Suami CEO

Suami CEO
Menemukan mu


__ADS_3

Geo terpaksa bermalam di tengah hutan. Dengan memasang tenda kecil yang dia bawa. Serta roti sebagai pengisi perutnya, Geo melewati malam dengan hawa dingin sendirian di sana.


Berharap besok dia bisa bertemu dengan Kiara di rumah gubuk itu.


"Aku yakin kamu ada di rumah itu Kiara," gumamnya sebelum memejamkan kedua matanya.


Menjelang tengah malam, udara di sekitar tenda begitu dingin. Geo bahkan bisa merasakan tubuhnya menggigil. Meski sudah berbalut jaket tebal. Tetapi masih saja kedinginan.


"Sial, aku tidak boleh mati kedinginan di sini," gumamnya seraya sibuk menggosok kedua telapak tangannya agar sedikit lebih hangat. Malam ini terasa begitu panjang bagi Geo.


Pagi tiba, suara burung berkicau di tengah hutan membangunkan Geo. Akhirnya dia bisa melewati malam tadi. Dan kini dia baik-baik saja.


Geo bergegas membereskan perlengkapannya. Dia harus segera mencapai gubuk itu.


Setelah selesai berkemas dan sarapan sepotong roti. Geo melanjutkan perjalanannya. Dia kembali menyusuri hutan itu. Berharap menemukan titik terang keberadaan Kiara.


Bayangan wajah wanita itu selalu membuatnya tidak tenang. Sebelum dia menemukan istrinya.


Hingga tengah hari tiba, Geo akhirnya bisa sampai di dekat gubuk milik pak Tejo. Dia mengamati terlebih dahulu gubuk itu.

__ADS_1


"Sepertinya memang ada orang yang tinggal di dalam gubuk itu. Aku harus bertanya pada mereka.Barangkali melihat Kiara.


Geo berjalan mendekat ke arah gubuk itu berdiri. Dia mengamati gubuk dengan dinding bambu di kanan kirinya. Pintu depan gubuk itu tidak di tutup. Geo melihat ke arah di dalamnya.


Dia sangat terkejut sekaligus bahagia bisa melihat Kiara ada di sana. Wanita itu tengah membelakangi Geo. Kiara sibuk menata makanan di sebuah meja kecil. Untuk makan siang dirinya dan juga kedua orang yang telah menolongnya.


"Kiara," panggil Geo.


Tangan Kiara tiba-tiba terhenti bergerak. Hatinya berdesir saat mendengar seseorang yang memanggilnya. Dia tahu betul suara itu milik siapa.


"Kiara kamu hanya sedang memikirkannya, dia tidak mungkin berada di sini," batin Kiara tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


Melihat tidak ada respon dari Kiara saat dia memanggilnya. Geo melangkah ke depan,jarak keduanya kini tidak jauh lagi.


Kiara tidak mungkin salah dengar untuk kedua kalinya. Dia segera berbalik badan, memastikan bahwa memang ada Geo di belakangnya.


Dan Kiara terkejut ketika melihat sosok suaminya berdiri di depannya.


"Geo," ucapnya.

__ADS_1


"Syukurlah kamu baik-baik saja Kiara," Geo segera memeluk istinya.Menenggelamkan wajah sang istri dalam dekapannya.


Kiara masih terdiam, dia tidak percaya Geo sedang memeluknya. Ingin dia membalas pelukan itu namun kedua tangannya mengurungkan niat Kiara.


Dia sangat merindukan pria itu, namun ketika mengingat tentangnya. Dia juga sakit hati mengetahui bahwa Geo telah mengkhianatinya.


Kiara mendorong tubuh Geo agar melepaskannya. Dia tidak ingin kecewa untuk kesekian kalinya.


"Kiara kamu masih marah?" tanya Geo baik-baik.


Kiara memalingkan wajahnya, dia menahan air mata yang sudah berada di ujung kedua mata wanita itu.


"Untuk apa aku marah? Bukan hak ku untuk melakukannya," jawab Kiara dingin.


"Percayalah padaku Kiara, aku dan Alina tidak pernah bersama, itu hanya jebakan dia," jelas Geo lagi.


Kiara semakin merasa sedih. Dia tidak tahu harus mempercayai yang mana. Pikirannya, atau ucapan dari Geo.


"Sudahlah, lebih baik kamu kembali saja. Aku baik-baik saja disini!" Kiara tak ingin melihat Geo lebih lama. Dia takut hatinya akan kembali luluh saat pria itu membujuk dirinya.

__ADS_1


"Tidak, tanpa kamu aku tidak akan kembali. Kamu juga harus pulang," pinta Geo.


Pria itu harus membawa istrinya kembali. Ke tempat yang seharusnya layak ada kehidupan.


__ADS_2