
Keesokan harinya, Geo dengan terburu-buru pergi ke perusahaan. Hari ini ada pekerjaan yang sangat penting harus Geo kerjakan.
Sedangkan Kiara di berikan cuti oleh Geo agar istrinya itu beristirahat di rumah.
"Sayang, aku berangkat dulu ya. Kamu baik-baik di rumah," ucap Geo berpamitan pada istrinya. Sambil mencium kening Kiara.
"Iya hati-hati ya,jangan lupa makan siang?" ucap Kiara pada suaminya.
"Iya sayang," Geo keluar dari rumahnya. Kiara yang berdiri di ambang pintu seger masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya. Setelah memastikan Geo sudah berangkat ke perusahaan.
Hingga malam hari, Geo belum juga kembali. Kiara merasa khawatir pada suaminya. Dia mencoba menghubungi ponsel Geo. Namun masih belum di terima oleh pria itu.
Geo kini masih berada di perusahaannya.Dia terpaksa harus tinggal karena pekerjaan yang mendesak. Dia bahkan belum sempat memberitahu Kiara.
Secangkir teh hangat telah Geo teguk hingga tandas. Pria itu tidak tahu bahwa dia masuk dalam jebakan seseorang.
"Ugh kenapa tiba-tiba kepalaku pusing?" gumam Geo setelah meminum teh tadi.
Tiba-tiba penglihatannya perlahan menghilang. Geo pingsan karena seseorang memberinya obat ke dalam teh yang dia minum.
Keadaan perusahaan sudah sepi. Seorang pria dengan wanita masuk ke ruang kerja Geo.
__ADS_1
"Gimana sekarang?" tanya Arman.
"Kamu sudah mematikan Cctvnya kan?"tanya wanita itu.
"Sudah."
"Bagus, ayo bawa dia ke hotel!" ucap Alina. Arman menuruti perintah wanita itu.
Keduanya memapah Geo ke dalam mobil pria itu. Membawanya ke sebuah hotel tak jauh dari perusahaan milik Geo.
Mereka sampai di kamar yang sebelumnya telah di pesan. Arman membaringkan tubuh Geo ke atas ranjang.
"Bantu aku melepas bajunya!" ucap Alina. Arman lagi-lagi menurutinya.
"Cepat lakukan!" perintah Alina pada Arman. Menyuruh pria itu untuk memotret dirinya dengan Geo.
Arman segera melakukannya, mengambil beberapa gambar dari keduanya.Alina berniat menjerat Geo dengan foto-foto mereka.
"Bagus, rencana awal kita harus berhasil," ucap Alina puas ketika melihat hasil foto yang di lakukan oleh Arman. Pria itu segera keluar dari kamar hotel. Meninggalkan Geo dengan Alina di sana.
Sedangkan Kiara tidak berhenti menghubungi Geo. Dia khawatir dengan pria itu.
__ADS_1
"Kemana sih dia? Apa masih berada di kantor?" gumam Kiara.
Kiara yang sudah tidak sabar memutuskan untuk pergi ke tempat kerja Geo.
Dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya.Kiara segera melaju ke perusahaan. Di sana sudah sangat sepi. Tidak ada karyawan lagi. Hanya ada seorang satpam yang berjaga.
"Selamat malam non Kiara. Ada yang bisa di bantu?" sapanya.
"Selamat malam pak, oh iya apa pak Geo masih lembur di dalam?" tanya Kiara.
"Sepertinya sudah pulang non, soalnya mobil milik pak Geo sudah tidak ada di parkiran," jawab satpam itu. Kiara mengangguk paham.
"Oh baiklah, kalau begitu saya permisi pak," pamit Kiara.
"Iya silahkan non," jawab satpam itu.
Kiara kembali mengendarai motornya. Mencari di setiap sisi, barangkali bertemu dengan Geo di jalanan itu.
"Kemana sih kamu? Kenapa tidak memberi kabar?" gumam Kiara sambil memperhatikan jalanan di sekitarnya.
Di kembali ke rumahnya, menatap makanan yang sudah dia hidangkan di atas meja. Kiara berencana makan malam bersama di rumah dengan suaminya. Namun Geo malah tidak ada kabar sama sekali.
__ADS_1
"Apa sebaiknya aku telepon kakek ya? Mungkin Geo pulang ke rumahnya?" gumam Kiara lagi. Dia segera menghubungi sang kakek. Bertanya tentang Geo apakah ada di sana. Namun jawaban sang kakek membuatnya sedikit kecewa.
Geo tidak berada di rumah kakeknya. Entah kemana pria itu pergi. Kiara memegang keningnya yang mulai pusing. Sambil duduk di depan makanan yang tak sedikitpun dia sentuh. Perutnya sangat lapar namun selera makan Kiara tiba-tiba menghilang. Memikirkan dimana suaminya saat ini.