tawar Via.


"Udah ndak perlu Vi, mbak naik taksi aja," jawab Kiara.


"Baiklah, hati-hati ya mbak," jawab Via.


Saat menuju ke tempat menunggu taksi. Kiara harus merasakan kesialan. Hujan tiba-tiba datang dan mengenai tubuhnya. Kiara segera berlari menuju ke tempat yang teduh.


"Astaga, kenapa tiba-tiba hujan sih?" gerutu Kiara kesal. Tubuhnya sedikit basah karena terkena air hujan.


Kiara memperhatikan jalanan di depannya. Dia heran kenapa begitu sepi taksi tak kunjung ada.


"Kenapa tidak ada taksi sama sekali sih?" tanya Kiara heran.


Di saat lelah menunggu, tiba-tiba sebuah sorot lampu mobil menyilaukan mata Kiara. Gadis itu memperhatikan siapa pengendara di dalamnya.

__ADS_1


Mobil itu berhenti tepat di depan Kiara. Seorang pria mengeluarkan payung dari mobil dan membuka payung itu. Dia menghampiri Kiara yang tengah berteduh.


"Kiara? Sedang apa di sini?" tanya pria itu.


"Arman! Ini aku sedang menunggu taksi datang," jawabnya.


"Duh mana ada taksi jam segini, ayo aku antar kamu!" tawar Arman pada Kiara.


"Hah, tidak perlu. Malam membuatmu repot deh." Kiara tidak enak menerima ajakan Arman.


"Udah gak apa-apa. Lagian tidak baik seorang gadis malam-malam di luar seperti ini," jelasnya lagi.


Kiara memandang tempat sekitarnya. Sudah larut malam dan juga sangat sepi. Lebih baik dia menerima ajakan dari Arman saja. Pikir gadis itu.


"Baiklah," jawab Kiara setelah memikirkannya terlebih dahulu.


Arman mengantarkan Kiara ke rumah gadis itu. Saat sampai di depan rumah. Arman memperhatikan sebuah mobil yang terparkir di sana.


"Terima kasih ya sudah mengantarku," ucap Kiara setelah turun dari mobil.


"Sama-sama, jangan terlalu sungkan," jawab Arman. Kiara hanya membalas dengan senyum di bibirnya.


Setelah itu Kiara berjalan menuju ke pintu rumahnya. Arman kembali memperhatikan mobil yang terparkir.

__ADS_1


"Sepertinya aku mengenal mobil ini? Sangat tidak asing?" pikir Arman.


__ADS_2