Suami CEO

Suami CEO
Rencana Jahat


__ADS_3

Kiara membuang ke sembarang arah tas miliknya. Dia lalu duduk di sofa favorit ketika sampai di toko pakaiannya.


Kiara sudah lama tidak mengunjungi tokonya itu. Arin dan Via menatap heran pada Kiara yang tiba-tiba datang dengan wajah cemberutnya.


"Mbak Kiara, tumben datang cemberut gitu?" tanya Arin.


Kiara memijit keningnya, karena Alina dia merasa sedikit pusing. Belum selesai masalah pernikahan kontraknya, kini di tambah kedatangan Alina di hidupnya.


"Mbak gak apa-apa kok Rin," jawab Kiara pada pegawainya itu.


"Beneran mbak? Udah lama gak ke sini, mbak Kiara agak kurusan deh!" ucap Via menimpali sambil menata beberapa pesanan pelanggan.


Kiara lalu memperhatikan tubuhnya. Benar saja dia agak kurusan saat ini. Jika di pikir dia memang kurang memperhatikan dirinya saat di rumah Geo.


"Kalian ini bisa aja. Aku cuma pengen lihat keadaan kalian. Gimana kalian ada masalah tidak?" tanya Kiara pada kedua pegawainya.


Arin dan Via menggelengkan kepalanya.


"Tidak kok mbak, semuanya aman!" ucap Arin dengan disertai senyuman.


"Bagus deh, bulan ini kalian akan mbak kasih bonus."


Via dan Arin tampak terkejut.


"Wah beneran mbak?" tanya Arin. Kiara menganggukkan kepalanya.


"Ya ampun, makasih mbak, mbak Kiara baik banget sih!" ucap Arin dan Via bersamaan.


"Iya-iya, kalian udah makan siang belum?" tanya Kiara.


"Udah kok mbak, oh iya mbak Kiara kemarin Via gak sengaja lihat mbak sama seorang cowok ganteng masuk ke dalam mobil mewah, siapa itu mbak?" tanya Via penasaran.


"Iya mbak, Arin juga lihat. Cuma kita gak sempat menyapa mbak Kiara waktu itu," timpal Arin.


"Hah siapa sih?" tanya Kiara pura-pura tidak tahu. Bahwa yang keduanya bicarakan adalah Geo.

__ADS_1


"Mbak Kiara dong, cuma gak terlalu jelas sih soalnya di keramaian." Jawab Arin.


"Kalian pasti salah orang deh," jawab Kiara mengalihkan.


"Masak sih?" gumam Via sambil berfikir. Tiba-tiba ponsel milik Kiara berbunyi. Gadis itu segera melihatnya.


Sebuah pesan masuk dari Geo. Pria itu tengah mencari dirinya. Kiara sedikit malas untuk membalas pesan itu.


"Siapa mbak?" tanya Arin setelah melihat perubahan wajah Kiara yang sedikit suram.


"Oh ini,orang iseng kayaknya Rin," jawab Kiara dengan mudahnya, kemudian memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas kembali setelah mengubahnya ke mode diam.


Sedangkan Geo tengah berjalan ke sana ke mari sambil menunggu balasan dari Kiara. Namun cukup lama gadis itu belum membalasnya.


Geo mulai tidak sabar, dia segera menelepon Kiara. Memastikan gadis itu baik-baik saja. Karena sejak tadi pagi dia sudah pergi dan tidak memberi kabar apapun pada Geo.


Namun sayangnya Kiara tidak menerima panggilan darinya.


"Sedang apa sih dia? Pesan hanya di baca tanpa membalas. Sekarang malah tidak menerima panggilanku!" gerutu Geo kesal.


Geo mulai khawatir karena malam mulai datang sedangkan Kiara masih belum ada kabar. Pria itu mulai menebak kemana perginya gadis itu.


"Apa mungkin dia tengah berkencan dengan Arman?" pikir Geo teringat oleh Arman.


Tanpa berpikir lama lagi dia segera menelepon Arman. Menanyakan apakah Kiara bersama pria itu. Namun jawaban tidak telah dia dengar. Geo semakin khawatir.


Di tengah kekhawatirannya, tiba-tiba suara pintu ruang kerjanya di ketuk.


"Masuk!" ucapnya.


Geo kecewa karena yang masuk bukanlah Kiara. Namun Alena, entah apa yang ingin wanita itu lakukan di perusahaannya menjelang malam begini.


"Ngapain kamu kemari?" tanya Geo.


"Jangan dingin gitu dong Geo, tolong buka lagi hati kamu buat aku!" pinta Alena sambil mendekati pria itu.

__ADS_1


Geo terdiam sesaat, dia tengah bertanya pada hatinya. Benarkah dia marah atau hanya kecewa pada wanita yang pernah dia cintai ini.


Alena masih sama seperti dulu, masih cantik dan juga menawan. Siapa pria yang tidak akan jatuh hati padanya.


Ketika menatap Alena, tiba-tiba wajah Kiara yang muncul di hadapannya.


"Kiara!" ucap Geo dengan lirih, Alena yang mendengarnya hanya bisa mendengus kesal. Lagi-lagi nama gadis itu yang di panggilnya.


"Ini aku Alena bukan Kiara," Alena mendekat ke wajah Geo, dia hendak menyadarkan Geo bahwa dia Alena bukan Kiara.


Geo segera sadar, dia dengan cepat menjauh dari Alena.


"Apa kamu begitu mencintainya Geo?" tanya Alena.


Geo terdiam, ada keraguan di wajahnya.Bibir Alena terangkat ke atas, dia yakin pria di depannya itu masih memiliki rasa pada dirinya.


"Maaf Geo, aku tidak bermaksud meninggalkanmu saat ini. Ada hal yang tidak bisa aku jelaskan saat itu."


Alena mendekati Geo, mencoba meraih tangan pria itu.


"Maaf Alena, aku harus segera pergi," jawab Geo sambil melepaskan pegangan tangan Alena.


Dia segera meraih kunci mobilnya, dan berlalu meninggalkan Alena. Belum jauh dia melangkah, Alena berlari memeluk punggungnya.Geo terpaksa harus terhenti.


"Aku masih mencintaimu Geo," ucap Alena kembali.


"Lepas Alena, aku sudah memiliki istri saat ini. Tidak akan ada lagi kamu di hatiku," jawab Geo.


"Tapi aku yakin bisa membuatmu mencintaiku lagi Geo,tolong beri kesempatan untukku," jawab Alena.


Tanpa Geo tahu, seseorang melihat mereka berpelukan seperti itu. Dan sengaja memotret keduanya.


Geo segera menepiskan kembali tangan Alena dari lingkar perutnya. Dia tidak peduli dengan ucapan gadis itu.


Alena hanya bisa tersenyum kecut, tapi rencananya berhasil. Dia hanya perlu memberikan foto miliknya bersama Geo yang di lalukan oleh suruhannya pada Kiara.

__ADS_1


Alena ingin menghancurkan pernikahan mereka. Karena dia tahu Geo dan Kiara tidak saling mencintai. Mereka menikah karena perjodohan saja.


__ADS_2