Suami CEO

Suami CEO
Dia Milikku


__ADS_3

Kiara dan Geo harus segera kembali bekerja. Keduanya sudah berangkat ke perusahaan bersama. Meski saat turun lagi-lagi Kiara meminta untuk turun sebelum sampai di tempat mereka bekerja.


Namun dari belakang mobil Geo, mobil milik Arman terlihat melewati keduanya. Arman menatap ke arah mereka. Dengan rasa curiga dia menerka hubungan keduanya.


"Kenapa mereka bisa bersama? Apa kemarin malam itu memang Geo berada di rumah Kiara?" gumam Arman.


"Atau mereka memang ada hubungan spesial?" tambahnya lagi.


Arman mulai penasaran, dia ingin mencari tahu hubungan keduanya. Sebenarnya Arman mulai jatuh hati pada Kiara. Namun gadis itu memilih perlahan menghindari dirinya.


Kiara segera berjalan menuju ke perusahaan milik Geo. Saat ini status mereka masih belum dipublikasikan. Mereka tidak boleh terlalu dekat dahulu.


Geo sebenarnya ingin agar semua orang mengetahui status mereka. Namun Kiara yang belum siap. Dia masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri.Dan juga mementaskan diri untuk berdiri di samping pria itu.


"Kiara!" panggil Arman saat Kiara tiba di depan perusahaan. Kiara menoleh ke arah pria yang memanggilnya.


"Arman," ucapnya.


"Kok jalan kaki? Mana motor kamu?" tanya Arman.


"Oh itu, masuk bengkel, jadi terpaksa naik taksi deh?" jawab Kiara.


"Em jadi naik taksi tadi, oh iya gimana nanti sepulang kerja aku antar kamu," tawar Arman.


"Ah itu, aku sebenarnya masih ada urusan lain, maaf ya Arman. Lain kali saja," jawab Kiara mengelak. Sebenarnya dia takut jika Geo akan melihat mereka berdua dan pria itu akan mengamuk kembali seperti semalam.


"Yah sayang sekali, padahal aku ingin mengajakmu makan malam. Tapi gak apa-apa. Lain kali jangan menolak ku ya?" ucap Arman.

__ADS_1


Kiara tersenyum menanggapi ucapan Arman. Apakah akan ada lain kali, takutnya Kiara hanya akan memberi harapan palsu pada pria itu. Tapi dia belum bisa menjelaskan semuanya saat ini.


"Ya, tapi aku tidak janji," jawab Kiara.


"Baiklah," jawab Arman, pria itu berjalan beriringan dengan Kiara.


Dari jendela kaca ruang kerjanya,Geo memperhatikan Arman dan Kiara. Dia bisa merasakan bahwa Arman sepertinya mempunyai perasaan pada istrinya.


Kedua telapak tangannya mengepal. Ingin sekali memberitahu Arman bahwa Kiara adalah miliknya. Hanya miliknya.


Hatinya mulai terusik oleh keberadaan Arman. Rasa cemburu kini memenuhinya.


"Ayolah Geo, dia hanya milikmu. Dia tidak mungkin tergoda oleh lelaki lain," gumamnya menenangkan diri sendiri.


Suara seseorang mengetuk pintu membuat Geo berhenti memikirkan kecemburuannya. Dia melihat ke arah pintu. Kemudian mempersilahkan masuk seseorang yang berada di balik pintu itu.


Senyum Geo merekah, tak kala melihat siapa yang datang. Kiara dengan secangkir kopi di tangannya. Seperti biasa dia yang harus menyiapkan semua keperluan bosnya itu di perusahaan. Bahkan juga ketika di rumah.


Geo tak berhenti memandang wajah istrinya itu. Kiara menyadarinya, namun hal itu membuatnya malah malu.


"Apa masih ada yang di perlukan lagi pak?" tanya Kiara canggung. Saat ini mereka adalah rekan kerja. Jadi sebisa mungkin Kiara harus profesional.


"Masih, coba kamu ke sini!" balas Geo sambil menarik lengan Kiara.


Kiara yang belum siap, akhirnya jatuh di pangkuan Geo.


"Ah maaf aku tidak sengaja," ucap Kiara.

__ADS_1


Geo menggelengkan kepala, dia malah menikmati suasana saat ini. Kedua tangannya mendekap erat tubuh Kiara agar gadis itu tidak beranjak darinya.


"Geo ini di kantor?" gumamnya mengingatkan suaminya itu.


"Terus kenapa?" tanya Geo tidak peduli.


Geo ingin mencium bibir istrinya,namun tanpa di duga seseorang membuka pintu ruang kerja Geo. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Arman berdiri kaku di tempatnya. Pemandangan yang sangat mengoyak hatinya kini terlihat jelas di depan mata pria itu.


Kiara segera beranjak dari pangkuan Geo. Rasanya sangat canggung ketika Arman memergoki mereka. Geo berdecak kesal, saat Arman mengganggu kesenangannya.


"Maaf pak," ucap Arman merasa kesal bercampur rasa bersalah.


Kiara pamit pergi, namun kedua mata Arman tak berhenti menatapnya.Seoalah dari mata itu tertulis banyak pertanyaan untuk Kiara.


Setelah Kiara pergi, Geo mulai berkat sarkas.


"Apa kamu tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu!" gumam Geo kesal.


"Kenapa harus dia? Kamu bisa bermain-main dengan gadis lain. Tapi jangan dia!" ucap Arman sambil menahan marah.


Salah satu sudut bibir Geo terangkat. Rupanya Arman masih salah paham, mengira dirinya bermain-main dengan wanita. Padahal Kiara adalah istri sahnya.


"Kenapa? Apa kamu menyukainya?" tanya Geo.


"Jika iya kenapa? Kamu jangan ganggu dia!" balas Arman kemudian meninggalkan ruang kerja Geo.

__ADS_1


Geo mengernyitkan dahinya, bukankah seharusnya dia yang mengatakan hal itu. Namun belum saatnya dia mengakui semuanya. Tanpa persetujuan dari Kiara terlebih dahulu.


Setelah keluar dari ruang kerja Geo. Arman ingin mencari Kiara. Menanyakan apa hubungannya dia dengan Geo. Mereka begitu terlihat sangat intim. Membuah gejolak di hati Arman saat ini.


__ADS_2