Suami CEO

Suami CEO
Kecurigaaan


__ADS_3

Kiara memungut pakaian kotor milik suaminya yang dia kenakan semalam. Mencium bau dari kemeja itu. Benar saja, ada bau parfum lain di kemeja itu.


"Ini bukan parfum seorang pria, ini lebih lembut. Seperti parfum wanita?" gumam Kiara menerka.


Ketika dia membolak-balikkan kemeja itu. Sebuah tanda bibir merah ada di kerah kemeja bagian dalam. Seketika Kiara merasa hatinya remuk.


"Apa yang sebenarnya kamu lakukan semalam Geo?" batin Kiara sakit.


Bayangan Geo menghabiskan malam dengan wanita lain tiba-tiba memenuhi pikirannya. Kiara tanpa sadar meneteskan air mata. Dia tidak siap jika hal itu terjadi pada keluarga kecilnya. Apa lagi sekarang dia sudah mencintai pria itu. Memberikan segalanya yang dia punya.


"Kiara," panggil Geo pada wanita itu.


"Ya, sebentar!" Kiara segera meletakkan kemeja suaminya ke keranjang pakaian kotor.


Dia ingin menenangkan hatinya terlebih dahulu. Sebelum ada bukti bahwa Geo berselingkuh. Kiara harus tetap bersikap seperti biasanya.


Kiara segera melangkah ke ruang makan. Geo sudah selesai mandi dan akan sarapan pagi. Kiara menemani suaminya sarapan,dia juga sangat lapar karena semalam lupa makan malam.


Namun hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Kiara tidak tahu harus memulai percakapan apa lagi. Pikirannya masih terbayang tentang kemungkinan Geo berselingkuh darinya.


Begitu juga Geo, dia menjadi pendiam setelah masalah semalam. Geo merasa bersalah kepada Kiara. Jika sampai wanita itu tahu tentang dirinya dan Alina. Geo tidak bisa lagi berbuat apa-apa.Dia takut kehilangan Kiara.

__ADS_1


"Sayang," panggil Geo manja. Dia ingin memecah suasana yang sangat canggung itu.


"Ya, kenapa Geo?" jawab Kiara.


"Besok kita berangkat bulan madu ya, aku ingin segera memiliki momongan," ucap Geo tiba-tiba.


"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya Kiara.


"Semuanya bisa diatur, yang penting kamu setuju terlebih dahulu. Gimana?" tanya Geo.


Kiara terdiam sejenak, mungkin dia hanya curiga saja bahwa Geo berselingkuh. Pria itu sudah mengatakan akan setia kepadanya.


"Baiklah, aku mau kok," jawab Kiara menyetujui ajakan Geo.


Keduanya kembali melanjutkan sarapan pagi mereka. Namun di dalam hati saling memikirkan satu sama lainnya.


Keesokan paginya telah tiba, sesuai rencana Geo dan Kiara segera berkemas untuk pergi berbulan madu ke luar negeri. Geo sudah menentukan tempat yang cocok untuk keduanya.


"Gimana sudah siap?" tanya Geo memastikan Kiara tidak tertinggal apapun.


"Sudah, ayo!" balas Kiara.

__ADS_1


Geo dan Kiara segera berangkat menuju bandara untuk melakukan penerbangan ke negara tujuan.


"Nikmati saja rencana kalian berbulan madu, setelah hari ini kalian mungkin akan saling bermusuhan!" ucap Alina yang memperhatikan keduanya sejak pagi di depan rumah Geo dan Kiara.


Alina sudah menyiapkan semua hal untuk menghancurkan pernikahan Geo dan Kiara.


Geo dan Kiara telah sampai di negara yang mereka tuju saat malam tiba. Geo memakaikan sebuah kalung untuk istrinya.


"Lihat cantik kan?" tanya Geo di depan sebuah cermin. Pantulan tubuh Kiara dengan kalung berlian menghiasi lehernya. Tampak cantik di kenakan wanita itu.


Mereka kini berada di penginapan. Bersiap untuk menikmati malam yang panjang bersama di tempat yang berbeda.


"Iya cantik, tapi tumben tiba-tiba memberiku hadiah seperti sekarang. Aku ingat belum waktunya ulang tahunku?" tanya Kiara.


"Kenapa memangnya, jika ingin memberi istriku sendiri hadiah. Mengapa harus menunggu ulang tahun. Bahkan setiap hari saja bisa aku berikan?" ucap Geo.


Kiara hanya tersenyum,dia percaya dengan ucapan Geo. Namun di dalam hati Geo hanya ada rasa bersalah saat ini.


"Maaf Kiara, aku hanya bisa menebus kesalahanku dengan hadiah-hadiah ini," batin Geo.


Hari semakin larut, rasa ingin menyatu dengan Kiara mulai membara. Geo ingin sekali mendekap wanita itu selamanya. Tinggal di sisinya sampai keduanya di pisahkan oleh maut.

__ADS_1


Bibir keduanya saling berpagut, menikmati malam yang panjang bersama. Serta rasa rindu yang entah mengapa tiba-tiba menggebu. Membuat malam itu semakin terasa panas.


__ADS_2