Suami CEO

Suami CEO
Ara dan Gogo


__ADS_3

Tanpa sadar Kiara tertidur kembali di atas ranjang. Mungkin karena kurang tidur semalam. Di tangan kanannya masih memegang liontin yang sebelumnya dia lihat.


Dari arah pintu, Geo masuk perlahan ke dalam kamar Kiara. Memperhatikan gadis itu yang tertidur dengan masih memakai handuknya.


"Benar-benar ingin menggodaku ya," gumam Geo sambil menggelengkan kepalanya.


Tapi hal yang membuatnya mengalihkan pandangan mata adalah sesuatu yang di pegang gadis itu.


Geo mengambil liontin itu perlahan, memastikan Kiara tidak terbangun karena pergerakannya.


"Ini kan?" gumam Geo terkejut. Lagi-lagi hal yang tak terduga dia temui. Sebuah ingatan di masa lalu tiba-tiba muncul dalam kepala Geo.


"Jadi kamu gadis itu?" gumamnya lagi setelah melihat foto masa kecil Kiara.


Kiara perlahan terjaga dari tidurnya, setelah merasakan kehadiran Geo. Dia segera duduk di atas ranjang. Ingin meraih kalung miliknya yang berada di tangan Geo.


"Berikan padaku kalung itu!" ucap Kiara panik.


"Ini?" Geo hendak memberikan kalung milik Kiara. Namun dengan cepat kembali menariknya sebelum Kiara berhasil mengambil.


"Berikan!" ucap Kiara lagi, dia hendak merebut kalung itu. Namun Geo dengan cepat menghindari Kiara.

__ADS_1


"Ara!" ucap Geo. Seketika Kiara membeku, gerakan tangannya terhenti di udara saat ingin berebut kalung itu.


"Kamu kenapa tahu nama panggilan itu?" tanya Kiara gugup.


"Benarkan foto masa kecil ini adalah Ara, Kiara!" ucap Geo kembali.


"Kenapa kamu bisa tahu?" tanya Kiara lagi.


"Jangan-jangan kamu," Kiara mulai menerka-nerka.


"Kamu mendengar aku mengigau barusan ya?"tanya Kiara.


"Eh, kenapa mengatakan hal itu?" batin Geo heran. Dia berfikir Kiara akan mengingatnya.


Rupanya inilah sifat asli gadis itu, masih saja seperti gadis lugu yang pemalu.


Geo sampai merasa perutnya sakit karena tertawa. Kiara semakin malu mendengar Geo menertawakannya.


"Siapa yang bilang kamu mengigau!" ucap Geo setelah lelah tertawa.


Kiara kembali membuka wajahnya, dia menatap serius wajah Geo. Ada tanda tanya yang tersirat dari wajah gadis itu.

__ADS_1


"Oke-oke aku akan jelasin kenapa aku bisa tahu nama kecilmu," ucap Geo.


"Ambil ini!" Geo melempar kalung liontin milik Kiara pada gadis itu. Dengan sigap Kiara menangkapnya.


Lalu Geo keluar dari kamar Kiara, membuat gadis itu sedikit kebingungan. Rupanya Geo masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sesuatu.


Pria itu kembali ke kamar Kiara. Dengan penasaran, Kiara memperhatikan tangan Geo yang menggenggam sesuatu.


"Lihat ini baik-baik!" ucap Geo,sambil memperlihatkan apa yang ada di genggaman tangannya.Liontin yang sama dengan milik Geo.


"Kamu!" Kiara segera merebut liontin itu, membukanya untuk memastikan foto di dalamnya sama dengan miliknya atau tidak.


Dan ternyata memang benar, foto di dalamnya sama dengan kalung liontin miliknya.


"Jadi sudah tahu kan kenapa aku bisa memanggilmu Ara?" tanya Geo.


Seketika Kiara berlari memeluk Geo. Pria itu bahkan terkejut dengan respon Kiara yang berbeda saat pertama mereka bertemu sebelum mengetahui bahwa dirinya adalah teman masa kecilnya dahulu.


"Gogo,kamu Gogo kecil kah?" tanya Kiara tidak percaya.


"Ya aku Gogo, Gogo kecilmu! Maaf aku telah lama meninggalkanmu," jawab Geo.

__ADS_1


Kiara terisak dalam pelukan Geo. Dia tidak percaya orang yang selama ini dia nantikan ternyata ada di depan matanya. Sangat dekat, tapi Kiara tidak mengetahuinya.


__ADS_2