
Tanan menggebrak meja yang ada di depannya. Meski dia tak terlalu peduli dengan keadaan putrinya namun setelah mendengar kabar bahwa sang menantu akan menikah kembali. Tanan merasa ubun-ubun di kepalanya itu memanas.
"Apa dia gila! Meskipun putriku tidak cantik tapi setidaknya dia setia!" teriak Tanan, membuat Rena dan Sinta terkejut.
"Kenapa ayah marah-marah?" tanya Sinta pada suaminya itu.
"Geo akan menikah besok lusa dengan wanita yang dulu menjadi tunangannya, bagaimana dengan nasib Kiara nantinya!" jelas Tanan. Meski dia bukan ayah yang baik, namun Tanan masih memiliki harapan pada putrinya itu. Setidaknya Kiara bisa hidup baik dengan pria yang mencintainya.
Namun kini Tanan harus mendengar putrinya di madu. Tanan tidak ingin Kiara terluka.
"Mungkin kak Kiara sudah membosankan bagi kak Geo. Jadi pria itu mencari yang lain lagi," celetuk Rena tak peduli dengan nasib kakaknya.
"Diam kami Rena!" sentak Tanan pada putrinya itu. Lagi-lagi Rena hanya membuatnya kesal.
__ADS_1
Dia ingat betul bahwa gadis itu baru saja terlepas dari masalahnya. Bahkan Tanan juga harus ikut campur dalam penyelesaian masalah itu.
Satu tahun yang lalu, Rena harus terpukul karena masalahnya sendiri. Dia yang kabur dari perjodohan dengan Geo. Kemudian terjebak dengan perbuatan keji teman prianya sendiri.
Rena di perkosa oleh pria bejat itu, hingga dia hamil. Tanan yang mendengar penjelasan Rena hanya bisa meluapkan amarah dengan memukul gadis itu.
Tapi semuanya belum selesai,Rena melakukan aborsi karena dia tidak menginginkan bayinya. Tanan harus menutup rapat berita kehamilan anaknya. Agar saham perusahaannya tidak jatuh dan tenggelam.
Untungnya semua sudah selesai, namun Tanan juga khawatir jika Rena tidak bisa menikah. Tidak ada pria yang mau dengannya kelak.
"Bagaimana Geo, yang ini cocok dengan kita kan?" tanyanya meminta pendapat dari Geo.
"Bagus kok, yang ini aja," jawab Geo santai. Keduanya akhirnya telah selesai memilih gaun pengantin mereka.
__ADS_1
Alina tampak begitu bahagia karena akhirnya dia bisa mendapatkan Geo. Meski harus berbagi dengan Kiara. Tapi seiring waktu dia ingin memiliki sepenuhnya.
Geo berharap waktu segera berlalu, dia sudah tidak sabar untuk mengungkap semuanya.
Keduanya kembali ke rumah milik Anggara. Karena pesta pernikahannya nanti akan di adakan di sana. Kiara juga berada di rumah itu. Saat keduanya sampai, Kiara yang membukakan pintu untuk Alina dan Geo.
Ketika Geo sudah masuk ke dalam rumah. Alina dengan sengaja menabrak sisi kiri tubuh Kiara.
"Kamu sengaja ya berdiri di depan pintu! Kamu jangan berfikir untuk tetap bersama Geo. Karena sebentar lagi dia kan menjadi milikku sepenuhnya," bisik Alina di telinga Kiara.
Kiara tampak terkejut mendengarnya, Alina benar-benar berfikir terlalu jauh. Namun di dalam hati Kiara juga sedikit khawatir. Jika saja memang Alina merebut suaminya.
Setelah membisikkan kalimat itu, Alina tersenyum tipis di ujung bibirnya. Dia berjalan meninggalkan Kiara yang masih berdiri terpaku di ambang pintu.
__ADS_1
Andara memperhatikan keduanya dari jauh. Dia hanya bisa menghela napas panjang. Ingin segera esok tiba dan menyelesaikan semuanya. Andara sangat kasihan pad Kiara. Tampaknya wanita itu masih saja mengalami tekanan.