Suami CEO

Suami CEO
Istri Kedua


__ADS_3

Suasana terasa begitu canggung bagi Kiara dan Geo. Mereka kini tengah berada di sebuah meja makan. Bersama sang kakek dan juga Alina.


Mereka berempat menikmati hidangan di meja dengan suasana aneh. Andara mengundang ketiganya ke rumah besar milik pria itu. Atas permintaan Geo, karena pria itu mempunyai sesuatu yang harus di sampaikan.


Lebih tepatnya ingin menyelesaikan masalah di antara mereka. Alina meletakkan garpu dan sendok di atas piring. Dia telah selesai makan malamnya.


"Kakek, Geo," panggilnya tanpa memperdulikan kehadiran Kiara.


Kiara sudah tahu maksud Alina, sejak kemarin wanita itu berusaha mendekati suaminya kembali.


"Kenapa Alina?" tanya sang kakek.


"Ini," Alina menyerahkan selembar kertas di dalam sebuah amplop coklat.


"Apa ini?" tanya Andara. Dia mengambil kertas itu. Membukanya perlahan lalu membaca isi yang tertera di kertas itu.


Andara menatap Geo dengan tanda tanya di wajah kakek itu. Geo tahu apa yang ingin di katakan oleh kakeknya.

__ADS_1


"Hasil pemeriksaan bulan ini?" tanya Andara.


"Benar kek, Alina sudah memeriksa ulang. Dan hasilnya ini memang benar-benar anaknya Geo."


Alina dengan yakin mengatakannya pada Andara. Di dalam hati Geo tertawa lepas. Ingin sekali memberi sebuah tamparan pada Alina. Tapi Geo tidak setega itu pada seorang wanita.


"Jadi apa yang inginkan sekarang?" tanya Andara mengikuti permainan dari Alina. Sesuai permintaan Geo untuk menuruti keinginan Alina.


"Alina mau segera nikahkan Alina dan Geo kek, anak ini juga membutuhkan ayahnya," jawab Alina. Kiara dan Geo tampak terkejut, tapi bukan karena mereka benar-benar terkejut. Mereka hanya berpura-pura saja.


Kiara juga tampak terpukul dan sedih. Tapi itu semua hanyalah akting saja.Sebelum Alina datang ke rumah itu,Andara,Geo dan Kiara. Ketiganya setuju untuk melakukan sebuah kesepakatan.


"Geo akan bertanggung jawab kek, kakek saja yang menentukan harinya," ucap Geo.


"Kalau kamu Kiara?" tanya Andara.


"Anak itu memang tidak bersalah kek, memang seharusnya memiliki ayah. Tapi Kiara juga sedang hamil, jadi biarkan Alina menjadi istri kedua Geo saja," jawab Kiara sambil terisak meski terlihat pasrah. Sebenarnya itu hanyalah formalitas dari rencananya.

__ADS_1


Alina tampak puas dengan jawaban dari Geo dan Kiara. Meski belum bisa menjadi istri utamanya. Ini lebih baik dari pada tidak sama sekali. Alina hanya membutuhkan waktu untuk perlahan menyingkirkan Kiara saja.


"Bagaimana Alina? Apa kamu setuju untuk menjadi istri kedua?" tanya Andara.


"Baiklah kek Alina setuju asal anak ini di akui saja," jawab Alina.


"Bagus kalau begitu, mulai sekarang masalah ini sudah jelas. Dan untukmu Alina, kamu tenang saja. Kakek yang akan menyiapkan pernikahan untuk kalian berdua," ucap Andara lagi.


"Baik kek terima kasih," jawab Alina, wajahnya tampak begitu senang.


"Maaf semuanya, Kiara sudah selesai, pamit ke kamar dahulu," ucap Kiara dengan wajah sedihnya. Alina puas melihat Kiara yang tampak sedih seperti itu.


"Baiklah, segera beristirahatlah Kiara."


Kiara berjalan meninggalkan ketiganya, Geo masih di sana. Menunggu Alina untuk pergi.


"Sepertinya Kiara terlihat sedih Geo, kamu hibur lah dia dahulu, biar kakek berbicara tentang pernikahan kalian pada Alina," pinta Andara pada Geo.

__ADS_1


"Baiklah kek, Geo akan menghibur dia dahulu, Kiara pasti sangat terpukul malam ini," balas Geo.


Geo segera meninggalkan meja makan itu, hanya Andara dan Alina yang saat ini berada di sana. Alina tidak peduli tentang Kiara yang terpukul hatinya. Yang terpenting dalam waktu dekat dia dan Geo akan segera menikah. Alina tak menyangka semudah itu untuk mendapatkan Geo.


__ADS_2