Suami CEO

Suami CEO
Ingin Tinggal


__ADS_3

Seminggu berlalu, Geo semakin putus asa. Saat tidak menemukan keberadaan Kiara. Hidupnya perlahan mulai kacau, makan sering terlambat. Jarang tidur, bahkan pekerjaannya pun mulai terganggu.


Andara merasa khawatir tentang keadaan Geo. Dia hanya bisa menyuruh asistennya untuk menangani masalah perusahaan terlebih dahulu. Sampai menemukan kembali Kiara.


"Geo, jangan menyiksa dirimu sendiri, Kiara pasti baik-baik saja. Kita pasti bisa menemukannya!" ucap Andara pada cucunya.


"Tapi kek, dia sedang mengandung anakku, aku sangat jahat padanya!" balas Geo. Andara sudah tahu masalah yang di alami Geo. Tentang dirinya dengan Alina.


Andara merasa ada hal aneh dengan Alina. Tidak mungkin Geo berselingkuh dengan wanita itu. Andara tahu betul bagaimana sifat cucunya. Jika sudah membenci seseorang yang pernah menyakitinya. Geo tidak akan mengulang hal yang sama dengan Alina lagi.


Hubungan mereka sudah berakhir sejak Alina pergi meninggalkan Geo. Andara perlu mencari tahu kebenarannya. Dia meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki Alina secara diam-diam.


Di gubuk kecil milik pak Tejo. Kiara mulai merasa membaik. Luka-luka di tubuhnya perlahan mengering.Namun pak Tejo dan istrinya melarang Kiara untuk banyak bergerak terlebih dahulu.


Kiara memikirkan Geo, bagaimana pria itu setelah mengetahui dirinya menghilang. Apakah dia akan mencarinya?


"Apa sebaiknya aku tetap di sini? Membesarkan anak ini sendirian?" gumam Kiara memikirkan masa depannya nanti.

__ADS_1


Di tempat terpencil ini, dia bisa menenangkan dirinya. Melupakan sejenak masalah yang tengah dia alami.Sekaligus memberi hukuman untuk Geo.


"Nak Kiara," panggil bu Aminah. Beliau ikut duduk di kursi samping Kiara.


"Ya bu," jawab Kiara menoleh ke arah wanita paruh baya itu.


"Sedang memikirkan apa? Suamimu ya?" tanyanya.


"Iya bu," jawab Kiara.


Kiara menggelengkan kepala. Dia tidak ingin kembali untuk sementara waktu. Sampai dia siap dengan semua yang terjadi.


"Tidak bu, bolehkan aku tinggal di sini bersama kalian. Kiara akan membantu pekerjaan kalian. Kiara janji tidak akan merepotkan kalian," ucap Kiara memohon pada keduanya, pak Tejo yang baru datang ikut duduk di depan mereka.


Kiara menatap keduanya dengan memohon. Berharap keduanya mau menerima Kiara.


"Iya, kamu boleh tinggal di sini, tapi coba bicarakan masalah apa sampai kamu tidak ingin kembali?" jawab pak Tejo. Dia juga ingin tahu asal-usul wanita di depannya itu.

__ADS_1


Kiara segera menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Tentang suaminya yang mengkhianatinya. Dan akhirnya dia mengalami kecelakaan saat itu.


Pak Tejo dan istrinya bisa mengerti bagaimana luka yang dialami Kiara. Keduanya dengan senang hati menerima Kiara menjadi anggota keluarganya.


"Nak Kiara, bapak dan ibu dengan senang hati menerimamu di sini. Tinggallah bersama kami seperti kedua orang tuamu sendiri. Jika suatu saat ingin kembali pada suamimu, ibu dan bapak tidak akan menghalangi," jawab pak Tejo.


Kiara bisa melihat ketulusan hati dari kedua mata mereka. Tanpa terasa air mata keluar dari sudut matanya.


"Terima kasih pak, bu, Kiara beruntung sekali bisa bertemu dengan kalian."


Kiara memeluk keduanya,merasakan hangatnya sebuah keluarga. Kiara yang sudah lama tidak merasakan hal itu dari ayah dan ibu tirinya. Bahkan tidak pernah.


"Iya, ayo kita makan malam. Ibu sudah masak loh," ajak bu Aminah.


"Baik bu."


Kiara mengetahui bahwa keduanya bisa bertahan di tempat terpencil, dengan cara menanam sayuran dan juga bahan makanan sendiri.Sungguh keluarga yang sederhana.Kiara merasa nyaman berada di sana.

__ADS_1


__ADS_2