Suami CEO

Suami CEO
Kebenaran


__ADS_3

Tanan menghela napas panjang, waktu itu akhirnya tiba juga. Dia terlalu lama egois dan tak menyayangi Kiara lagi. Mungkin ini saatnya untuk Tanan memberitahu semua yang sebenarnya pada Kiara.Wanita itu juga perlu tahu kebenarannya.


"Maafkan ayah Kiara, sebenarnya kedua orang tuamu sudah meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Ayah adalah orang kepercayaannya, setelah mereka wafat. Kamu menjadi putri angkat ayah, mama mu juga sangat senang karena kehadiranmu." Tanan teringat kembali dengan wanita yang pertama kali dia cintai. Istri pertamanya, namun kisah mereka tak seindah kelihatannya.


"Jadi mama juga bukan ibu kandung Kiara?" tanya Kiara belum bisa mempercayainya.


"Benar, dia hanyalah ibu angkat mu. Karena dia tidak bisa hamil, dia sangat senang bisa menyayangimu saat itu. Sayangnya dia juga tidak bisa hidup lama, maafkan ayah Kiara. Menyembunyikan semua ini pada mu," jelas Tanan. Kedua matanya terlihat tulus. Kiara tak tahu kesulitan apa yang pria itu tanggung sendirian.


"Ayah, terima kasih sudah merawat Kiara. Untuk saat ini Kiara ingin merenungi semuanya. Kiara pamit pulang dulu," ucap Kiara.


"Baiklah, kamu hati-hati ya, jangan sampai terjadi apapun dengan calon cucu ayah," ucap Tanan.


"Baik ayah," Kiara segera keluar dari ruang kerja ayah angkatnya itu.


Ketika Kiara sudah pergi, Tanan meremas foto yang di berikan oleh Kiara tadi.

__ADS_1


"Sial. Kenapa dia kembali lagi! Usahaku akan sia-sia selama ini!" gerutunya dengan wajah kesal.


Ada hal yang terjadi di masa lalu. Sebuah rahasia besar bagi Tanan. Jika sampai Kiara tahu, semua yang di milikinya akan hilang begitu saja.


"Aku harus segera mencari tahu siapa dalang di balik ini! Dia harus segera di singkirkan!" ucap Tanan.


Dia mencoba menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari tahu informasi tentang siapa saja yang bersama Kiara akhir-akhir ini. Atau seseorang yang pernah menemui Kiara.


Orang itu akan mengancam posisinya dalam perusahaan milik keluarga asli Kiara. Wanita itu belum tahu bahwa semua aset milik kedua orang tuanya adalah miliknya.


Di dalam mobil, Kiara memikirkan apa yang barusan dia ketahui. Dia tak lagi memiliki orang tua kandung. Andai kan dia ingat tentang masa kecilnya. Ketika dia bersama mereka.


Sayangnya dia tidak mengingatnya sedikitpun. Ponsel Kiara berbunyi, sebuah panggilan dari nomor yang kemarin meneleponnya. Kiara segera mengangkat telepon itu.


"Halo, ada apa lagi?" tanya Kiara sedikit malas menanggapi pria itu.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa yang Tanan jelaskan padamu? Apa kamu percaya begitu saja apa yang dia katakan?" tanya pria itu di balik telepon.


"Maksud anda apa? Jangan membuat saya bingung?" tanya Kiara kesal.


Dia tidak tahu harus mempercayai yang mana. Ayahnya atau kah orang yang saat ini berbicara dengannya di telepon itu.


"Mari bertemu, kamu bisa mengajak suamimu jika kamu takut!" ajaknya.


"Baiklah, dimana?" tanya Kiara menyetujui.


"Aku akan mengirimkan alamatnya, kamu datanglah."


Setelah mengatakannya, dia segera menutup penggilan. Kiara memijat keningnya,wanita itu seperti tengah di permainkan.


Dia tidak tahu yang mana kebenarannya, tapi dia juga harus menemui orang itu. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Kiara ragu pada Tanan, karena pria itu bisa saja berbohong. Menghalalkan segalanya untuk sesuatu yang dia inginkan. Kiara mengenal betul siapa ayah angkatnya itu.


__ADS_2