Suami CEO

Suami CEO
Pulang ke Rumah


__ADS_3

Pak Tejo bersama istrinya tengah menerima tamu. Yaitu Geo, pria itu di persilahkan untuk tinggal juga di gubuk mereka. Keempat orang itu kini tengah makan di meja kecil yang ada di sana.


"Nak, sebaiknya kalian berbaikan lagi. Untuk anak kalian, kasihan dia," nasihat pak Tejo untuk Kiara.


Geo menatap wajah Kiara. Berharap dia menerima nasihat pak Tejo.


"Iya Kiara kembalilah ke rumah," pinta Geo untuk kesekian kalinya.


"Boleh tapi ada syaratnya," ucap Kiara menyetujui.


"Apa itu syaratnya?" tanya Geo.


Kiara terdiam sesaat, setelah itu merangkul bu Tejo dan istrinya.


"Aku mau pak Tejo dan bu Aminah ikut bersama kita," pinta Kiara sebagai syaratnya.


Pak Tejo dan istrinya terkejut mendengar permintaan dari Kiara. Beliau tidak enak jika harus menjadi beban bagi Kiara nantinya.


"Jangan nak, kamu gak boleh bawa kami bersamamu," ucap bu Aminah.

__ADS_1


"Kenapa bu?" tanya Kiara.


"Kami sudah tua, nanti merepotkan kalian. Lebih baik kami disini," jawabnya.


"Tidak apa-apa bu, Kiara malah senang ada kalian di samping Kiara. Kalau saja tidak ada kalian mungkin Kiara tidak akan bertemu dengan suami Kiara lagi," Kiara masih memohon pada keduanya.


Pak Tejo dan bu Aminah saling menatap. Mereka sudah nyaman berada di gubuk itu. Jika harus kembali ke kota, mereka takut akan mengingat kenangan tentang anaknya yang dulu.


"Benar pak,bu, kami sangat senang ada kalian. Saya juga sangat berterima kasih karena kalian menolong istri saya, tolong ikutlah dengan kami ke kota," ucap Geo ikut memohon. Dia melihat sang istri begitu menyayangi keduanya.


Mungkin karena Kiara sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya. Kini dia bisa merasakan lewat pak Tejo dan istrinya.


"Baik bu," jawab Geo tulus.


Kiara memeluk keduanya erat.


"Makasih ya pak bu, Kiara janji akan selalu di samping kalian."


Kiara tampak begitu senang, pertemuan ketiganya mungkin sudah di atur oleh Tuhan. Kiara sangat beruntung bertemu dengan mereka. Beberapa minggu hidup bersama, keduanya begitu menyayangi Kiara.

__ADS_1


Geo membawa ketiganya kembali ke kota. Dari pak Tejo akhirnya Geo tahu jalan yang lebih mudah untuk di lalui di dalam hutan itu.


Mereka sampai di rumah milik Geo ketika malam tiba. Pak Tejo dan bu Aminah merasa canggung karena tidak terbiasa hidup di rumah mewah.


"Pak,bu, mulai sekarang kalian tinggal bersama kami di sini ya. Anggap saja rumah sendiri, jangan merasa sungkan kalau butuh apapun bisa bilang ke Kiara ya," ucap Kiara pada keduanya. Bu Aminah membalas dengan senyum di sudut bibirnya.


"Benar pak,bu, yang di katakan istri saya. Bantu saya menjaga Kiara di rumah ya, saya takut dia akan pergi meninggalkan saya lagi," Geo menatap wajah Kiara. Ada rindu di mata pria itu.


"Tentu saja nak Geo, kami akan membantu menjaga Kiara. Dia sudah seperti anak kami sendiri," jawab pak Tejo.


Geo dan Kiara tersenyum membalas keduanya. Mereka lalu di bawa ke kamar tamu. Kamar yang menjadi tempat tidur mereka.


Setelah mengantar pak Tejo dan istrinya ke kamar mereka. Kini giliran Kiara kembali ke kamarnya.


"Kamar ini masih sama seperti dulu," ucapnya seraya berbaring di atas ranjang. Tanpa Kiara tahu tiba-tiba Geo sudah berada di sampingnya.


"Jangan pergi lagi Kiara," ucapnya sambil membekap tubuh Kiara.


Wanita itu hanya terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Di dalam hati kecilnya, Kiara masih belum sepenuhnya memaafkan Geo. Sebelum semuanya jelas, tentang kehamilan Alina. Kiara tidak ingin terlalu membuka hatinya kembali. Takut jika harus terluka seperti sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2