
Geo membantu memapah Kiara sampai di kamarnya. Gadis itu tampak masih syok atas kejadian yang baru saja dia alami. Geo merasa bersalah karena telah meninggalkannya tadi. Untungnya dia segera kembali dan menyelamatkan Kiara. Jika tidak Geo pasti akan menyesal seumur hidup.
Kehormatan Kiara hampir direnggut paksa oleh dua berandalan itu. Geo mengeratkan giginya mengingat wajah dua preman yang tadi dihajarnya.
Keduanya sudah sampai di kamar Kiara. Geo perlahan membantu membaringkan gadis itu di atas ranjang.
"Kamu tidur lah!" pinta Geo pada Kiara. Kiara menganggukkan kepalanya. Bayangan dua pria tadi masih membekas di pikiran gadis itu.
Geo hendak beranjak pergi,namun seketika Kiara menarik lengannya.
"Jangan pergi!" pinta Kiara.
"Apa kamu masih takut?" tanya Geo khawatir.
Kiara menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, aku akan menunggumu sampai kamu tertidur," jawab Geo. Dia kembali duduk di ranjang Kiara. Membantu gadis itu menarik selimutnya. Kiara mulai memejamkan mata. Mulai merasa aman meski masih sedikit ketakutan.
Geo menatap Kiara dalam,sudut bibirnya sedikit terangkat. Tangan kanannya tanpa sadar mengelus puncak kepala Kiara. Geo ikut berbaring di samping gadis itu.
__ADS_1
Rasa kantuk dan lelah mulai dia rasakan. Geo perlahan terlelap sambil mendekap erat tubuh Kiara. Gadis itu pun merasa nyaman dengan perlakuan dari Geo.Mereka tidur di atas ranjang yang sama. Hingga pagi menjelang, sinar matahari pagi mulai menyusup ke dalam kamar.
Kiara yang terlebih dahulu terjaga. Dia merasa tubuhnya sangat hangat karena seseorang memeluknya. Tepat di depan wajah gadis itu, wajah Geo terlihat jelas,hanya beberapa senti saja darinya.
Kiara memperhatikan wajah tampan milik suaminya itu. Wajah yang ingin sekali dia menyentuhnya, tangan gadis itu perlahan mendekat ke rahang milik Geo. Saat ingin menyentuhnya, Kiara ragu-ragu.
"Sentuh saja!" suara serak membuat Kiara terkejut. Geo tiba-tiba membuka matanya.Namun kedua tangan pria itu masih memeluk pinggang Kiara. Membuat gadis itu sulit untuk berpindah posisi.
Kiara merasa malu dan segera menarik tangannya menjauh dari wajah Geo. Dia juga berusaha melepaskan diri. Namun Geo malah memeluknya erat, mendekap wajah Kiara pada dada bidangnya.
"Kamu sudah merasa lebih baik sekarang?" tanya Geo sambil mengecup puncak kepala gadis itu.
"Ya aku sudah merasa baikan,bisakah kamu melepaskan tubuhku sekarang?" pinta Kiara.
"Aku takut terlalu nyaman dan merasa kecanduan, jadi cepat lepaskan aku!" ucap Kiara sambil menekankan kata terakhirnya lebih jelas.
"Baiklah-baiklah!" Geo akhirnya melepaskan pelukannya. Kiara akhirnya bisa berpindah ke sisi ranjang yang lebih jauh dari Geo.
Melihat Kiara yang hendak pergi, Geo buru-buru menarik lengan gadis itu. Kiara yang tak siap akhirnya terjatuh kembali. Namun kali ini jatuhnya tepat di atas tubuh Geo.
__ADS_1
Kedua mata Kiara mendelik, dia sangat terkejut ketika menyadari apa yang terjadi. Bibirnya dan bibir milik Geo saling bertemu. Kiara segera menahan tubuhnya.
"Kenapa menarik ku?" protes Kiara sambil menutup bibirnya.
Geo menarik tangan Kiara yang tengah menutup bibir gadis itu. Dia bisa melihat jika Kiara tengah malu. Geo menarik tengkuk Kiara. Hendak mengecup bibir Kiara kembali.
Kiara hanya bisa pasrah saat Geo melakukannya. Kiara dan Geo mulai terbuai dengan apa yang keduanya lakukan. Di dalam hati mereka sama-sama menyukai, meski keduanya belum sadar akan hal itu.
Saat suasana semakin memanas. Tangan Geo mulai menyentuh bagian tubuh lain dari Kiara.
Ting tong.
Tiba-tiba suara bel berbunyi. Menghentikan aktifitas keduanya. Kiara segera beranjak dari tubuh Geo.
"Sepertinya ada tamu, aku akan membukanya terlebih dahulu."
Kiara segera melangkah pergi, sambil menahan malu. Tangannya tak lepas dari bibir gadis itu.
"Apa yang kamu lakukan Kiara?" gumamnya di dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan Geo berdecak kesal di dalam kamar. Lagi-lagi dia gagal menyentuh istrinya.
"Sial!" gerutunya dengan wajah cemberut. Dia mengutuk seseorang yang membunyikan bel rumahnya.