Suami CEO

Suami CEO
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Kiara berjalan cepat keluar dari ruang kerja Geo. Dia sangat malu atas kejadian tadi.


"Bagaimana jika Arman memberitahu semua orang tentang hal tadi?" gumamnya memikirkan perbuatan Geo tadi.


"Kiara!" panggi Arman dari belakang gadis itu. Pria itu segera mencari Kiara untuk bertanya padanya.


Kiara terpaksa berhenti, dia tidak boleh menghindar terus menerus.


"Ya, kenapa Arman?" tanya Kiara dengan menyembunyikan wajah malunya.


"Kamu gak apa-apa kan? Apa dia melecehkan mu?" tanya Arman.


"Ah itu, maaf kamu melihatnya. Sebenarnya," Kiara terhenti saat hendak menjelaskan. Karena Arman terlebih dahulu berbicara.


"Kalau iya dia melecehkan mu, aku akan membantumu mengatakan pada kakek Andara, dia pasti bisa menghukum Geo."


"Bukan, bukan begitu. Sebenarnya aku dan Geo itu-,"


"Kiara!" panggil teman kerja gadis itu. Kiara menoleh ke arahnya.


"Kenapa kak?" tanya Kiara.


"Di panggil ke ruang meeting deh,kita harus segera ke sana," jelasnya.

__ADS_1


"Oh baik, aku akan segera ke sana kak!" jawab Kiara.


"Maaf Arman sepertinya aku harus bekerja terlebih dahulu," pamit Kiara.


"Hati-hati dengan Geo Kiara," nasihat Arman. Kiara hanya membalasnya dengan senyum kecil di bibir. Gadis itu segera menyusul rekan kerjanya ke ruang meeting.


Di sana dia juga bertemu dengan Geo kembali. Rasanya begitu canggung, pria itu tidak berhenti menatap dirinya.


"Hei, apa kamu tidak takut bola matamu keluar?" batin Kiara.Kiara memilih fokus ke berkas-berkas di tangannya saja.


"Pak Geo, bisa kita mulai rapatnya pak?" tegur salah satu manager perusahaan.


"Ah iya, tentu saja," Geo akhirnya berhenti menatap Kiara. Dia segera memulai rapat kerja di pagi itu.Kiara hanya bisa menghela nafas panjang untuk sikap suaminya.


Ara s****ayang,tunggu aku sepulang kerja nanti, ayo kita makan malam bersama. Ajak Geo mengirim pesan pada istrinya.


Kiara membuka pesan di ponselnya. Membacanya sambil tersenyum kecil. Tiba-tiba suasana hatinya membaik setelah mengetahui bahwa Geo adalah teman masa kecilnya dahulu.


Siap Gogo ku.


Balas Kiara singkat. Geo yang mendengar notifikasi dari ponselnya segera membuka. Senyumnya pun tak lagi bisa di tahan. Akhirnya mereka akan berkencan malam ini.


Ketika waktu pulang tiba, Kiara telah menunggu Geo. Pria itu segera menghampiri keduanya. Saat ini perusahaan sudah sepi. Jadi mereka bisa pulang bersama tanpa harus bersembunyi dari banyak orang.

__ADS_1


"Ayo masuk," pinta Geo dari balik pintu mobilnya. Kiara mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil suaminya.


Mereka kini menuju ke sebuah restoran yang sudah di pesan sebelumnya oleh Geo. Pria itu memesan satu tempat romantis untuk keduanya.


"Wah bagus banget tempatnya," ucap Kiara kagum ketika mereka sampai di tempat.


"Tentu saja, pilihanku selalu bagus," jawab Geo. Kiara hanya membalasnya dengan senyum kecil.


Keduanya menikmati makan malam mereka. Di tengah acara makan berlangsung. Tiba-tiba Geo mengatakan hal yang membuat Kiara terkejut.


"Kiara, gimana kalau kita pergi berbulan madu minggu ini?" tanya Geo.


"Uhuk-uhuuk," seketika Kiara tersedak setelah mendengar ucapan dari Geo.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Geo khawatir sambil memberikan segelas air untuk Kiara.


"Ya aku baik-baik saja," jawabnya setelah meneguk air itu.


"Syukurlah."


"Apa kamu serius ingin berbulan madu?" tanya Kiara ragu.


"Tentu saja aku sangat serius tentang hal itu," jawab Geo yakin.

__ADS_1


__ADS_2