
Kedua orang tua Alina tiba satu jam sebelum acara pernikahan di mulai. Keduanya juga tampak antusias mendengar kabar putrinya akan menikah. Namun keduanya belum mengetahui bahwa Alina menjadi istri kedua dari Geo.
Di dalam sebuah kamar, Alina tampak cantik dengan gaun yang kemarin dia pilih.
"Alina sudah siap belum?" tanya mamanya.
"Mama, sebentar lagi, bagaimana Alina tampak cantik kan?" balas Alina sambil memamerkan gaun yang di pakainya kali ini.
"Kamu benar-benar cantik Alina," balas sang mama memuji kecantikan putrinya sambil mengelus wajah wanita itu. Alina tersenyum membalas pujian sang mama.
"Makasih ma, mama emang yang terbaik deh," ucapnya manja. Di mata sang mama Alina masih lah anak kecil yang suka bermanja-manja pada dirinya.
"Baiklah-baiklah, acara sudah hampir di mulai. Sebaiknya kita harus segera turun," pinta sang mama.
"Iya ma, ayo," Alina berdiri dan segera melangkah ke aula utama di rumah megah itu. Di belakang sang mama mengikutinya.
Di tengah aula ada Geo dengan pakaian jas rapinya. Dia tampak gagah dengan stelan jas itu. Sedangkan Kiara berada paling ujung di aula itu. Dia tengah duduk menyendiri di sana.
Alina tersenyum puas melihat wanita yang menjadi penghalang dirinya menjadi sedih.
"Ini masih belum seberapa Kiara, selanjutnya kamu akan merasakan kepedihan yang lebih dari ini," batin Alina.
Alina telah tiba di depan Geo. Dia tersenyum bahagia ketika berada di dekat pria itu.
"Geo, kamu sangat tampan hari ini," puji Alina pada Geo.
__ADS_1
Geo merasa jijik mendengarnya,namun dia masih harus berakting hari ini. Sampai waktunya tiba, dia harus bertahan.
"Kamu juga tampak cantik kok Alina," balas Geo membuat wanita di depannya itu tersipu.
Pernikahan segera di laksanakan. Ketika semua undangan dan keluarga telah berkumpul. Mereka saling berbisik tentang Kiara.
"Bukankah Geo sudah menikah dengan seorang wanita bernama Kiara, bagaimana dia bisa menikah lagi?" para tamu saling berbisik. Mama Alina merasa ada yang aneh dengan pernikahan ini. Namun dia tidak terlalu menghiraukan orang-orang di sekelilingnya.
Ketika acara hendak di mulai, tiba-tiba penerangan di ruang tersebut mati total.
Keadaannya benar-benar gelap gulita. Para tamu saling bertanya mengapa bisa listrik tidak menyala ketika ada acara sepenting ini.
"Geo ada apa ini?" tanya Alina panik.
"Tenang Alina," jawab Geo dengan tenang.
Rekaman tentang Geo yang saat itu berada di kantor. Dan Alina bekerja sama dengan Arman menjebaknya. Hingga mereka membawa Geo ke sebuah hotel.
""Apa-apaan ini?" tanya orang tua Alina.
"Paman,bibi, inilah kelakuan putri kalian. Demi memenuhi obsesinya dia rela melakukan apapun. Termasuk menjebak saya, membuat rumah tangga saya hampir di ujung tanduk," jelas Geo.
Tampilan di layar itu masih saja berputar. Kini rekaman tentang Alina yang berada di rumah sakit. Ketika wanita itu menyuap seorang dokter untuk membuatnya seolah benar-benar hamil.
"Hentikan! Semua ini tidak benar Geo!" jelas Alina ingin menjelaskan kepada Geo.
__ADS_1
"Benar atau salah, kamu tahu dengan jelas Alina. Sekalipun kamu menyangkalnya aku tidak akan menikahi wanita sepertimu. Karena aku sudah memiliki istri yang jauh lebih baik dari dirimu," jawab telak Geo pada Alina.Kini penerangan kembali menyala.Tampak para tamu undangan dan juga anggota keluarga yang lain menatap ke arah Geo yang berjalan mendekati Kiara.
"Dialah istriku satu-satunya,dia juga yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak," ucap Geo sambil menggenggam tangan mungil Kiara.
Alina sangat marah melihat keduanya.Dia tidak menerima perlakuan seperti saat ini. Sebuah pembalasan untuk dirinya.
Alina mengambil sebuah pisau yang terletak tak jauh dari dirinya berdiri. Dia berlari mendekati Kiara dengan cepat.
Beberapa orang berteriak histeris melihat perbuatan yang hendak di lakukan oleh Alina.
"Awas Kiara!" teriak Andara.
Geo dan Kiara segera melihat bahaya yang ada di depan mereka. Dengan sigap Geo menarik tubuh Kiara, melindunginya di belakang tubuh Geo. Kemudian menghentikan lengan Alina yang hendak menusuk Kiara.
"Kamu gila ya! Lepaskan pisaunya!" sentak Geo pada Alina.
"Iya aku memang sudah gila, jika aku tidak mendapatkan dirimu jangan harap dia juga mendapatkannya!" teriak Alina penuh amarah.
Geo berhasil melepaskan pisau dari tangan wanita itu. Dengan bantuan beberapa pengawal yang juga sigap di sana. Mereka berhasil menahan Alina agar tidak melakukan hal-hal membahayakan lagi.
Kedua orang tua Alina tampak kecewa sekaligus malu. Keduanya mendekati Alina.
Plak!
Suara tamparan mengenai pipi kiri Alina. Ayahnya lah yang melakukannya.
__ADS_1
"Dasar anak tidak tahu diri!" sentak nya seraya menarik lengan Alina agar segera meninggalkan rumah megah milik Anggara itu. Kedua orang tua itu malu dengan kelakuan anaknya.
Acara pernikahan itu akhirnya gagal. Geo memeluk Kiara erat, dia sangat takut jika tadi Alina berhasil menusuk Kiara.