Suami CEO

Suami CEO
Hamil


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah Kiara dan Geo berbulan madu. Mereka harus kembali ke pekerjaan mereka.


Namun Kiara merasa tidak enak badan dan meminta pada Geo untuk menambah masa cutinya sehari lagi. Ini juga untuk mengelabuhi para pegawai agar mereka tidak curiga pada keduanya.


Geo menyetujui keinginan Kiara. Setelah Geo pergi ke perusahaan. Kiara merasa semakin mual sejak pagi tadi. Dia memutuskan untuk pergi ke dokter tanpa memberitahu Geo.


Sesampainya di rumah sakit,Kiara segera bertemu dengan dokter. Gadis itu harus melakukan cek urin.


"Selamat ya anda sedang hamil," ucap dokter yang berada di depan Kiara.


"Hamil dok?" tanya Kiara tidak percaya.


"Benar, anda hamil tiga minggu," jawab dokter itu.


Kiara merasa sangat senang mendengar hal itu. Akhirnya dia bisa memberikan cicit untuk sang kakek.


"Baik dok, terima kasih," Kiara pamit setelah di berikan oleh penjelasan dan beberapa vitamin untuknya.


Serta sebuah kertas hasil pemeriksaan di tangan Kiara. Dia ingin memberitahukannya pada Geo.


"Lebih baik aku segera memberitahunya di perusahaan ketika jam makan siang nanti, dia pasti sangat terkejut," gumam Kiara senang.

__ADS_1


Dia segera menuju ke perusahaan milik Geo. Untungnya para pegawai sedang makan siang di luar. Jadi tempat itu sedikit sepi.


Kiara menaiki lift menuju ke ruang kerja Geo. Dengan membawa selembar kertas hasil pemeriksaannya tadi.


Langkah kakinya begitu semangat saat keluar dari lift. Dia berjalan ke arah ruang kerja Geo.


Namun langkahnya harus terhenti di balik pintu ketika mendengar suara seorang wanita dari dalam ruang itu.


"Geo tolong jangan usir aku, aku benar-benar hamil anakmu!" ucap wanita di dalam ruang itu. Seketika hati Kiara hancur lebur,mendengar pernyataan dari wanita yang Kiara tahu betul suara siapa itu.


"Alina? Kenapa dia mengatakan hamil pada Geo. Apakah mereka diam-diam berhubungan di belakangku?" batin Kiara pilu.


Dia yang hendak membuka pintu ruangan.Akhirnya mengurungkannya. Dia takut tidak bisa menahan amarahnya setelah mendengar hal itu. Tapi jika dia diam saja. Kiara tidak tahu akan kebenarannya nanti.


"Kalian!" ucap Kiara membuat Geo dan Alina terkejut.


"Kiara!" Geo segera melepas kedua tangan Alina yang memeluknya.


"Apa maksud perkataan dia tentang kehamilan Geo?" tanya Kiara sambil menahan air matanya. Dia harus kuat,tidak boleh terlihat lemah.


"Sayang, ini hanya kesalahpahaman saja. Kamu jangan marah dulu!" Geo panik mengetahui Kiara yang ternyata mendengar semuanya tentang pembicaraan dirinya dengan Alina tadi.

__ADS_1


"Apa maksudnya!" Kiara menekankan ucapannya. Dia hanya ingin jawaban yang sebenarnya keluar dari mulut pria itu.


"Aku tidak melakukannya Kiara. Percayalah padaku!" Geo berjalan mendekati Kiara. Namun wanita itu menghentikannya.


"Jangan mendekat, jawab saja pertanyaan ku!" ucapnya.


Di dalam hati Alina sangat puas melihat keduanya yang bertengkar. Dia tidak perlu bersusah payah memberitahu Kiara tentang rencananya.


"Maaf Kiara, tapi aku memang hamil anaknya Geo!" Alina dengan wajah sedih mengatakan hal itu. Kiara menatap wajah Geo, mencari jawaban dari suaminya itu.


"Katakan semua itu bohong Geo! Katakan!" jerit hati Kiara.


"Kamu pasti berbohong kan?" Geo terlihat sangat marah pada Alina. Dia yakin malam itu tidak melakukan apapun. Tapi Alina bersikeras bahwa Geo merebut keperawanannya.


"Kamu jahat Geo!" Kiara sangat kecewa, dia berlari dari ruang kerja Geo.


"Kiara, tunggu!" Geo hendak mengejar Kiara. Namun Alina menarik lengannya agar tetap bersama dirinya.


"Geo, jangan pergi!" ucapnya egois.


"Lepas!" Geo menghempaskan tangan Alina dan segera mengejar Kiara.

__ADS_1


Alina hanya tersenyum bahagia,perlahan rencananya akan berhasil. Dia yakin akan mendapatkan Geo kembali.


__ADS_2