
Geo tengah sibuk mempersiapkan perlengkapan camping nya. Dia bukannya akan melakukan berkemah, namun dia ingin menyusuri pedalaman hutan. Tempat Kiara jatuh dari jurang.
"Aku yakin kamu masih hidup dan berada di suatu tempat," gumam Geo yakin. Dia menyerahkan pekerjaannya pada sang kakek untuk sementara waktu.
Sang kakek hanya bisa menghela napas panjang. Cucunya begitu gigih mencari sang istri. Namun sayangnya Geo tidak mau pengawal dari sang kakek mengikutinya.
Dia ingin mencarinya sendiri, menyusuri jalanan setapak yang ada di hutan itu. Meski kata orang di sana hutan itu sangat angker. Karena hal itu para pengawalnya tidak mudah menemukan petunjuk di sana.
Tapi Geo yakin Kiara pasti ada di sana. Entah dimana itu, Geo pasti akan menemukan wanita dirinya.
"Kamu yakin akan pergi ke sana lagi?" tanya sang kakek saat melihat Geo yang sudah siap untuk berangkat.
"Iya kek, Geo akan menyusuri pinggiran hutan itu. Barangkali memang di sana Kiara berada. Dia pasti ketakutan kek sendirian di hutan," jawab Geo khawatir pada istrinya.
"Baiklah,hati-hati. Kamu juga harus bisa menjaga diri. Bawalah alat perlindungan diri,"pinta Andara.
__ADS_1
"Baik kek, Geo berangkat dulu, doakan bisa bertemu dengan Kiara segera."
Andara mengangguk, melepas kepergian sang cucu. Dia sangat berharap cucu menantunya segera di temukan. Meski kemungkinannya sangat kecil. Andara selalu berdoa agar Kiara segera ditemukan.
Geo segera berangkat menuju ke hutan itu. Tak lama perjalanan yang dia lalui sampai di pinggir hutan. Geo berdoa terlebih dahulu sebelum masuk ke dalamnya.
Dengan berbekal peralatan yang dia bawa. Geo memberanikan diri menyusuri kembali hingga ke pedalaman hutan. Masih tak menemukan apapun, bahkan petunjuk barang milik Kiara tak ada.
Ketika sampai di tempat yang lebih tinggi. Geo berhenti sejenak untuk beristirahat. Dia memakan bekal makanannya, karena hari juga sudah siang. Dia merasa sedikit lelah. Namun tak ingin menyerah begitu saja.
Geo mengambil teropong dari dalam ransel miliknya.Kemudian mengamati sekitaran hutan itu dengan teropong miliknya.
Geo tidak menemukan apapun yang aneh saat mengamatinya.
"Eh tunggu, apa itu?" Geo seperti melihat sesuatu lumayan jauh dari tempatnya saat ini. Sedikit tidak jelas tempat apa itu. Karena tertutup oleh rimbunnya pepohonan.
__ADS_1
"Apakah itu sebuah gubuk? Di sekitarnya ada sebuah ladang?" gumamnya lagi setelah mengamati lebih jelas.
"Benar itu sebuah gubuk? Di pedalaman hutan, apakah mungkin ada orang yang hidup di sana? Atau jangan-jangan Kiara berada di sana?" tebak Geo.
Geo segera membereskan makanan dan peralatannya. Dia ingin ke tempat itu, barangkali ada harapan Kiara berada di sana.
Setapak demi setapak Geo lewati jalanan yang penuh dengan akar pohon. Geo tidak mengetahui sebenarnya ada jalan yang mudah yang sering pak Tejo lewati.
Pria itu sedikit kelelahan sebelum sampai di tempat pak Tejo. Di tambah hari sudah hampir gelap.
"Ternyata jauh sekali, aku harus mendirikan tenda. Sepertinya sudah hampir malam," gumam Geo ketika dia beristirahat di dalam hutan.
Rasanya sedikit mengerikan jika hanya sendirian di sana. Tapi bagaimana lagi, Geo harus bisa menemukan Kiara. Demi wanita itu dan juga calon bayinya.
"Papa akan berjuang sayang untuk menemukan kalian berdua," ucap Geo ketika mengingat kembali Kiara. Rasa di hati pria itu sangat merindukannya.
__ADS_1