Suami CEO

Suami CEO
Cinta Satu Malam


__ADS_3

Di sebuah kamar dua sejoli tengah memadu kasih bersama.


"Uh ah uh ah,uuuhh," lengkuhan dan ******* terdengan diantara keduanya.


Nafas mereka memburu, pria itu di luar kendali. Sedangkan sang wanita dalam keadaan sadar. Dia sangat sadar hingga membuatnya bodoh.


Bodoh karena melepaskan harta yang paling dia jaga untuk seorang pria. Tapi dia sangat bahagia karena bisa bersama pria itu meski hanya semalam saja.


Deru nafas keduanya memburu. Hentakan-hentakan pelan bahkan semakin lama,semakin cepat. Membuat keduanya terbuai dalam kenikmatan malam itu.


"Arman aku mencintaimu," bisik wanita itu di telinga Arman.


Arman tersenyum, hingga semakin liar menikmati tubuh wanita di dalam dekapannya. Seperti singa yang mendapatkan mangsanya. Melahapnya habis tanpa sisa.


Setelah merasa kelelahan, Arman baru berhenti melakukannya. Sang wanita sangat puas karena keinginannya telah terpenuhi. Ketika pagi tiba, dia segera pergi meninggalkan Arman sendirian di kamar hotel.Tempat semalam mereka berkeringat bersama.


"Sayang sekali, harus dengan kamu mabuk aku bisa mendekatimu," gumamnya seraya mengenakan pakaiannya yang berserakan di lantai.

__ADS_1


Dia segera pergi setelah mencium bibir milik Arman dengan lembut. Tanpa membuat pria itu terjaga.


Ketika matahari sudah meninggi,Arman baru membuka kedua matanya. Kepalanya terasa sangat pusing. Dia menatap ke sekitar, tubuhnya hanya tertutup selimut.


"Apa yang terjadi?" tanyanya pada diri sendiri. Lalu dia mencoba mengingat kejadian semalam.


"Astaga apa yang kulakukan? Seorang gadis telah aku rusak semalam," Arman sedikit mengingat kejadian semalam. Dia merasa bersalah telah melakukan hal buruk pada gadis yang tidak dia kenal.


Arman segera menyingkap selimutnya. Dia terkejut rupanya ada noda darah di sprei ranjangnya.


"Astaga,bodohnya aku!" Arman mencaci dirinya sendiri.


Dia segera mengenakan celananya, kemudian mencari gadis yang semalam di dalam kamar mandi. Namun tak ada siapapun di sana.


"Apa dia pergi begitu saja?" Arman bingung dengan apa yang di pikirkan gadis itu. Kenapa dia malah pergi, bukannya meminta pertanggungjawaban darinya atas apa yang dia lakukan semalam.


Ketika Arman bertanya-tanya, dia tidak sengaja menginjak sesuatu di lantai. Sebuah gelang tangan milik wanita. Sudut bibir Arman terangkat sedikit. Dia memang harus mencari gadis itu.

__ADS_1


"Kamu meninggalkannya untuk petunjuk kan?" tebak Arman sambil memperhatikan gelang itu.


Ada sebuah nama tertera di sana. Meski kecil Arman masih bisa membacanya.


"Kemanapun kamu pergi,aku pasti bisa mencari mu! Ingin kabur? Jangan harap!" gumam Arman. Dia menggenggam erat gelang itu. Kemudian mengingat kembali wajah wanita yang menghabiskan malam bersamanya.


Meski hanya sedikit yang Arman ingat. Tapi ada satu hal yang teringat jelas di tubuh wanita itu. Sebuah tanda lahir tepat di belakang telinganya. Arman sangat yakin dengan itu.


"Kita pasti bisa bertemu lagi!" ucapnya yakin. Kemudian meninggalkan kamar hotel itu. Dia ingin meminta bagian kontroling untuk memeriksa Cctv di luar kamarnya. Siapa yang masuk bersamanya semalam.


Ketika dia melihat rekamannya, Arman mengerutkan keningnya. Karena wanita itu ketika masuk dan keluar memakai masker. Menutupi mulut dan hidungnya. Arman tidak bisa mengenali dengan mudah.


"Sial, kenapa dia melakukan itu? Sepertinya aku tidak memaksanya untuk bersamaku, tapi kenapa dia sukarela? Kenapa juga harus menutupi identitasnya?" batin Arman kesal.


Dia segera pergi setelah puas melihat hasil rekaman Cctv itu. Dia juga menanyakan nama orang yang melakukan cek in di kamarnya. Dan jawaban dari resepsionis adalah namanya sendiri.


"Dia juga tahu namaku?" batinnya semakin di buat bingung. Cinta satu malam yang membuatnya terlena, tapi menghilang begitu saja. Arman semakin penasaran.Ingin segera menemukan wanitanya itu.

__ADS_1


__ADS_2