Suami CEO

Suami CEO
Berpasangan


__ADS_3

Via terkejut, ketika mengetahui siapa yang datang ke ruang tempat Kiara di rawat. Arfa datang dengan setelan jas di tubuhnya. Dia terlihat sangat tampan kali ini.Via hampir terlena karena ketampanannya.


"Hai kak Geo!" sapa Arfa. Via mengerutkan kedua alisnya.


"Kakak?" batin Via.


"Arfa, akhirnya kamu kembali!" Geo memeluk Arfa.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Geo sembari melepaskan pelukan mereka.


"Aku sangat baik kak,oh iya aku dengar kakak sudah menjadi seorang ayah hari ini. Apakah dia istrimu itu?" tanya Arfa menatap Kiara.


"Benar dia kakak ipar mu," jawabnya.


"Hai kakak ipar, perkenalkan aku Arfa. Adik angkat kak Geo," jawab Arfa.


"Kiara, aku belum sempat menceritakannya padamu," Geo meminta maaf.


"Ah iya,tidak masalah. Semakin banyak keluarga semakin bahagia." Kiara merasa canggung.


"Hai Via, bolehkah kita bicara berdua di luar?" tanya Arfa. Pandangan semua orang tertuju pada gadis itu.


"Kalian saling kenal?" tanya Kiara pada Via.


"Ah itu,nanti Via akan jelaskan mbak. Sedikit panjang ceritanya," balas Via.

__ADS_1


"Baiklah, kalian bicara dulu berdua," Kiara bisa melihat ada sesuatu di mata gadis itu. Lalu membiarkan mereka memiliki waktu bersama terlebih dahulu.


Via dan Arfa keluar dari ruang rawat Kiara. Baru kali ini Via merasa gugup karena Arfa tidak berhenti menatapnya.


"Mau bicara apa?" tanya Via. Mereka sedang duduk di luar rumah sakit.


"Via, maaf aku kemarin tidak sempat berpamitan padamu," ucapnya mengawali pembicaraan mereka.


"Ah itu,tidak masalah kok Fa," jawab Via.


Rasa canggung sangat terasa diantara keduanya.


"Vi, menikahlah denganku?" ucap Arfa.


Via terkejut mendengarnya. Pria yang ada di sebelahnya ini tiba-tiba melamarnya.


Mereka bahkan belum saling mengetahui isi hati masing-masing. Tapi mengapa Arfa bisa yakin untuk melamarnya.


"Karena aku tidak mau berpisah denganmu, mau kan?" tanya Arfa.


"Tunggu! Tunggu! Ini kami sedang bercanda kan?" Via tidak mau masuk dalam jebakan pria di depannya ini.


"Tidak,aku serius! Kamu juga menyukaiku kan?" tanya Arfa. Seolah bisa melihatnya dari tatapan Via padanya.


"Aku," Via ragu ketika hendak menjawabnya.

__ADS_1


"Kamu mau kan?" tanya Arfa. Tapi Via menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau," jawabnya.


Arfa merasa hancur atas penolakan Via. Tapi dia harus tetap menghargai keputusan gadis itu.


"Oke tidak apa-apa. Aku bisa mengerti. Kamu mungkin terkejut karena aku terlalu terburu-buru mengatakan hal ini pada mu Vi," jelasnya.


"Aku tidak mau menolak mu Arfa." Tiba-tiba Via melanjutkan kalimatnya.


"Kamu serius?" tanya Arfa. Via menganggukkan kepalanya.


"Makasih Vi," Arfa sangat bahagia, akhirnya dia di terima oleh Via.


Keduanya lalu masuk ke dalam ruang perawatan Kiara. Mereka ingin menyampaikan kabar baik itu.


"Gimana Vi? Udah selesai berbicara?" tanya Kiara. Via malu-malu ingin menjawabnya.


Kiara bisa mengetahui apa yang sedang di rasakan oleh sahabatnya itu.


"Benar mbak Kiara. Aku dan Via udah sepakat untuk menikah," jawab Arfa mewakili Via.


"Apa? Menikah?" Mereka yang berada di ruangan itu serentak bertanya.


Keduanya menganggukkan kepala mereka. Meyakinkan para sahabat itu untuk merestui keduanya.

__ADS_1


"Ahh selamat ya Vi, akhirnya gak jomblo lagi!" Rein memecah kan suasana, mereka tertawa mendengar celotehan calon ibu itu. Sedangkan yang di sindir merasa tidak masalah. Karena dia memang sudah tidak lagi sendiri.


Kiara ikut bahagia karena akhirnya mereka menemukan pasangan hidup masing-masing. Tinggal bagaimana mereka akan melewati hari-hari bersama nantinya.


__ADS_2