
Kedua mata Kiara perlahan menyipit. Ketika dia melihat cahaya matahari sudah muncul. Langkah kakinya seketika bergerak ketika mendengar suara seseorang mengetuk pintu.
Kiara segera menghampiri pintu utama. Dia berharap itu adalah Geo. Dan apa yang dia harapkan benar-benar terjadi. Orang yang kini berdiri di ambang pintu adalah Geo.
"Geo, kamu baik-baik saja? Aku mencemaskan mu!" ucap Kiara saat melihat Geo.
"Kiara, maaf aku tidak sempat menghubungimu, semalam aku ketiduran di kantor," jawab Geo.Kiara mengerutkan keningnya heran. Jika benar Geo ketiduran di kantor. Seharusnya mobil pria itu masih terparkir di sana. Tapi mengapa saat Kiara mengeceknya mobil tidak berada di sana.
"Oh begitu, ayo masuk. Sepertinya kamu sangat lelah?" ucap Kiara tidak mau berprasangka buruk.
"Iya aku merasa sangat lelah sekali, aku akan beristirahat dulu," jawab Geo menghindari tatapan mata Kiara.
Pria itu meninggalkan Kiara begitu saja dengan beberapa pertanyaan di benak istrinya.
"Kenapa aku merasa dia sangat aneh? Tidak berani memandang kedua mataku?" gumam Kiara.
Geo yang berada di dalam kamar segera merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada dirinya. Pagi-pagi dia mengetahui hal yang bisa membuat rumah tangganya hancur.
"Kiara aku harus bagaimana? Aku bahkan tidak ingat apa yang terjadi!" gumam Geo sambil memegang kepalanya dengan kuat. Mencoba mengingat apa yang semalam terjadi pada dirinya dan Alina.
__ADS_1
Bayangan kejadian tadi pagi kembali ke ingatannya.
Alina menangis di samping tubuh Geo pagi ini. Geo yang mendengar suara tangisan wanita mulai terjaga.
Betapa terkejutnya pria itu saat melihat Alina yang berbalut selimut duduk di sampingnya. Sedangkan dirinya juga hanya memakai selimut saja.
"Alina? Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Geo panik.
Alina semakin tersedu,dia tidak mengatakan apapun. Hingga Geo terpaksa menanyakannya kembali.
"Kamu jahat Geo, kamu mengambil keperawanan ku semalam,kamu memaksaku!" jawab Alina.
"Tidak mungkin, ini pasti hanya jebakan. Semalam aku berada di kantor. Bagaimana bisa aku bertemu denganmu?" tanya Geo tidak percaya.
"Kamu memang di kantor semalam, dan aku tidak sengaja melihat mobilmu di perusahaan. Jadi aku berfikir untuk mengunjungimu, tapi entah mengapa saat aku masuk ke dalam kantormu. Tiba-tiba kamu memelukku dan membawaku ke tempat ini! Aku tidak bisa menolak karena kamu memaksaku!" jawab Alina sambil menangis tersedu.
Geo menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan penjelasan Alina. Dia tidak ingat apapun tentang kejadian semalam.
Pria itu memungut pakaian dan segera memakainya. Dia pergi meninggalkan Alina di kamar itu.
__ADS_1
Alina mengusap sudut matanya yang basah. Dia tersenyum puas bisa membuat seorang Geo ketakutan.
"Ini baru awal Geo, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku!" ujarnya yakin.
"Geo!" panggil Kiara. Pria itu segera sadar dari lamunannya tentang Alina di hotel tadi.
"Ya Kiara,ada apa?" tanyanya melihat Kiara yang masuk ke dalam kamar.
"Kamu tidak mandi dulu?" tanya Kiara duduk di samping Geo.
"Ya aku akan mandi sebentar lagi, apa kamu mau iku?" goda Geo. Dia ingin bersikap seperti biasa pada Kiara. Seolah tidak terjadi apapun semalam.
"Huh, siapa juga yang mau ikut mandi bersamamu!" ucap Kiara cemberut.
"Baiklah kalau tidak mau, bisakah kamu membuatkan sarapan untukku. Aku sangat lapar?" pinta Geo.
"Iya aku akan buatkan,kamu pergilah mandi!" jawab Kiara. Geo beranjak dari tempat tidur. Namun sebelum dia berdiri, Kiara mencium bau parfum yang berbeda dari biasanya Geo pakai.
"Tumben ada bau parfum yang berbeda?" batin Kiara bertanya-tanya.
__ADS_1